Jonatan Jaga Peluang ke Final BWF

Jonatan Christie melaju ke semifinal turnamen China Masters. Dia akan berhadapan dengan Shi Yu Qi untuk bersaing mendapatkan tiket final BWF.

22 Nov 2024 20:54 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah, Yulia Sapthiani

SHENZHEN, JUMAT—Jonatan Christie memenangi perempat final turnamen bulu tangkis China Masters Super 750 dengan permainan yang tak begitu bagus. Dia pun masih menjaga peluang untuk menambah wakil Indonesia pada turnamen final BWF World Tour.

”Winning ugly” didapatkan Jonatan saat melawan tunggal putra China, Lei Lan Xi, di Shenzhen Gymnasium, Shenzhen, China, Jumat (22/11/2024). Jonatan menang dengan skor 21-17, 21-17 dan akan berhadapan dengan pemain tuan rumah lainnya, Shi Yu Qi, pada semifinal.

Tunggal putra Indonesia peringkat keenam dunia itu memiliki bekal kemenangan dua gim atas Lei pada perempat final China Terbuka Super 1000, dua bulan lalu. Namun, hasil itu tak lantas membuat Jonatan bisa menang lebih mudah di Shenzhen. Keunggulan Jonatan hingga selisih terjauh lima poin, yaitu pada setiap gim, selalu bisa disamakan Lei.

Jonatan juga berkali-kali membuat unforced error melalui pukulan yang seharusnya menghasilkan angka dengan mudah. Smes silangnya, yaitu dengan target membuat kok jatuh di garis pinggir lapangan permainan tunggal, dilakukan tak sempurna. Kok, justru jatuh jauh di luar garis ganda.

Pada momen lain, juara All England itu mendapatkan peluang mendapat poin lebih mudah ketika memukul kok di atas net. Namun, alih-alih jatuh menukik, pukulan kencang Jonatan membuat kok jatuh di luar garis belakang.

Jonatan Christie melaju ke semifinal turnamen China Masters setelah menang atas Lei Lan Xi pada perempat final. Dalam pertandingan di Shenzhen Gymnasium, China, Jumat (22/11/2024), Jonatan menang dengan skor 21-17, 21-17.

Jonatan mengatakan, kendala pada pertandingan tersebut yaitu mengatasi permainan lawan yang memegang raket dengan tangan kiri. ”Saya mencoba membalikkan pikiran. Jadi, yang biasanya harus mengembalikan pukulan tertentu ke kanan, sekarang harus ke kiri dan sebaliknya,” katanya.

Kok dengan laju yang kencang, juga membuatnya harus pintar memilih strategi antara bertahan lebih dulu atau langsung menyerang. Sementara Harry Hartono, pelatih yang mendampingi Jonatan di lapangan, selalu mengingatkan agar pemain berusia 27 tahun itu bisa mengontrol permainan di depan net.

Meskipun kesulitan menghadapi pemain dengan pegangan tangan kiri dan membuat banyak unforced error, Jonatan masih bisa menang karena Lei membuat kesalahan pada perebutan poin-poin akhir. Terkadang, winning ugly, yaitu menang melalui permainan buruk, lebih baik pada situasi tertentu dibandingkan bermain baik, tetapi kalah.

Quote

Dari tiga turnamen beruntun (Korea Masters, Kumamoto Masters, dan China Masters), kami masih punya pekerjaan rumah yang banyak, yaitu dari faktor daya tahan sampai akurasi pengembalian bola.

Apalagi, Jonatan membutuhkan kemenangan tersebut untuk menjaga peluang lolos ke turnamen final BWF yang akan berlangsung di Hangzhou, China, 11-15 Desember. Ajang itu merupakan turnamen yang hanya bisa diikuti delapan wakil terbaik dari setiap nomor berdasarkan prestasi pada turnamen BWF World Tour sepanjang tahun. Pada tahun penyelenggaraan Olimpiade seperti 2024, satu tiket final BWF dari tiap-tiap nomor secara otomatis menjadi milik peraih emas Olimpiade.

Jonatan membutuhkan hasil, minimal, final di China Masters untuk mendapatkan salah satu dari dua tiket tersisa pada tunggal putra. Hingga saat ini, dari lima nomor, Indonesia belum memiliki wakil yang lolos di tunggal putra.

Pemain yang sudah masuk zona lolos ke Hangzhou yaitu Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri), Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi (ganda putri), Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (ganda putra), dan Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja (ganda campuran). Namun, nama-nama resmi yang bisa tampil di final BWF akan ditentukan melalui undangan dari BWF seusai China Masters.

Pemain lain yang berpeluang tampil di final BWF yaitu ganda putra, Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani. Mereka menjaga itu setelah mengalahkan Goh Sze Fei/Nur Izuddin (Malaysia) 18-21, 21-19, 23-21.

Sabar/Reza, yang menyingkirkan unggulan teratas, Liang Wei Keng/Wang Chang (China), pada babak kedua dipaksa memenangi perempat final pada match point ketiga. Mereka sebenarnya memiliki peluang menang lebih awal ketika unggul 19-16, tetapi Goh/Izuddin menyamakan skor menjadi 19-19.

Amalia Cahaya Pratiwi/Febriana Dwipuji Kusuma tersingkir pada perempat final turnamen China Masters di Shenzhen, China. Dalam pertandingan yang berlangsung Jumat (22/11/2024), Amalia/Febriana kalah dari Nami Matsuyama/Chiharu Shida (Jepang), 12-21, 18-21.

Dua wakil Indonesia lainnya, yang tampil di perempat final, tersingkir. Mereka yaitu Febriana/Amalia dan Dejan/Gloria. Febriana/Amalia disingkirkan pasangan Jepang unggulan ketiga, Nami Matsuyama/Chiharu Shida, 12-21, 18-21. Adapun Dejan/Gloria kalah dari Tang Chun Man/Tse Ying Tsuet (Hong Kong) 13-21, 17-21.

Seusai tersingkir di China Masters, kedua pasangan itu akan fokus menyiapkan diri untuk final BWF. Febriana/Amalia akan menjalani debut dalam turnamen di pengujung tahun itu, demikian pula dengan Dejan. Adapun Gloria pernah tampil bersama Hafiz Faizal pada 2018 dan 2020.

”Dari tiga turnamen beruntun (Korea Masters, Kumamoto Masters, dan China Masters), kami masih punya pekerjaan rumah yang banyak, yaitu dari faktor daya tahan sampai akurasi pengembalian bola,” ujar Amalia yang mencapai semifinal di Korea dan babak kedua di Kumamoto.

Gloria menyatakan bahwa dia dan Dejan masih kesulitan untuk tampil konsisten pada setiap turnamen, apalagi jika salah satu di antara mereka panik. Gloria pun menyatakan bahwa dia dan Dejan harus bisa bermain dengan tenang. Faktor tersebut akan menjadi salah satu bahan evaluasi pada masa persiapan untuk final BWF.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah, Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono