Bergeser ke Madinah, jemaah gelombang kedua akan melaksanakan rangkaian ibadah. Terkait cuaca panas, jemaah diminta tak memaksakan ibadah sunah berkali-kali.
19 Jun 2025 21:20 WIB · Pendidikan & Kebudayaan
MADINAH, KOMPAS — Jemaah haji gelombang kedua secara bertahap mulai bergeser ke Madinah. Sementara sisa jemaah gelombang pertama terus dipulangkan ke Tanah Air melalui Jeddah.
Pergeseran pertama ke Madinah sudah dilakukan sejak Rabu (18/6/2025). Sebanyak 18 kloter yang meliputi 7.000 anggota jemaah diberangkatkan sejak Rabu pukul 06.00 waktu Arab Saudi. Pemberangkatan secara bertahap dilakukan hingga hari Kamis (19/6/2025) ini.
”Untuk pergeseran ini disiapkan prosedur jemaah akan ditempatkan di hotel berdasarkan kloternya. Kami mendapat persetujuan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Selama mereka beribadah di Madinah hingga ke bandara, dengan kloter masing-masing,” kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Hilman Latief, Kamis (19/6/2025).
Sebelumnya, pada Senin (16/6/2025), Kepala Daerah Kerja Mekkah Aki Machzumi mengatakan jemaah haji gelombang kedua ini akan tinggal di Madinah sekitar delapan hari. Di Madinah, jemaah haji akan melaksanakan rangkaian ibadah di Masjid Nabawi dan ziarah ke makam Nabi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/19/d9950f1309425cd500eb0fb1ee153c6d-IMG_3317.jpeg)
Selain itu, jemaah akan ke Raudah dan mengunjungi beberapa situs sejarah yang difasilitasi oleh majmuah atau kelompok penyedia layanan dengan koordinasi syarikah masing-masing.
Untuk pergeseran ini disiapkan prosedur jemaah akan ditempatkan di hotel berdasarkan kloternya.
”Untuk jemaah haji yang akan tiba di Madinah dan akan masuk ke Raudah, tentu nanti ada aturan. Waktunya kapan, ketentuannya untuk yang perempuan nanti jam berapa, yang laki-laki jam berapa, ini akan diatur para syarikah dan koordinasi dengan PPIH Arab Saudi, kapan jadwalnya jemaah haji akan masuk ke Raudah,” kata Ali.
Terkait pergeseran jemaah tersebut, Kepala Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Madinah Muhammad Luthfi Makki mengatakan berbagai hal telah disiapkan.
Selama di Madinah, jemaah haji akan ditempatkan di 100 hotel yang tersebar di tiga kawasan utama. Kawasan ini meliputi Markaziyah Syamaliah (34 hotel), Markaziyah Gharbiyah (52 hotel), dan Markaziyah Janubiyah (14 hotel). Semua hotel ini terbagi dalam lima sektor layanan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/19/51d04afbd2ac58f7fb2feb50af596763-IMG_3379.jpeg)
”Untuk konsumsi, sebanyak 21 dapur mitra katering telah diverifikasi kesiapannya dan siap menyediakan layanan makanan bagi seluruh jemaah selama berada di Madinah,” kata Luthfi, Rabu (18/6/2025).
Selain itu, Klinik Kesehatan Haji Indonesia Madinah telah bersiaga dengan 130 tenaga medis, lengkap dengan obat-obatan, peralatan kesehatan, serta izin operasional yang berlaku.
”Untuk layanan ibadah, tasreh (izin masuk) ke Raudah telah diterbitkan untuk 18.936 anggota jemaah yang tiba pada 18 dan 19 Juni. Tasreh untuk kloter selanjutnya akan diajukan secara berkala,” tambah Luthfi.
Layanan Perlindungan Jemaah (Linjam) juga disiapkan untuk memastikan keamanan jemaah dan barang bawaannya. Untuk ini petugas Linjam mengalokasikan kursi roda di tiap sektor, lengkap dengan pendampingan selama aktivitas di hotel ataupun saat beribadah ke Raudah.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/19/dcbb9b39cb29ab210db9967cbbf8c80e-IMG_3351.jpeg)
Sebanyak 20 petugas haji juga ditempatkan di Terminal Hijrah, titik awal kedatangan bus dari Mekkah. Di terminal ini dilakukan pemeriksaan dokumen dan penyerahan paspor ke syarikah tanpa jemaah harus turun dari bus.
Proses ini memakan waktu sekitar 15 menit sebelum jemaah melanjutkan perjalanan ke hotel dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Petugas juga bertugas menginformasikan kedatangan ke sektor hotel masing-masing.
Terkait cuaca ekstrem, yakni suhu panas yang diperkirakan mencapai 47 derajat celsius, PPIH mengimbau jemaah untuk mematuhi seluruh aturan yang berlaku di Madinah, termasuk larangan merokok di sekitar Masjid Nabawi yang dapat dikenai denda oleh otoritas setempat.
Madinah saat ini mengalami puncak musim panas, dengan suhu mencapai 47 derajat celsius disertai kelembaban rendah. Karena itu, jemaah diimbau untuk cukup beristirahat di hotel dan tidak memaksakan diri untuk selalu berada di Masjid Nabawi, terutama pada pukul 10.00–16.00.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/14/e2b1e107fa9ee080d098735e4c193158-IMG_3039.jpeg)
Berdasarkan pantauan di Masjid Nabawi sepanjang Selasa-Rabu (17-18/6/2025), suasana belum terlalu ramai. Tempat shalat belum padat. Pengunjung masih didominasi jemaah dari negara lain.
”Jika harus beraktivitas di luar, gunakan payung, semprotan wajah, air minum yang cukup, dan masker untuk mencegah paparan debu serta penularan penyakit,” ujar Luthfi.
Khusus bagi jemaah dengan komorbid, disarankan untuk tetap beribadah di hotel dengan aktivitas ringan, seperti tadarus, zikir, atau sedekah. Jemaah lansia juga diminta rutin memeriksakan kesehatan di kloter, minimal seminggu sekali.
Proses pemulangan jemaah haji gelombang pertama sudah berlangsung sejak Rabu (11/6/2025) lalu hingga 25 Juni nanti. Selain Bandara King Abdul Aziz di Jeddah, pemulangan jemaah gelombang pertama juga melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/12/15e949dc41f48c735618c72e5ec0de52-IMG_2763.jpeg)
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Kemenag, hingga Kamis sebanyak 139 kloter yang meliputi 54.260 anggota jemaah haji telah tiba di Indonesia. Pemulangan jemaah haji gelombang pertama terus berlangsung secara bertahap.
Adapun jemaah gelombang kedua akan dipulangkan melalui Madinah dengan kloter terakhir diperkirakan pulang pada 10 Juli mendatang.
Penulis:
Reny Sri Ayu dari Madinah, Arab SaudiEditor:
Evy RachmawatiPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar