Jude Bellingham di Antara Kepingan Teka-teki Tuchel

Menjelang Piala Dunia 2026, skuad impian Inggris ala Thomas Tuchel mulai terbentuk. Gelandang Jude Bellingham berpotensi tidak masuk 11 pemain utama ”Tiga Singa”.

17 Nov 2025 18:09 WIB · Olahraga

AP

Oleh Kelvin Hianusa

Kemenangan Inggris di laga terakhir kualifikasi dipersembahkan penyerang veteran Harry Kane yang menciptakan sepasang gol ke gawang Albania. Namun, sorotan media justru tertuju kepada gelandang Jude Bellingham. Bukan karena penampilan apik, melainkan sikapnya yang agak janggal.

Bellingham mengangkat tangannya ke udara, menandakan rasa frustrasi saat gelandang Morgan Rogers sudah bersiap di pinggir lapangan. Megabintang Real Madrid itu menyadari, akan segera ditarik keluar oleh pelatih Thomas Tuchel dengan waktu normal yang tinggal tersisa enam menit.

”Saya melihat dia tidak senang, tetapi saya tidak ingin membesar-besarkan masalah. Pemain seperti Jude itu sangat kompetitif, jadi pasti dia tidak pernah suka (diganti). Kata-kata saya masih sama, perilaku adalah kunci. Termasuk menaruh rasa hormat saat rekan setim akan masuk,” ujar Tuchel.

Wajar Bellingham kecewa. Setelah hampir setengah tahun, dia baru kembali dipercaya tampil sebagai starter dalam laga terakhir kualifikasi di Stadion Kombetare, Tirane, Albania, Senin (17/11/2025) dini hari WIB. Sang gelandang juga sedang tampil bagus, terbukti dia menerima trofi pemain terbaik laga.

Di sisi lain, pemain 22 tahun itu kurang dewasa. Bellingham ditarik karena Inggris sudah unggul dua gol. Tuchel tidak ingin mengambil risiko karena Bellingham sudah menerima kartu kuning. Jika mendapatkan kartu kuning kedua, sang pemain terancam absen di laga pembuka Piala Dunia.

Tuchel juga ingin memberi kesempatan untuk Rogers yang hanya tampil 65 menit ketika versus Serbia, Jumat lalu. ”Morgan jelas tidak senang ketika tidak bisa jadi starter hari ini karena dia pantas bermain untuk kami. Dia juga ingin bermain terus-menerus,” kata pelatih asal Jerman tersebut.

England's midfielder #10 Jude Bellingham (R) controls the ball in front of Albania's midfielder #20 Ylber Ramadani (L) during the 2026 World Cup Group K qualifier football match between Albania and England at the "Air Albania" stadium in Tirana , on November 16, 2025. (Photo by Adnan Beci / AFP)
Quote

Jika Anda ingin memenangi Piala Dunia, Anda terkadang harus bermain sedikit.

Bellingham dan Rogers sebenarnya bersahabat. Mereka saling mengenal sejak masih di level yunior, bahkan sempat bersama-sama tampil di timnas kelompok usia. Namun, persahabatan itu tidak berlaku di lapangan saat ini. Mereka sama-sama mengincar spot ”nomor 10” Inggris di Piala Dunia.

Tuchel sudah menegaskan, Inggris hanya akan memainkan satu gelandang serang. Artinya, pilihannya di antara Bellingham atau Rogers? Dari sisi kualitas, Bellingham yang selalu diandalkan Inggris di ajang-ajang besar dalam beberapa tahun terakhir memang lebih unggul daripada sahabatnya.

Meskipun begitu, Rogers sudah berhasil mencuri hati sang pelatih. Selama Bellingham absen akibat cedera, pemain asal Aston Villa itu yang menggantikan. Rogers tampil di seluruh laga kualifikasi grup dan berperan penting dalam mengantar ”Si Tiga Singa” ke putaran final.

Faktor lain yang memberatkan Bellingham adalah ego kebintangan. Jika ingin berangkat ke Piala Dunia, dia harus rela menerima peran apa pun di timnas nanti. Seperti diketahui, Tuchel sangat memprioritaskan kebersamaan dan kepentingan tim. Sang pelatih tidak peduli dengan status bintang.

Tuchel berpesan, tim berada di atas individu. ”Jika Anda ingin memenangi Piala Dunia, Anda terkadang harus bermain sedikit. Anda mungkin tidak bermain setiap menit yang Anda inginkan, Anda harus melakukan apa yang terbaik untuk tim. Permainan telah berubah,” ucapnya.

Piramida kepemimpinan

Kane, kapten Inggris, berkata, saat ini terdapat kelompok kepemimpinan yang baru di dalam tim. Selain dirinya, grup itu diisi pemain yang lebih muda, seperti Bellingham, penyerang sayap Bukayo Saka, gelandang Declan Rice, dan bek Marc Guehi. Mereka berada di bagian teratas piramida ”Tiga Singa”.

Di antara itu, hanya Bellingham yang belum mengamankan posisi starter. Empat pemain lainnya tidak tergantikan di tim asuhan Tuchel. Mereka selalu bermain saat masuk dalam skuad, termasuk Guehi yang jarang tampil selama kualifikasi akibat cedera. Guehi selalu menjadi opsi utama di lini belakang.

England's Morgan Rogers misses the ball between Serbia's Nikola Milenkovic, left, and Nemanja Gudelj during a World Cup qualifier group K soccer match between Serbia and England in London, Thursday, Nov. 13, 2025. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Selain empat pemain itu, gelandang Elliot Anderson juga hampir pasti menjadi pilihan utama Tuchel. Sejak debut versus Andorra pada September lalu, pemain Nottingham Forest itu selalu diduetkan bersama Rice. Sang pelatih menilai, kombinasi mereka sangat padu di lini tengah.

Dari sekian banyak posisi, salah satu yang masih menjadi teka-teki adalah bek sayap kiri. Tuchel selalu mengganti pemain di posisi itu dalam tiga jendela internasional terakhir. Mulai dari Myles Lewis-Skelly (Arsenal), Djed Spence (Tottenham Hotspur), hingga Nico O’Reilly (Manchester City).

Terakhir, di jeda internasional kali ini, O’Reilly dimainkan selama 90 menit dalam dua laga beruntun. Kepercayaan Tuchel tidak lepas dari performa konsisten sang bek 20 tahun di level klub. Adapun Lewis-Skelly tidak dipanggil karena mulai jarang tampil di Arsenal.

Di posisi penyerang sayap kiri, persaingan juga terbuka lebar. Pemain Barcelona Marcus Rashford memang paling dipercaya di posisi itu, tampil 7 dari 8 laga kualifikasi. Namun, pemain Arsenal, Eberechi Eze, yang mencetak dua gol dari tiga laga terakhir bersama Inggris, akan meramaikan kompetisi.

Terlepas dari itu, kompetisi paling ramai terjadi di posisi ”nomor 10”. Para pemain bintang Liga Inggris, seperti Phil Foden dan Cole Palmer, juga akan bersaing dengan Bellingham dan Rogers. Belum lagi, Eze juga piawai untuk tampil di posisi gelandang serang, seperti saat bersama Arsenal.

Menurut Kane, atmosfer kompetitif di kubu ”Tiga Singa” akan menjadi hal positif saat Piala Dunia. ”Jika Anda ingin melaju jauh di turnamen, Anda butuh peran dari seisi skuad. Anda sangat butuh pemain dari bangku cadangan untuk memberi pengaruh. Itulah inti sepak bola, bukan hanya tentang 11 pertama yang bermain,” ujarnya.

Pemain Perancis Aurelien Tchouameni (kiri) menendang bola dan mencetak gol pembuka timnya dikawal pemain Inggris Jude Bellingham dalam pertandingan sepak bola perempat final Piala Dunia antara Inggris dan Perancis, di Stadion Al Bayt di Al Khor, Qatar, Sabtu (10/12/2022). AP Photo/Natacha Pisarenko 10-12-2022 *** Local Caption *** France's Aurelien Tchouameni, left, kicks the ball past England's Jude Bellingham to score his team's first goal during the World Cup quarterfinal soccer match between England and France, at the Al Bayt Stadium in Al Khor, Qatar, Saturday, Dec. 10, 2022. (AP Photo/Natacha Pisarenko)

Piala Dunia baru akan berlangsung pada musim panas 2026. Sementara itu, jeda internasional selanjutnya masih berjarak empat bulan lagi. Di rentang waktu itu, banyak hal bisa terjadi. Para pemain bisa cedera dan kehilangan performa terbaik atau justru sebaliknya.

Alhasil, walaupun Tuchel tampak sudah yakin dengan sebagian pemain, formula terbaik skuad Inggris saat ini sebenarnya hanya bayangan semata. Berbagai perubahan masih sangat mungkin terjadi pada tahun depan, apalagi dengan bakat para pemain Inggris yang terus bermunculan. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase