Ujian Gencatan Senjata Gaza: Pemulangan Jenazah Sandera Lambat, Israel Ancam Potong Bantuan

Jumlah truk bantuan yang masuk dibatasi Israel sebanyak 300 truk per hari. Israel masih menembak mati warga Gaza setelah perjanjian damai.

15 Okt 2025 10:10 WIB · Internasional

Oleh Iwan Santosa

GAZA, RABU — Israel menuntut pengembalian segera jenazah sandera yang belum dikembalikan oleh Hamas. Kelambatan pemulangan jenazah sandera memicu Israel mengancam akan membatasi masuknya truk bantuan ke Gaza hingga separuh, Rabu (15/10/2025).

Pengembalian jenazah sandera Israel dan pengiriman bantuan kemanusiaan merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata Hamas-Israel. Para pengamat menilai, meski sudah ada gencatan senjata, krisis di Gaza jauh dari usai. Bahkan, banyak ujian menghadang dalam pelaksanaannya.

Kelambatan pengembalian jenazah sandera menjadi ujian pertama. Militer Israel (Tzahal), Selasa (14/10/2025), melaporkan, Palang Merah Internasional mengembalikan empat peti jenazah dari selatan Jalur Gaza. Jenazah diterima otoritas Israel dan akan diidentifikasi untuk dikirimkan kepada keluarga.

Israel langsung merespons keterlambatan pengembalian jenazah dengan ancaman Israel yang akan memotong bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza, dari 600 truk per hari yang disepakati menjadi hanya 300 truk. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak agar jenazah sandera warga Israel segera dikembalikan dari Gaza. Ia tidak berkomentar soal pembatasan bantuan ke Gaza.

Seiring berjalannya gencatan senjata, Hamas memperkuat posisinya di Gaza. Mereka melancarkan penggerebekan dan mengeksekusi orang-orang yang diduga kaki tangan Israel. Hamas memublikasikan video yang memperlihatkan eksekusi yang diduga dilakukan pada Senin (13/10/2025) malam. Hamas juga terlibat pertikaian dengan klan-klan bersenjata di Palestina.

Tzahal dilaporkan menembak mati enam warga Palestina di Gaza. The Independent, mengutip Mahmud Bassal dari Pertahanan Sipil Gaza, menyebutkan, warga tersebut ditembak sehari setelah kesepakatan damai.

Lima orang ditembak saat tengah memeriksa rumah mereka yang ditinggal mengungsi di Al Shujaya di kota Gaza. Seorang warga lainnya tewas dihantam drone Israel di Al Fukhari dekat Khan Younis di selatan Gaza. Tzahal mengatakan, warga ditembak karena tidak mengindahkan larangan mendekati pos militer Israel di zona terbatas.

Palestinians collect aid parcels from aid trucks which entered from the Karem Abu Salem crossing, in Khan Yunis in the southern Gaza Strip on October 12, 2025, as a ceasefire between Israel and Palestinian factions holds in the besieged territory. A Gaza ceasefire was holding for a third day on October 12, ahead of a US-proposed hostage-prisoner exchange and a summit aimed at charting a path to peace after two years of war. (Photo by Omar AL-QATTAA / AFP)

Keluarga sandera Israel menyatakan kecewa karena baru 4 dari 28 jenazah sandera yang dikembalikan dari Gaza sejak perjanjian damai disepakati. Keluarga sandera yang masih hidup menceritakan tentang kondisi buruk yang dialami kerabat mereka selama penyanderaan.

Sementara Middle East Eyes (MEE) menampilkan aneka tayangan tahanan Palestina yang baru dibebaskan Israel. Mereka kelaparan dan mengalami aneka siksaan. Bahkan terdapat anak penyandang autisme yang turut dipenjarakan Israel.

Rumah sakit di Gaza menyatakan telah menerima jenazah 45 warga Palestina yang diserahkan oleh Israel. Ini juga bagian dari rencana Trump untuk mengakhiri perang di Gaza.

The Gulf Times melaporkan, unit militer Israel yang mengawasi bantuan ke Gaza (COGAT) mengingatkan PBB bahwa pasokan minyak dan gas yang diizinkan masuk hanya untuk keperluan operasi kemanusiaan. ”Hamas melanggar kesepakatan terkait pemulangan jenazah sandera. Sebagai akibatnya, kami menjatuhkan sanksi terkait kesepakatan bantuan kemanusiaan,” demikian keterangan tertulis COGAT.

Olga Cherevko, juru bicara kantor kemanusiaan PBB di Gaza, Selasa, mengatakan, 817 truk pengangkut bantuan kemanusiaan telah memasuki Gaza sejak gencatan senjata berlaku pekan lalu. Namun, dia memperingatkan, meski ada kelegaan untuk pertama kalinya dalam bulan ini, banyak pekerjaan yang masih harus dilakukan.

”Gencatan senjata mengakhiri pertempuran, tetapi tidak mengakhiri krisis,” kata Cherevko.

Ia mengonfirmasi telah menerima pemberitahuan dari COGAT tentang pembatasan pengiriman bantuan dan penyeberangan yang akan ditutup. Meski demikian, para pekerja kemanusiaan terus melakukan berbagai hal sebisanya untuk mengantisipasi ancaman Israel itu.

People holding up portraits of Israeli hostages still held in Gaza gather at Hostage Square in Tel Aviv early on October 13, 2025. Hamas was set to release all surviving hostages on on October 13 in exchange for Palestinian prisoners held by Israel, as US President Donald Trump headed to the region for a peace summit having declared the war "over". Trump's lightning visit to Israel and Egypt aims to celebrate his role in brokering last week's ceasefire and hostage release deal -- but comes at a precarious time as Israel and Hamas negotiate what comes next. (Photo by Menahem KAHANA / AFP)

Rekonstruksi Gaza

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan biaya rekonstruksi Gaza mencapai 70 miliar dollar AS berdasarkan penilaian kerusakan yang dilakukan PBB, Uni Eropa, dan Bank Dunia.

Berdasarkan penilaian yang diumumkan tanggal 29 Maret 2024, kerusakan fisik di Gaza mencapai 18,5 miliar dollar AS hingga akhir Januari 2024. Namun, rekonstruksi total dan pemulihan sarana akan mencapai total 70 miliar dollar AS. Itu tergantung skala upaya rekonstruksi dan juga besaran bantuan internasional terhadap pembangunan kembali Gaza.

Berbagai rumah sakit, sekolah, dan perumahan, serta rumah ibadah hancur akibat pengeboman Israel yang berlangsung dua tahun sebagai pembalasan atas serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2025.

Program Pembangunan PBB (UNDP) menyatakan, jumlah puing di Gaza setara dengan tumpukan setinggi 12 meter di seluruh Central Park, New York, atau cukup untuk membangun 13 piramida raksasa di Giza, Mesir. ”Perkiraan kerusakan dan puing di seluruh Gaza mencapai sekitar 55 juta ton. Itulah jumlah dan skala tantangannya,” ujar Jaco Cillers, Perwakilan Khusus Administrator UNDP untuk Program Bantuan Palestina.

Ia mengatakan, sebanyak 20 miliar dollar AS akan dibutuhkan dalam tiga tahun ke depan dan sisanya akan dibutuhkan dalam jangka waktu yang lebih panjang—mungkin puluhan tahun. Cillers merujuk pada ”indikasi baik” dari calon donor seperti dari dunia Arab, Eropa, dan Amerika Serikat, tanpa merinci lebih lanjut.

Mesir mengumumkan akan menyelenggarakan konferensi rekonstruksi dan pemulihan Gaza dengan bantuan AS dan Jerman. Adapun Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez, Selasa, mengatakan, mereka yang bertanggung jawab atas kehancuran di Gaza harus dimintai pertanggungjawaban.

A displaced Palestinian man carries his belongings as he walks past destroyed buildings in the heavily damaged Sheikh Radwan neighborhood in Gaza City, Saturday, Oct. 11, 2025, after Israel and Hamas agreed to a pause in their war and the release of the remaining hostages. (AP Photo/Abdel Kareem Hana)

Sementara itu, keponakan pemimpin perjuangan kemerdekaan Palestina Yasser Arafat, Nasser al-Oudwa, kembali ke Tepi Barat yang diduduki Israel setelah empat tahun mengasingkan diri. Dia menjabarkan rencana perdamaian Gaza dengan transformasi Hamas sebagai partai politik dan kesiapan dirinya membantu pemerintahan baru Palestina.

Oudwa dikenal vokal mengkritik kepemimpinan Otoritas Palestina yang disebutnya terbelit korupsi. Dia menyatakan, pemerintahan Presiden Mahmoud Abbas harus direformasi dan bertindak tegas menentang kekerasan yang dilakukan pemukim liar Yahudi di Tepi Barat. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Santosa
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan