Timnas futsal Indonesia berambisi menembus semifinal perdana di Piala Asia Futsal. ”Garuda” harga mati tundukkan Vietnam.
31 Jan 2026 22:05 WIB · Olahraga
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
JAKARTA, KOMPAS — Untuk pertama kali dalam keikutsertaan di Piala Asia Futsal, timnas futsal Indonesia mengakhiri babak penyisihan dengan menduduki puncak klasemen. Dengan hasil itu, Indonesia akan menantang Vietnam di babak perempat final, Selasa (3/2/2026) pukul 19.00 WIB, di Indonesia Arena, Jakarta.
Indonesia memuncaki Grup A berkat hasil imbang 1-1 menghadapi Irak, Sabtu (31/1/2026), di Indonesia Arena, Jakarta. Skuad ”Garuda” unggul lebih dulu melalui sepakan pivot, Samuel Eko, pada menit keenam. Irak membalas lewat tembakan terarah Haedr Majd pada menit ke-30.
Indonesia dan Irak menutup persaingan Grup A dengan koleksi tujuh poin. Tim tuan rumah berada di urutan pertama berkat keunggulan selisih gol +7, sedangkan catatan selisih gol Irak ialah +4.
Tak ayal, skuad Garuda mengemas catatan bersejarah karena raihan tujuh poin menjadi koleksi poin tertinggi Indonesia dalam Piala Asia Futsal sejak debut edisi 2002. Performa terbaik Indonesia sebelumnya tercipta pada edisi 2022 dengan lolos ke perempat final berkat raihan enam poin dan duduk di posisi kedua.
Pelatih timnas futsal Indonesia, Hector Souto, bangga dengan penampilan anak asuhnya yang mencetak sejarah di Piala Asia Futsal. Menurut dia, hasil imbang sudah cukup bagi Indonesia untuk mencapai target.
”Indonesia belum pernah finis di peringkat pertama fase grup. Penting bagi kami untuk lolos ke perempat final sebagai juara grup karena ini menunjukkan kualitas kami dan membuat semua pendukung senang,” ucap Souto di zona campuran setelah pertandingan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/27/d2bcbc15b8f1ba733da047af42d449c3-FAK_6705.jpg)
Derbi sesama Asia Tenggara di babak perempat final tercipta karena Vietnam menghuni peringkat kedua Grup B seusai tumbang 0-1 dari Thailand pada laga pamungkas, Sabtu sore. Vietnam mengumpulkan enam poin di fase grup.
Pertemuan dengan Vietnam bakal menjadi ajang revans Mochammad Iqbal dan kawan-kawan. Pasalnya, Indonesia menelan satu-satunya kekalahan di ajang SEA Games 2025 dari Vietnam. Indonesia tumbang 0-1.
”Ini kesempatan kami balas dendam dari hasil di SEA Games. Apalagi, kami bermain di rumah sendiri. Wajib menang,” ujar Eko yang dinobatkan sebagai pemain terbaik pada laga menghadapi Irak.
Souto menambahkan, target lolos ke perempat final yang sudah tercapai membawa skuadnya ingin melangkah lebih jauh di Piala Asia Futsal 2026. Ia bertekad membantu Indonesia menembus semifinal Piala Asia untuk pertama kali.
”Kami akan berusaha memenangkan tiket semifinal. Namun, kami akan bermain tanpa tekanan karena kami belum pernah ke semifinal. Hal ini berbeda dibandingkan Vietnam yang pernah mencapai babak itu sebelumnya,” kata Souto.
Juru taktik asal Spanyol itu menambahkan, ”Kami akan menghadapi Vietnam yang menyerang dengan cepat. Laga akan berlangsung seimbang karena Indonesia bersama Thailand, Vietnam, dan Malaysia adalah kekuatan yang relatif seimbang di Asia Tenggara.”
Pelatih Vietnam, Diego Raul, kecewa dengan kegagalan timnya meraih poin menghadapi Thailand. Setelah mengalahkan Kuwait dan Lebanon, Vietnam meraup enam poin. Hasil itu sudah lebih baik dibandingkan koleksi empat poin mereka pada fase grup Piala Asia Futsal 2024.
”Memang hasil tidak sesuai harapan, tetapi saya melihat permainan tim yang terus menanjak di setiap gim. Kami mampu meningkatkan performa secara individu dan kolektif,” tutur Raul seusai gim kontra Thailand.
Vietnam melanjutkan tradisi selalu lolos minimal ke babak perempat final Piala Asia Futsal dalam enam edisi beruntun sejak 2014. Pencapaian terjauh mereka tercatat saat menembus semifinal pada Uzbekistan 2016.
Raul mewaspadai kekuatan teknis dan nonteknis Indonesia. Menurut dia, Indonesia akan menjadi tim yang berbeda dibandingkan saat mereka taklukkan 0-1 pada SEA Games 2025 lalu.
”Indonesia adalah tim yang tangguh, apalagi mereka akan bermain di hadapan ribuan suporter. Laga akan sulit. Namun, bermodal penampilan di tiga laga fase grup, saya yakin kami bisa tampil bagus,” ujar Raul yang berpaspor Argentina.
Pertandingan menghadapi Irak menjadi duel tersengit yang dijalani skuad Garuda di Grup A. Pada laga menghadapi Korea Selatan dan Kirgizstan, Indonesia tampil relatif nyaman untuk menyerang.
Namun, situasi berbeda terjadi saat melawan Irak. Sempat unggul cepat dan tampil menyerang selama 15 menit awal babak pertama, Indonesia kemudian berada di bawah tekanan.
Indonesia menghadapi sisa 25 menit pertandingan di bawah tekanan ”Singa Mesopotamia”, julukan Irak. Irak bermain power play, yakni taktik menyerang dengan lima pemain tanpa kiper reguler. Strategi itu diterapkan sejak lima menit akhir babak pertama hingga sepanjang babak kedua.
Meski tampil menyerang total, Irak kesulitan membongkar pertahanan rapat Indonesia. Kerapatan lini belakang membuat Irak hanya mampu mencetak satu gol lewat sepakan Haedr.
Haedr merupakan pemain yang berstatus flying goalkeeper selama timnya menerapkan power play. Ia mengenakan seragam kiper Irak berwarna hitam, berbeda dengan jersei putih yang digunakan rekan setimnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/27/3243def9af38c9a56f388553a0607727-FAK_7117.jpg)
Di tengah tekanan itu, wasit sempat meniup peluit tanda gol Indonesia ketika waktu normal tersisa empat detik. Wasit menilai lemparan jauh kiper Indonesia, Muhammad Nizar, masuk ke gawang setelah tangkapan Haedr tidak sempurna.
Pelatih Irak, Joao Carlos, kemudian mengajukan tantangan untuk meninjau keputusan tersebut. Setelah peninjauan, wasit asal Arab Saudi, Yahya Hassan, membatalkan gol untuk skuad Garuda.
”Kami sudah mempelajari lima hingga enam gim terakhir mereka dan mengetahui pola serangan Irak. Biasanya itu efektif, tetapi kami mampu menahan mereka agar tidak menciptakan banyak peluang. Kami memenangkan perebutan juara grup,” kata Souto.
Carlos mengapresiasi semangat juang anak asuhnya. Menurut dia, eksekusi taktik telah dijalankan dengan baik meski hasil akhir belum sesuai harapan.
”Kami bermain menyerang penuh untuk menang. Namun, inilah hasil dari pertandingan yang sengit dengan atmosfer stadion yang luar biasa,” ujar Carlos, yang harus berteriak untuk memberi instruksi di hadapan 10.076 penonton. Suara Carlos pun habis setelah laga.
Selanjutnya, Irak akan menantang Thailand pada babak perempat final. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung Selasa pukul 15.00 WIB di Indonesia Arena.
Thailand menjadi tim pertama yang memastikan diri meraih hasil sempurna pada fase grup Piala Asia Futsal 2026. Gol tunggal Krit Aransanyalak pada menit ke-36 mengunci kemenangan Thailand dalam derbi Asia Tenggara penutup persaingan Grup B.
Bagi Thailand, capaian di Indonesia 2026 dengan lolos dari fase grup dengan poin sempurna serupa dengan catatan mereka dua tahun silam saat menjadi tuan rumah. Mereka juga memastikan status juara grup dengan menaklukkan Vietnam pada gim pamungkas.
Pelatih Thailand, Rakphol Sainetngam, puas dengan penampilan anak asuhnya yang tampil tanpa cela di babak penyisihan. Kemenangan tanpa kebobolan atas Vietnam, menurut dia, menjadi modal penting untuk menatap perempat final.
”Kami sudah mencapai target awal, yaitu lolos sebagai juara grup. Ini hasil yang baik bagi generasi baru timnas futsal Thailand,” kata Sainetngam, yang menangani Thailand sejak 1 Januari 2026, di zona campuran seusai laga.
”Selanjutnya, kami akan berusaha tampil maksimal untuk memenuhi target berikutnya, yakni lolos ke semifinal,” ujar Sainetngam, yang pernah membawa tim Indonesia, Black Steel FC, menjuarai Kejuaraan Klub AFF 2023.
Sebagai catatan, tim ”Gajah Perang” selalu mampu menembus semifinal pada dua edisi terakhir Piala Asia Futsal. Mereka meraih peringkat ketiga pada 2022 dan menembus final pada 2024.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra