Tewasnya Affan Kurniawan menggugah sanubari banyak orang. Aksi solidaritas pun muncul di banyak daerah. Aksi-aksi itu diharapkan berbuah keadilan hukum untuk Affan.
31 Agt 2025 08:00 WIB · Politik & Hukum
Ratusan pengemudi ojek daring di Palembang, Sumatera Selatan, rela menunda mencari nafkah demi melakukan aksi solidaritas untuk Affan Kurniawan. Mereka ikut turun ke jalan melakukan aksi damai di seberang halaman Markas Kepolisian Daerah Sumsel dan ikut menggalang donasi untuk keluarga Affan.
”Derita yang dialami Affan adalah derita kami juga. Kami ikut merasakan sakitnya peristiwa yang dialami Affan. Selama ini, kami sudah dilindas oleh aplikator (penyedia aplikasi teknologi untuk jasa kendaraan daring), sekarang ada rekan kami yang dilindas oleh kendaraan taktis Brimob,” ujar Ardeli (48), pengemudi ojek daring asal Kebun Bunga, Sukarame, Palembang, seusai ikut menggalang dana untuk Affan di persimpangan lampu lalu lintas dekat Markas Polda Sumsel, Sabtu (30/8/2025).
Affan adalah pengemudi ojek daring di Jakarta yang tewas dilindas kendaraan taktis Brimob saat terjadi aksi demonstrasi di Jakarta, Kamis (28/8/2025) malam. Peristiwa itu mengundang simpati dari sejumlah lapisan masyarakat, termasuk dari para pengemudi ojek daring di Palembang.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/30/fcb220a5-73a4-4046-803e-25f902289147_jpg.jpg)
Atas dasar itu, ratusan pengemudi ojek daring di Palembang turun ke jalan melakukan aksi damai di seberang halaman Markas Polda Sumsel pada Sabtu,selama pukul 09.00-10.30 WIB. Setelah menyampaikan orasi kepada perwakilan kepolisian, para pengemudi ojek daring itu menyebar ke delapan titik lokasi di Palembang untuk menggalang donasi bagi keluarga Affan.
Kegiatan penggalangan donasi itu dilakukan selama tiga hari, dari 30 Agustus hingga 1 September 2025. Nantinya, semua uang yang terkumpul akan diserahkan secara langsung kepada keluarga Affan di Jakarta.
Di antara ratusan pengemudi ojek daring yang turun ke jalan tersebut, Ardeli adalah salah satunya. Pria yang sudah menjadi pengemudi ojek daring sejak 2017 itu rela menunda mencari nafkah demi menunjukkan solidaritasnya untuk Affan.
Ardeli sudah mengikuti persiapan untuk melakukan aksi itu sejak pagi hari dengan berkumpul di kantor Sekretariat Asosiasi Driver Online Sumsel di Lorok Pakjo, Ilir Barat I, Palembang, sebelum bertolak ke Markas Polda Sumsel sekitar pukul 09.00 WIB. Padahal, biasanya, Ardeli sudah berjibaku mencari penumpang sejak pukul 06.00 WIB dan berakhir hingga tengah malam.
”Biasanya, pagi hari ramai penumpang orang berangkat sekolah atau kerja dan siang hari ramai penumpang pulang sekolah. Tapi, demi aksi solidaritas untuk Affan, kami libur dulu cari penumpang pagi dan siang hari selama hari ini, besok, sampai lusa,” kata Ardeli yang sebelumnya berprofesi sebagai pengemudi ojek pangkalan sejak awal tahun 2000-an.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/30/53125421-707a-481f-9cfe-ad7665747b0b_jpg.jpg)
Ardeli mengatakan, solidaritas untuk Affan sangat penting dilakukan. Sebab, apa yang terjadi atau dialami Affan sangat tragis. Kalau tidak ada yang menuntut keadilan hukum untuk Affan, itu akan sangat berbahaya untuk masyarakat. Bukan tidak mungkin, peristiwa serupa terulang dan siapa pun bisa menjadi korbannya.
”Peristiwa yang dialami Affan harus menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama untuk kepolisian, dan pelakunya harus ditindak tegas dengan hukuman seberat-beratnya. Itu sangat penting agar tidak ada affan-affan lainnya,” kata Ardeli.
Peristiwa yang dialami Affan harus menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama untuk kepolisian, dan pelakunya harus ditindak tegas dengan hukuman seberat-beratnya. Itu sangat penting agar tidak ada affan-affan lainnya.
Selain itu, Ardeli menuturkan, solidaritas untuk Affan adalah peringatan untuk pejabat pemerintahan agar tidak memandang rendah masyarakat, terutama pengemudi ojek daring. Banyak warga yang menjadi pengemudi ojek daring merupakan bukti kegagalan negara menciptakan lapangan kerja yang lebih layak untuk masyarakat. ”Kalau ada lapangan kerja lain yang lebih baik, kami pasti tidak mau menjadi pengemudi ojek daring,” ujarnya.
Aksi itu pun untuk mengingatkan pejabat pemerintahan agar lebih peduli dan bersimpati kepada masyarakat. Saat ini adalah masa-masa yang tidak mudah. Perekonomian cenderung sedang susah. Terbukti, pendapatan pengemudi ojek daring terus merosot.
Selama 2017-2019, pengemudi ojek daring bisa meraih pendapatan Rp 200.000-Rp 300.000 per hari. Namun, sejak aplikator menghapuskan bonus target permintaan atau orderan harian dan meningkatkan biaya jasa aplikasi yang mencapai setengah dari tarif setiap orderan mulai tahun 2020, pendapatan pengemudi ojek daring rata-rata menjadi Rp 100.000 per hari.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/30/c1ff1d34-9a4d-41b5-98fc-4eb33560df51_jpg.jpg)
Akhir-akhir ini, di tengah kondisi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja, pendapatan pengemudi ojek daring menjadi lebih lesu. Mereka setengah mati untuk mendapatkan Rp 50.000 per hari.
”Sekarang, walau sudah narik dari pagi sampai tengah malam, dapat Rp 50.000 saja sulitnya bukan main. Selain persaingan pengemudi ojek daring semakin banyak, ekonomi masyarakat juga sedang susah, terutama untuk pesan makanan yang dulu sangat membantu menambah pendapatan kami,” ujar Ardeli.
Jadi, di balik kerelaan ratusan pengemudi ojek daring untuk menunda mencari nafkah, ada harapan besar agar aksi yang mereka jalani memberikan dampak yang lebih baik. Sekurang-kurangnya, aksi itu bisa memberikan keadilan untuk Affan.
Selebihnya, mereka berharap aksi yang dilakukan di Palembang ataupun yang sudah lebih dahulu dilakukan di daerah lain bisa membuka mata para pemangku kepentingan agar lebih mengutamakan nasib masyarakat. ”Kalau tidak diingatkan dengan aksi-aksi seperti ini, pemerintah sering kali abai dengan nasib kami,” kata Ardeli.
Sementara itu, masyarakat umum tampak turut bersimpati dengan aksi para pengemudi ojek daring. Saat orasi menyampaikan tuntutan kepada kepolisian, sejumlah pengendara yang melintas tampak memberikan dukungan. Ada yang meneriakkan kata-kata penyemangat dan ada yang mengacungkan jempol ke atas.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/30/37696829-e7ce-4d92-8c92-bd5dd90585dd_jpg.jpg)
Ketika penggalangan donasi untuk Affan berlangsung, tak sedikit pengendara ataupun penumpang kendaraan umum yang antusias menyumbang. Ada yang sampai menyalakan klakson kendaraan atau berteriak memanggil pembawa kotak donasi karena ingin memberikan sumbangan.
Bahkan, selama pukul 10.30-11.30 WIB, uang donasi yang terkumpul dari satu tempat di persimpangan lampu lalu lintas dekat Markas Polda Sumsel mencapai Rp 3 juta. ”Kami bangga, yang menunjukkan solidaritas untuk Affan bukan hanya dari komunitas pengemudi ojek daring, melainkan pula dari masyarakat umum,” tutur Ardeli.
Ketua Asosiasi Driver Online Sumsel Muhammad Asrul Indrawan mengatakan, ada dua bentuk aksi yang mereka lakukan. Awalnya, mereka melakukan aksi damai sebagai bentuk solidaritas atas wafatnya Affan. Dalam aksi damai tersebut, mereka menyampaikan sejumlah tuntutan kepada kepolisian.
Pertama, massa mendesak Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) mengusut kasus tewasnya Affan secara transparan. Mereka minta identitas pelaku diungkap ke publik, mulai dari siapa pelaku, pangkat, jabatan, hingga tempat tinggal mereka.
Selain itu, massa meminta Kapolri menindak tegas para pelakunya agar mendapatkan hukuman seberat-beratnya. Hal itu sangat penting untuk memberikan efek jera dan tidak ada lagi affan-affan lainnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/29/7ad6c13c-0fdc-4044-b4bb-85e4eb5e058c_jpg.jpg)
Kepolisian pun dituntut tidak lagi mengulangi tindakan represif di setiap aksi unjuk rasa. ”Terakhir, kami minta Kapolri dan Presiden agar betul-betul menjamin kehidupan keluarga Affan yang salama ini tidak selalu baik-baik saja,” ujar Asrul.
Seusai menyampaikan orasi, massa melanjutkan kegiatan dengan menggalang donasi untuk keluarga Affan. ”Penggalangan donasi ini sebagai bentuk duka dan simpati kami kepada keluarga Affan,” kata Asrul.
Saat ditanya, kenapa pengemudi ojek daring di Palembang baru melakukan aksi solidaritas pada Sabtu saat di daerah lain sudah melakukan aksi serupa sejak Jumat (29/8/2025), Asrul menjawab bahwa tidak ada kata terlambat. Baginya, yang paling penting adalah aksi itu dilakukan dari hati dan harus disiapkan secara matang terlebih dahulu.
”Sebelum aksi ini, kami rapat dahulu untuk mendengarkan aspirasi dari kawan-kawan. Baru kemudian, kami menyatukan suara dan memastikan aksi dilakukan tidak anarkistis. Sebab, kami ingin Palembang tetap kondusif agar kami juga tetap bisa mencari nafkah dengan aman dan nyaman,” tutur Asrul.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Palembang Komisaris Besar Harryo Sugihhartono kepada para peserta aksi menuturkan, dirinya mewakili Kapolda Sumsel menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Affan. ”Penyampaian duka ini tidak semata-mata hanya lip service, tetapi betul-betul bentuk keprihatinan kami atas peristiwa tersebut,” ujarnya.
Keprihatinan jajaran kepolisian di Palembang ataupun Sumsel atas terjadinya peristiwa yang menimpa Affan ditunjukkan dengan komitmen menerima aksi damai dari sejumlah pengemudi ojek daring di Palembang. Mereka mengapresiasi aksi itu karena berjalan kondusif dan bersahaja. ”Aksi ini adalah hak masyarakat untuk bersuara menyampaikan pendapat di muka umum,” katanya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/30/adb929e4-2375-4425-9bf7-85648bbec62c_jpg.jpg)
Harryo pun menjamin bahwa mereka mendukung kegiatan penggalangan donasi untuk keluarga Affan. Bahkan, Harryo dan sejumlah anggota kepolisian lain ikut memberikan sumbangan donasi. ”Kami akan turut menjaga kelancaran dan keselamatan rekan-rekan selama turun ke jalan untuk menggalang donasi tersebut. Kami harap donasi yang terkumpul bisa memberikan manfaat sebaik-baiknya untuk keluarga korban,” ujar Harryo.
Tewasnya Affan sangat disesalkan dan telah menggugah sanubari banyak orang. Itulah sebabnya, gelombang aksi solidaritas untuk Affan terus merambat ke sejumlah daerah. Semoga rentetan aksi solidaritas itu berbuah keadilan hukum untuk Affan dan keluarganya.
Penulis:
Adrian FajriansyahEditor:
Rini KustiasihPenyelaras Bahasa:
Nur Adji