Ujian Mental Fajar/Rian di Pertandingan Pertama Kejuaraan Dunia

Tantangan dalam laga pertama Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis bukan hal mudah. Fajar/Rian menang setelah menggagalkan empat ”match point” lawan.

26 Agt 2025 21:43 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

PARIS, SELASA — Match point dalam pertandingan bulu tangkis tak otomatis menjadi posisi menguntungkan bagi yang mendapatkan dan merugikan bagi lawannya. Sikap mental yang tepat mengantarkan salah satu di antaranya menuju kemenangan.

Momen itu tergambar dalam salah satu pertandingan babak kedua ganda putra Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di Adidas Arena, Paris, Perancis, Selasa (26/8/2025). Salah satu pemerannya adalah Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, pasangan Indonesia yang dua kali menjadi semifinalis Kejuaraan Dunia. Unggulan keempat itu berhadapan dengan Hung Kuei Chun/Lui Chun Wai (Hong Kong) pada laga pertama di Paris setelah mendapat bye pada babak pertama.

Berdasarkan pengalaman bertanding dan posisi dalam peringkat dunia, Hung/Lui berada di bawah Fajar/Rian. Mereka hanya menempati peringkat ke-116 dunia, sementara Fajar/Rian di posisi keempat.

Namun, statistik jomplang tersebut tak terlihat saat mereka bertemu di Lapangan 4 pada hari kedua kejuaraan. Fajar/Rian bahkan hampir disingkirkan Hung/Lui dengan permainan cepat mereka. Setelah berbagi dua gim awal, Fajar/Rian tertinggal 16-20. Satu winner dari lawan atau satu kesalahan saja dari diri sendiri bisa membuat Fajar/Rian menjadi wakil pertama Indonesia yang tersingkir.

Dalam situasi tersebut, hanya ada satu tujuan pada benak Fajar/Rian, yaitu terus mencoba. Mencoba mendapat poin satu per satu apa pun hasil akhirnya meski mereka pun sempat pasrah.

Usaha itu membuahkan hasil ketika poin demi poin akhirnya didapat melalui servis Fajar. Atlet yang lebih sering bermain di dekat net karena berperan sebagai pengatur serangan ini melancarkan enam servis dengan tenang, tanpa satu kesalahan pun. Dua kali di antaranya berupa flick service yang juga membuahkan poin. Fajar/Rian pun lolos dari ”lubang jarum” melalui satu match point setelah menggagalkan empat match point lawan.

Ketika Fajar/Rian bisa bersikap lebih tenang, lawan justru sebaliknya. Dengan keuntungan tinggal selangkah untuk menang, Hung/Lui bermain tergesa-gesa. Dengan sikap tersebut, Hung/Lui akhirnya kehilangan kesempatan besar untuk membuat kejutan.

Quote

Ke depan, siapa pun lawan, kami harus berjuang dan tidak boleh lengah karena kejutan sangat memungkinkan terjadi di kejuaraan ini.

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto mengalahkan Hung Kuei Chun/ Lui Chun Wai (Hong Kong), 14-21, 21-11, 22-20, pada babak kedua Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di Adidas Arena, Paris, Perancis, Selasa (26/8/2025).

Selain terus berusaha sebelum lawan dipastikan menang, Fajar bercerita bahwa dia fokus menjalankan peran di bagian depan lapangan dan Rian di belakang pada momen kritis tersebut. Cara ini membuat lawan tidak punya banyak ruang untuk menyerang.

”Ke depan, siapa pun lawan, kami harus berjuang dan tidak boleh lengah karena kejutan sangat memungkinkan terjadi di kejuaraan ini. Saya berharap, setelah kemenangan krusial ini, kami bisa bermain lebih baik,” kata Fajar.

Momen yang dialami Fajar/Rian memperlihatkan bahwa pertandingan pertama tak selalu mudah bagi siapa pun. Apalagi, setiap atlet memiliki motivasi berlipat dalam Kejuaraan Dunia, setidaknya untuk tampil dengan kemampuan terbaik, apa pun hasilnya. Hung/Lui memperlihatkan satu sisi positif saat melawan Fajar/Rian, yaitu bermain tanpa beban, meski akhirnya kalah.

Babak pertama pada hari pertama kejuaraan bahkan diwarnai tersingkirnya unggulan keempat tunggal putra, Li Shi Feng, dan unggulan kesepuluh tunggal putri, Ratchanok Intanon. Li kalah dari pemain Jepang, Yushi Tanaka, sementara Intanon disingkirkan Nguyen Thuy Linh (Vietnam).

Tantangan berikutnya bagi Fajar/Rian datang dari pasangan yang lebih berpengalaman, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Pasangan Jepang ini bahkan memiliki hasil yang lebih baik dari Fajar/Rian di Kejuaraan Dunia. Mereka mencapai final di Basel 2019 (kalah dari Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan) dan menjadi juara dunia di Huelva 2021.

Fajar/Rian unggul 5-3 atas Hoki/Kobayashi, tetapi tujuh dari delapan pertemuan sebelumnya itu selalu berlangsung ketat. Hanya di final Thailand Terbuka 2022, pertandingan tak diselesaikan karena Fajar mengalami cedera pinggang.

Lawan lebih berat akan dihadapi Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana pada babak ketiga. Setelah menang atas Eloi Adam/Leo Rossi, Leo/Bagas akan melawan ganda putra terbaik saat ini, Seo Seung-jae/Kim Won-ho. Pasangan Korea Selatan ini datang ke Kejuaraan Dunia dengan lima gelar juara pada 2025, tiga di antaranya dari level Super 1000, yaitu Malaysia Terbuka, All England, dan Indonesia Terbuka.

Adapun ganda putra Indonesia lainnya, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, akan menjalani babak kedua pada Rabu. Unggulan kedelapan tersebut akan menjalani debut Kejuaraan Dunia melawan Rasmus Kjaer/Frederik Soegaard.

Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari bermain tiga gim saat menjalani babak pertama Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di Adidas Arena, Paris, Perancis, Selasa (15/8/2025). Rinov/Pitha mengalahkan Lu Ming Che/ Hung En Tzu (Taiwan), 14-21, 21-15, 21-15.

Selain Fajar/Rian, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari harus melewati laga tiga gim pada pertandingan Selasa. Bermain pada babak pertama, Rinov/Pitha kehilangan gim pertama, lalu bangkit pada dua gim berikutnya saat melawan Lu Ming Che/Hung En Tzu (Taiwan) dan menang 14-21, 21-15, 21-15.

Wakil ganda campuran lainnya, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, akan mendapat pengalaman pertama bermain dalam Kejuaraan Dunia pada babak kedua, Rabu, setelah mendapat bye di babak pertama.

Bekal positif Anthony

Pada persaingan tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting tak bisa mengikuti langkah Jonatan Christie yang melaju ke babak kedua. Jonatan menang atas Matthias Kicklitz (Jerman), 21-15, 21-5, sedangkan Anthony kalah dari Toma Junior Popov, 18-21, 21-19, 23-25.

Meski demikian, ada hal positif yang diperlihatkan Anthony pada pertandingan yang merupakan ulangan penyisihan grup Olimpiade Paris 2024 tersebut. Dia bermain lebih baik dibandingkan kekalahan pada babak pertama di Jepang dan China Terbuka.

Anthony Sinisuka Ginting menjalani laga ketat pada babak pertama Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di Adidas Arena, Paris, Perancis, Selasa (26/8/2025). Anthony kalah dari Toma Junior Popov, 18-21, 21-19, 23-25.

Dua turnamen tersebut dan Kejuaraan Dunia diikuti Anthony setelah absen dari persaingan sejak Januari karena cedera bahu kanan. Pertandingan pada tiga kejuaraan itu dijalani tanpa rasa sakit di lengan dan ini menjadi hal positif lain untuk bekalnya ke depan.

”Dari pertandingan-pertandingan yang sudah saya jalani, tidak ada rasa sakit pada tangan, tetapi tetap harus dijaga. Sekarang tinggal bagaimana saya mengembalikan rasa kompetitif pada diri sendiri karena situasi latihan dan pertandingan berbeda. Pada pertandingan tadi, misalnya, terjadi adu strategi dan mental,” kata Anthony.

Adu strategi dan mental itu terjadi sepanjang pertandingan yang berlangsung 1 jam 32 menit, terutama pada gim ketiga. Anthony unggul lebih dulu 10-7, lalu tertinggal 14-17. Setelah poin 17-17, selisih poin di antara kedua pemain hanya berkisar pada satu angka.

Anthony membuat match point lebih dulu 20-19, tetapi gagal menambah satu poin ketika tak bisa menjangkau pengembalian smes Popov. Anthony terjatuh setelah melancarkan smes sehingga tak bisa menjangkau kok dari Popov yang mendapat dukungan penonton tuan rumah.

Jonatan Christie menang atas Matthias Kicklitz (Jerman), 21-15, 21-5, pada babak pertama Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di Adidas Arena, Paris, Perancis, Selasa (15/8/2025).

Saat terjatuh, kaki kiri Anthony mengalami kram dan semakin terasa saat Popov mendapat match point ketiga di posisi 24-23. Anthony kesulitan berdiri setelah menyelesaikan pertandingan hingga dibantu Popov.

Tunggal putra Indonesia lainnya yang menjalani babak pertama pada Selasa adalah Alwi Farhan yang berhadapan dengan Nguyen Hai Dang. Pertandingan pada Rabu dini hari waktu Indonesia itu menjadi debut Alwi dalam Kejuaraan Dunia.

Di tunggal putri, Putri Kusuma Wardani menjalani babak pertama melawan Lo Sin Yan Happy. Adapun Gregoria Mariska Tunjung, sebagai satu-satunya wakil Indonesia yang bermain Senin, menang atas Petra Maixnerova, 21-10, 21-9, untuk berhadapan dengan pemain Denmark, Julie Dawall Jakobsen.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar