Jordi Amat, antara Optimisme dan Pesimisme bersama Persija Jakarta

Persija Jakarta memiliki duet bek tengah termahal di Liga 1, Jordi Amat dan Rizky Ridho. Terlepas kualitas mumpuni, Jordi dibayangi kebugaran yang menurun.

07 Jul 2025 13:20 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Persija Jakarta membentuk duet bek tengah bernilai pasar tertinggi di Liga 1 Indonesia 2025-2026 dengan merekrut Jordi Amat Maas. Pemain berusia 33 tahun itu akan bersanding dengan kompatriot di tim nasional Indonesia yang menyandang kapten ”Macan Kemayoran”, Rizky Ridho.

Dalam dua musim terakhir Jordi membela klub juara Liga Malaysia, Johor Darul Ta’zim (JDT). Tujuh gelar juara disumbangkan Jordi di negeri jiran. Bersama JDT, ia meraih gelar liga perdana selama karier profesional yang dimulai sejak 2009.

Berdasarkan data Transfermarkt, Jordi merupakan pemain dengan nilai pasar termahal kedua di Liga 1 musim 2025-2026. Nilai pasar Jordi mencapai Rp 11,3 miliar. Nominal itu hanya kalah dari gelandang sayap anyar Bali United, Thijmen Goppel, yang bernilai Rp 12,17 miliar.

Jordi bakal berduet dengan Ridho yang menjadi pemain lokal termahal di Liga 1. Nilai pasar bek berusia 23 tahun itu ialah Rp 9,56 miliar. Pesepak bola asal Surabaya, Jawa Timur, itu menduduki peringkat keempat dalam predikat pesepak bola paling bernilai dalam daftar pemain kompetisi kasta tertinggi di Indonesia.

Secara akumulasi, Persija memiliki duet bek tengah termahal dengan nilai pasar keseluruhan Rp 20,86 miliar. Nilai pasar yang dikemas Jordi-Ridho jauh lebih tinggi dibandingkan dua duet bek tengah termahal kedua di Liga 1 2025-2026.

Pemain Indonesia - Jordi Amat Kompas/Hendra A Setyawan (HAS)

Mereka adalah duo jantung pertahan baru Persib Bandung, Patricio Matricardi dan Julio Cesar, serta bek PSM Makassar, Yuran Fernandes dan Aloisio Neto, yang sama-sama mengoleksi nilai pasar akumulasi sebesar Rp 11,3 miliar.

Situasi itu membuat Pelatih Persija Mauricio Souza memiliki modal penting untuk membangun skuad demi bersaing mengejar gelar juara Liga 1. Macan Kemayoran mengakhiri dua musim terakhir Liga 1 dengan duduk di papan tengah.

Mereka finis di posisi kedelapan pada 2023-2024, lalu peringkat ketujuh pada 2024-2025. Sudah lima musim Persija tidak meraih trofi juara sejak menjadi kampiun Liga 1 2018.

Jordi mengakui, Liga 1 Indonesia akan berjalan sangat kompetitif. Ia bertekad membawa mental pemenang yang dimilikinya melalui perjalanan karier yang panjang di Liga Spanyol, Liga Inggris, dan Liga Belgia, hingga bertarung di Liga Champions Asia Elite.

”Tujuan saya membawa mental pemenang kepada tim. Saya ingin membantu tim memenangi seluruh pertandingan. Dukungan suporter dan pemain berkualitas yang dimiliki klub, saya harap bisa mewujudkan itu,” ujar Jordi dalam wawancara kepada Persija TV.

Jordi menjadi tambahan penting bagi permainan Persija. Tidak hanya memberikan efek gentar kepada para pemain depan lawan, pengalaman Jordi juga membuat pertahanan Persija berpotensi amat kokoh.

Pesepak bola Persija Jakarta Rizky Ridho (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Persib Bandung Beckham Putra (kiri) dalam laga lanjutan Liga 1 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (16/2/2025). Persija gagal meraih kemenangan setelah ditahan Persib dengan skor 2-2. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/Spt.

Tingkat nirbobol JDT selama Jordi tampil dalam 38 laga Liga Malaysia mencapai 55 persen. Adapun Persija selama Liga 1 2024-2025 hanya mengoleksi 18 persen laga tanpa kemasukan.

Selain itu, Souza juga bisa membentuk Persija sebagai tim yang bermain bak tim-tim sepak bola modern saat ini dengan membangun serangan dari lini pertahanan. Jordi memiliki catatan akurasi operan sukses mencapai 93,5 persen dalam dua musim bermain di Liga Malaysia. Persentase itu menegaskan kualitas bermain Jordi yang besar di iklim sepak bola Spanyol.

Penurunan kondisi

Di tengah potensi tambahan kualitas, Jordi yang sudah memasuki usia lebih dari kepala tiga dibayangi penurunan kondisi fisiknya. Selama dua musim membela JDT, ia dihadang sejumlah cedera yang memaksanya menepi.

Hal itu terutama tercipta pada musim 2024-2025 lalu. Masalah kebugaran, salah satunya cedera engkel, menyebabkan Jordi tidak bisa bermain selama 77 hari.

Ia melewatkan setidaknya 11 pertandingan. Jumlah itu belum termasuk ketika ia hanya duduk di bangku cadangan ketika level kebugaran laganya belum dalam kondisi terbaik.

Bek tengah Indonesia, Jordi Amat (tengah), berlatih di lapangan Al Egla Training Facility, Lusail, Qatar, Selasa (23/1/2024). Indonesia akan menghadapi Jepang pada laga terakhir penyisihan grup D Piala asia 2023. Pertandingan akan digelar di Stadion Al Thumama, Doha, Rabu (24/1/2024). KOMPAS/IWAN SETIYAWAN (SET) 24-01-2024

Secara total, pada musim terakhirnya bersama JDT, Jordi hanya bermain 25 kali dari 47 laga yang dijalani tim berjuluk ”Macan Selatan” itu. Jumlah pertandingan itu menurun drastis dibandingkan 37 laga yang dilalui pada kampanye kompetisi 2023-2024.

Selain melihat kuantitas pertandingan yang menurun, rerata menit bermain Jordi juga menurun pada dua musim membela JDT. Ia mengoleksi rerata 88 menit per pertandingan pada musim 2023-2024. Namun, Jordi hanya bermain rata-rata 74 menit per laga pada musim pamungkasnya berseragam JDT.

Dengan rekam historis kondisi fisik yang cenderung menurun dalam dua musim terakhir, Persija wajib mencermati dengan baik kondisi dan jatah bermain Jordi. Etos kerja dan komitmen besar Jordi untuk menjaga kebugaran tubuhnya tidak perlu diragukan lagi.

Namun, usia tidak bisa dilawan. Metabolisme tubuh Jordi tidak seprima ketika masih berusia 20-an.

Macan Kemayoran tentu tidak sesibuk JDT yang bermain di lima kompetisi dengan memainkan lebih dari 45 pertandingan setiap musim. Persija hanya akan bertarung di Liga 1. Meski begitu, jarak geografis antarpertandingan yang bakal berjauhan bakal berpengaruh kepada kondisi pemain.

Pesepak bola Persebaya Surabaya Kadek Raditya Maheswara (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Persija Jakarta Rizky Ridho (kanan) saat pertandingan BRI Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (22/11/2024). Persebaya mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 2-1. ANTARA FOTO/Rizal Hanafi/agr

Perjalanan laga tandang yang melelahkan ke kandang Malut United di Ternate, Maluku Utara, serta markas PSM Makassar di Parepare, Sulawesi Selatan, akan menjadi pengalaman laga tandang kompetisi domestik terpanjang bagi pemain lulusan akademi Espanyol itu.

Terlepas segala kondisi yang akan dialami Jordi dalam musim debutnya di Liga 1, kompetisi nasional bakal mendapat kehadiran salah satu bek tengah terbaik di Asia saat ini. Bek-bek muda Indonesia bisa langsung belajar banyak dari Jordi.

Selamat datang di kompetisi tanah leluhurmu, Pangeran!


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji