Jemaah Haji Bersiap Pulang, Bawa Kisah untuk Dikenang

Rangkaian puncak pelaksanaan ibadah haji usai sudah. Jemaah mulai melaksanakan tawaf ifadah dan bersiap kembali ke Tanah Air. Ada banyak cerita yang akan dikenang.

11 Jun 2025 17:11 WIB · Pendidikan & Kebudayaan

Oleh Reny Sri Ayu dari Mekkah, Arab Saudi


Usai sudah pelaksanaan puncak ibadah haji atau yang dikenal pula dengan sebutan fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina). Sejak Senin (10/6/2025), jemaah mulai melakukan tawaf ifadah. Ini merupakan rangkaian rukun haji yang wajib dilaksanakan dan menyempurnakan rangkaian ibadah haji.

Di tengah lautan manusia di kawasan Masjidil Haram, jemaah khusyuk melafalkan doa sembari tawaf mengelilingi Kabah. Ritual ini ditutup dengan melakukan perjalanan bolak-balik tujuh kali antara Shafa dan Marwah.

Jemaah larut dalam kebahagiaan karena bisa menuntaskan rangkaian ibadah, terutama Armuzna, yang menjadi tujuan.

Jemaah dari berbagai belahan dunia melakukan tawaf ifadah di Masjidil Haram, Senin (9/6/2025) sore. Ritual ini menjadi rangkaian rukun haji sekaligus menyempurnakan ibadah haji.
Lautan manusia memadati kawasan Masjidil Haram, Senin (9/6/2025) sore. Jemaah melakukan tawaf ifadah yang menjadi rangkaian rukun haji sekaligus menyempurnakan ibadah haji.
Jemaah dari berbagai belahan dunia melakukan tawaf ifadah di Masjidil Haram, Senin (9/6/2025) sore. Ritual ini menjadi rangkaian rukun haji sekaligus menyempurnakan ibadah haji.
Jemaah dari berbagai belahan dunia melakukan tawaf ifadah di Masjidil Haram, Senin (9/6/2025) sore. Ritual ini menjadi rangkaian rukun haji sekaligus menyempurnakan ibadah haji.
Lautan manusia memadati Masjidil Haram, Senin (9/6/2025) sore, untuk melakukan tawaf ifadah. Ritual ini menjadi rangkaian rukun haji sekaligus menyempurnakan ibadah haji.
Jemaah melakukan tawaf ifadah di Masjidil Haram, Senin (9/6/2025) sore. Ritual ini menjadi rangkaian rukun haji sekaligus menyempurnakan ibadah haji.
Jemaah melakukan sai dengan berjalan bolak-balik tujuh kali antara Shafa dan Marwah, Senin (9/6/2025), di Masjidil Haram.

Beragam drama dan persoalan yang mewarnai fase Armuzna tak lagi penting. Jemaah berdamai dengan keadaan. Fase Armuzna memang  diwarnai persoalan seperti jemaah yang sempat tak mendapatkan tenda. Ada pula yang telat terangkut hingga tiba di Arafah pada Kamis (5/6/2025) pagi jelang waktu wukuf.

Di Muzdalifah, kepadatan jalan akibat ribuan bus yang akan menjemput jemaah membuat penjemputan terlambat. Jemaah memilih berjalan kaki sekitar 8 kilometer dan menghabiskan waktu hingga lebih dari 6 jam di bawah sengatan sinar matahari menuju ke Mina.

Seorang jemaah lanjut usia dibaringkan di tenda wukuf di Arafah, Kamis (5/6/2025). Fase wukuf ditandai dengan keterlambatan jemaah tiba hingga yang sempat tak tertampung di tenda.
Suasana wukuf di tenda jemaah di Arafah, Kamis (5/6/2025). Walau semua jemaah terangkut ke Arafah namun banyak yang tidak mendapat tenda. Banyak pula yang tidak mendapat makanan. Sebagian jemaah juga baru tiba di Arafah pada Kamis siang, menjelang waktu wukuf.
Sebagian petugas haji yang duduk di karpet di luar tenda saat pelaksanaan wukuf di Arafah, Kamis (5/6/2025). Tenda petugas dialihkan untuk jemaah yang sempat tidak tertampung di tenda.

Di Mina, perjalanan kembali dilanjutkan ke Jamarat untuk melontar jumrah. Jarak terdekat tenda Mina ke Jamarat adalah 2 kilometer. Lokasi markaz yang jauh akan membuat jarak ke Jamarat juga menjadi lebih jauh.

Namun setelah semua rangkaian ini, tak ada lagi amarah, tak ada komplain. Yang ada hanya rasa syukur dan berdamai. Di hari terakhir lontar jumrah, yang ada hanya wajah-wajah gembira dan bahagia.

Terlebih di antara waktu jelang wukuf, banyak jemaah haji Indonesia yang menyempatkan diri ke Jabal Rahmah. Bukit berbatu ini konon menjadi tempat bertemunya Adam dan Hawa setelah diturunkan ke Bumi. Di bukit ini lautan manusia juga berzikir dan berdoa.

Jemaah memenuhi kawasan Jabal Rahmah di Arafah, Kamis (5/6/2025), sesaat sebelum wukuf. Tempat yang diyakini sebagai lokasi bertemunya Adam dan Hawa setelah diturunkan ke Bumi ini dipercaya sebagai salah satu tempat mustajab untuk berdoa.
Jemaah memenuhi kawasan Jabal Rahmah di Arafah, Kamis (5/6/2025). Tempat yang diyakini sebagai lokasi bertemunya Adam dan Hawa setelah diturunkan ke Bumi ini dipercaya sebagai salah satu tempat mustajab untuk berdoa.
Seorang anggota jemaah khusyuk berdoa di Jabal Rahmah, Arafah, Kamis (5/6/2025). Tempat yang diyakini sebagai lokasi bertemunya Adam dan Hawa setelah diturunkan ke Bumi ini dipercaya sebagai salah satu tempat mustajab untuk berdoa.
Lautan manusia memenuhi kawasan Jabal Rahmah di Arafah, Kamis (5/6/2025), sesaat sebelum wukuf. Tempat yang diyakini sebagai lokasi bertemunya Adam dan Hawa setelah diturunkan ke Bumi ini dipercaya sebagai salah satu tempat mustajab untuk berdoa.

Perihal jalan kaki, tampaknya kelak akan jadi cerita yang dikisahkan turun-temurun. Bisa jadi kisah ini menjadi cerita heroik betapa mereka bisa melakukan hal yang tak terpikirkan sebelumnya.

”Alhamdulillah semua selesai. Kami mengambil nafar awal dan akan meninggalkan Mina hari ini. Selanjutnya tinggal menyelesaikan tawaf dan sai dan selesai sudah. Soal jalan kaki kemarin, bukan masalah. Toh, itu keinginan kami karena tak ingin berlama-lama di Muzdalifah,” kata Rasmanhadi (60), anggota jemaah asal Palembang.

Sebagian jemaah meninggalkan Muzdalifah ke Mina dengan berjalan kaki pada Jumat (6/6/2025). Hal ini dilakukan katena bus penjemput cukup lama tiba akibat penumpukan kendraaan di jalan menuju Muzdalifah dan Mina.
Sebagian jemaah berjalan kaki dari Muzdalifah ke Mina pada Jumat (6/6/2025). Pilihan ini diambil katena bus penjemput terlambat tiba akibat kamacetan dan penumpukan kendaraan di rute Muzdalifah-Mina.
Jemaah menunggu bus di Muzdalifah pada Jumat (6/6/2025) keterlambatan bus penjemput menyebbakan banyak jemaah yang berjalan kaki dati Muzdalifah ke Mina.
Petugas haji berjalan di antara hamparan karpet di kawasan Muzdalifah, Arab Saudi, Kamis (5/6/2025). Muzdalifah adalah tempat yang wajib menjadi persinggahan jemaah seusai wukuf di Arafah.
Jemaah berkumpul di Muzdalifah, Arab Saudi, Kamis (5/6/2025). Muzdalifah adalah tempat yang wajib menjadi persinggahan jemaah seusai wukuf di Arafah.
Jemaah berjalan di terowongan Mina unruk melakukan lontar jumrah, Jumat (6/6/2025). Tahapan ini dilakukan usai mabit di Muzdalifah.
Suasana di area Jamarat tempat jemaah melakukan lontar jumrah, Sabtu (7/5/2025). Banyak jemaah yang kelelahan karwna memaksakan melontar jumrah setelah berjalan kaki dari Muzdalifah ke Mina.

Kini sebagian jemaah akan bersiap pulang ke Tanah Air. Secara berangsur kepulangan jemaah gelombang pertama akan dimulai pada Rabu (11/6/2025) hingga 25 Juni mendatang.

Adapun jemaah gelombang kedua secara bertahap akan ke Madinah dan pulang ke Tanah Air melalui Madinah. Pergeseran jemaah gelombang kedua ke Madinah menurut rencana akan dimulai pada Rabu (18/6/2025).


Kerabat Kerja

Penulis:

Reny Sri Ayu dari Mekkah, Arab Saudi
 | 

Editor:

Evy Rachmawati
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul