Setelah memenangi dua babak, lawan berat menanti pemain tunggal Indonesia dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis. Jonatan dan Gregoria akan menjalani tantangan itu.
27 Agt 2025 21:16 WIB · Olahraga
PARIS, RABU — Jonatan Christie dan Gregoria Mariska Tunjung lolos ke babak ketiga Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2025. Di babak itu, mereka harus bersiap menghadapi lawan berat yang pernah mengalahkan mereka.
Mereka memenangi babak kedua di Adidas Arena, Paris, Perancis, Rabu (27/8/2025), setelah Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari menjadi wakil pertama Indonesia yang tersingkir. Mereka tersingkir pada babak kedua setelah kalah dari Tang Chung Man/Tse Ying Suet (Hong Kong), 16-21, 14-21.
Gregoria lolos ke babak ketiga untuk ketiga kalinya setelah mencapai babak yang sama pada 2019 dan perempat final 2023. Adapun Jonatan mencapainya setelah tersingkir di babak pertama pada 2023.
Pada babak ketiga, yang akan berlangsung Kamis (28/8/2025), Gregoria akan berhadapan dengan Sim Yu Jin seusai mengalahkan Julie Dawall Jakobsen (Denmark) pada babak kedua dengan skor 21-17, 21-8. Gregoria unggul 6-1 atas Sim, tetapi dia harus tetap waspada, terutama dengan performanya sendiri.
Tunggal putri Indonesia unggulan ketujuh itu mengevaluasi diri bahwa dia masih terlalu banyak membuat kesalahan saat menjalani babak kedua. ”Saya juga harus lebih cepat mengantisipasi jika lawan mengubah pola permainan atau kecepatan,” kata Gregoria.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/27/04c9ae46-1e2d-4c8a-8801-8534720786d3_jpg.jpg)
Atlet peringkat ketujuh dunia ini memiliki target bermain lebih baik dibandingkan penampilannya pada dua turnamen sebelumnya, Jepang Terbuka dan China Terbuka, saat dia kembali ke kejuaraan setelah beristirahat selama tiga bulan. Dia tak bertanding karena mengalami gangguan vertigo.
”Saya pasti punya target sendiri, tetapi yang penting bisa tampil lebih baik dan nyaman dibandingkan dua turnamen sebelumnya,” kata Gregoria yang tersingkir pada babak pertama Jepang Terbuka dan perempat final China Terbuka tahun ini.
Langkah Gregoria ke babak ketiga diikuti ”adiknya” di pelatnas bulu tangkis, Putri Kusuma Wardani. Setelah menang atas Juliana Viana Vieira (Brasil), 21-15, 21-11, Putri akan melawan pemain Jepang berusia 19 tahun, Tomoka Miyazaki.
Miyazaki adalah bintang muda yang menjadi juara dunia yunior 2022. Dalam dua pertemuan pertama dengan Putri, mereka berbagi kemenangan dalam pertandingan tiga gim. Akan tetapi, Putri menang dalam pertemuan terakhir yang berlangsung di negara Miyazaki, yaitu pada babak kedua Jepang Terbuka, sebulan lalu.
Bagi Putri, pertandingan melawan Miyazaki nanti menjadi babak ketiga pertamanya dalam Kejuaraan Dunia setelah kalah di babak pertama 2022 dan babak kedua 2023.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/27/b317b9c9-42a4-45c5-b3da-5c123dfee117_jpg.jpg)
Sementara Jonatan akan menghadapi lawan yang mengalahkannya pada babak kedua Indonesia Terbuka, yaitu Lee Cheuk Yiu. Kekalahan itu terjadi pada pertemuan terakhir mereka, meski Jonatan unggul 7-3. Di hadapan pendukungnya di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Juni, Jonatan dikalahkan, 21-12, 12-21, 10-21.
Pemain Indonesia unggulan kelima itu akan menghadapi Lee setelah menang atas pemain Azerbaijan asal Indonesia, Ade Resky Dwicahyo, 21-9, 21-17, pada babak kedua. Setelah merebut gim pertama dengan mudah, Jonatan memenangi gim kedua dalam persaingan lebih ketat.
Setelah Jonatan unggul 11-7, skor pada gim kedua sempat berimbang 12-12, 14-14, hingga 16-16. ”Sebetulnya, saya tidak menduga melawan Ade, tetapi dia bermain bagus (pada babak pertama) bisa mengalahkan Koki Watanabe. Dia bermain sangat bagus dan agresif. Hari ini pun Ade bermain agresif. Saya coba untuk meredam,” tutur Jonatan.
Dari pertandingan melawan Ade, Jonatan ”Jojo” mengatakan bahwa dia harus lebih pintar mengantisipasi arah dan embusan angin di lapangan. Apalagi, kondisi angin di setiap lapangan berbeda.
Sementara Rinov/Pitha menjadi wakil Indonesia pertama yang tersingkir karena kalah dari Tang/Tse. Rinov mengatakan, kesulitan utamanya adalah mengantisipasi pukulan-pukulan pertama lawan, yaitu servis dan pengembalian servis. Padahal, dalam permainan ganda, pukulan-pukulan pertama sangat krusial.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/27/7f7ebbc8-4983-4b8e-a443-80c3841a1658_jpg.jpg)
”Servis dan penerimaan servis lawan membuat posisi kami enggak enak. Kami gampang keserang dan jadinya kehilangan banyak poin. Mereka memang pemain berpengalaman,” kata Rinov.
Sebanyak empat wakil Indonesia lainnya tampil pada babak kedua yang berlangsung Rabu malam hingga Kamis dini hari waktu Indonesia. Mereka, di antaranya, adalah Alwi Farhan, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, dan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani yang menjalani debut di Kejuaraan Dunia.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase