Jumpa Newcastle, Liverpool Memburu Penutup Manis di Bulan ”Cinta”

Setelah jalani dua gim tandang sulit, Liverpool kembali ke Anfield. Newcastle United tantangan terberat ”Si Merah” untuk menyapu bersih sisa gim kandang musim ini.

25 Feb 2025 16:12 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

LIVERPOOL, SELASA — Newcastle United menjadi lawan terakhir Liverpool selama perjalanan bulan Februari yang super padat dan sulit. Demi memuluskan langkah untuk mendekatkan diri dengan trofi Liga Inggris ke-20, ”Si Merah” memburu tiga poin di Stadion Anfield, Kamis (27/2/2025) pukul 03.15 WIB.

Bulan Februari yang dikenal juga bulan ”cinta” adalah periode paling sibuk bagi Liverpool pada paruh kedua Liga Inggris musim 2024-2025. Mohamed Salah dan kawan-kawan menjalani enam pertandingan.

Pada tiga bulan tersisa selanjutnya di musim ini, Liverpool memiliki kuantitas pertandingan lebih sedikit. Mereka hanya akan menghadapi Southampton pada laga kandang di bulan Maret.

Kemudian, Liverpool kembali menjalani bulan April yang padat karena menyajikan lima pertandingan. Pada bulan Mei, Liverpool akan menghadapi empat tim yang terdiri dari Chelsea, Arsenal, Brighton & Hove Albion, dan Crystal Palace.

Pemain Liverpool Mohamed Salah (kedua dari kiri) berebut bola dengan pemain Manchester City Abdukodir Khusanov (kanan) pada laga Liga Inggris di Stadion Etihad, Manchester, Senin (24/2/2025) dini hari WIB. Liverpool menang 2-0 pada laga itu.

Namun, kualitas lawan di Februari dan April jauh berbeda. Selama bulan ini, Si Merah menghadapi empat tim yang memburu zona Eropa, yaitu Bournemouth, Aston Villa, Manchester City, lalu ditutup Newcastle.

Empat pertandingan selama bulan Februari dijalani di kandang lawan. Liverpool membawa pulang kemenangan dari markas Bournemouth dan City. Di sisi lain, mereka ditahan Everton dan Villa.

Adapun laga menjamu Newcastle adalah gim kandang kedua di bulan Februari. Sebelumnya, Si Merah menumbangkan Wolverhampton Wanderers 2-1.

Meskipun masih menyisakan tiga bulan tersisa di kampanye kompetisi 2024-2025, hasil baik, terutama nirkalah, selama bulan Februari kian menegaskan superioritas Liverpool. Apalagi seusai mengakhiri kutukan 10 tahun di kandang City, Stadion Etihad, Liverpool sudah semakin sulit diusik oleh Arsenal, pesaing terdekat di papan klasemen sementara.

Dengan kepercayaan diri yang tengah meninggi, Si Merah diunggulkan untuk mengemas penutup manis di bulan Februari ini. Selain itu, tambahan tiga poin juga berpeluang memperbesar keunggulan poin dari Arsenal.

Newcastle United's Sandro Tonali and Brighton and Hove Albion's Yasin Ayari, right, battle for the ball during the English Premier League soccer match between Newcastle United and Brighton and Hove Albion at St James' Park, Newcastle, England, Saturday Oct. 19, 2024. (Owen Humphreys/PA via AP)

Sebab, pada hari yang sama, Arsenal akan menjalani gim ke-27 di kandang Nottingham Forest. Si Meriam bakal menjalani laga super sengit karena Forest memiliki ambisi besar untuk kembali ke jalur kemenangan setelah tumbang dalam dua gim beruntun.

Manajer Liverpool Arne Slot mengakui betapa sulitnya bulan Februari bagi anak asuhannya. Terlepas mampu membawa pulang poin dari kandang Villa dan City, Slot menegaskan, raihan poin itu didapatkan berkat kerja keras semua pemain untuk mengerahkan seluruh kemampuan mereka.

”Sekarang, kami akan menghadapi Newcastle yang sebelumnya kami bermain 3-3. Kami mengalami betapa sulitnya menghadapi mereka. Keunggulan kami (di klasemen) tidak berarti apa-apa karena kami harus berjuang ekstra keras untuk memenangi setiap pertandingan,” ujar Slot dalam konferensi pers menjelang laga dilansir laman klub, Selasa (25/2/2025).

Lebih lanjut, Slot tidak ingin terlalu memikirkan gap 11 poin yang telah dimiliki timnya dengan Arsenal. Kata Slot, semua hal masih berpeluang terjadi hingga pertandingan terakhir di Liga Inggris.

”Potensi kehilangan poin juga membayangi kami di setiap pertandingan. Namun, kami harus tetap tenang karena saya yakin tim ini memiliki banyak kualitas untuk mengatasi berbagai situasi di pertandingan,” tutur Slot yang berasal dari Belanda itu.

Pemain Liverpool Mohamed Salah (kanan) menendang bola melewati pemain Manchester City Josko Gvardiol (tengah), tetapi tidak berbuah gol, pada laga Liga Inggris di Stadion Etihad, Manchester, Senin (24/2/2025) dini hari WIB. Liverpool menang 2-0 pada laga itu.

Menurunkan beban Salah

Selain menegaskan kualitas sebagai tim juara, bulan Februari juga membuktikan Slot bisa menemukan alternatif untuk perbaikan performa lini depan. Ketika Cody Gakpo belum sepenuhnya fit dari cedera, lalu Diogo Jota dan Darwin Nunez belum tajam dengan tugas sebagai nomor 9, Slot bisa menurunkan taktik false nine alias penyerang bayangan.

Berbeda dengan tren false nine yang diperkenalkan Pep Guardiola bersama Barcelona pada pengujung dekade 2000-an, gaya bermain Liverpool tanpa penyerang murni cukup unik. Slot tidak hanya menurunkan satu pemain penyerang bayangan, tetapi dua pemain.

Dominik Szoboszlai dan Curtis Jones, dua gelandang tengah, memainkan peran sebagai penyerang bayangan. Mereka ditopang Salah dan Luis Diaz dari sisi sayap. Menariknya, gaya menyerang 4-2-4 sedikit menurunkan beban Salah.

Pemain belakang City, yang menjadi lawan perdana Liverpool menerapkan taktik baru itu, sudah terpecah fokus untuk mengawal pergerakan Szoboszlai dan Jones di kotak penalti. Situasi itu mengurangi kuantitas pemain lawan untuk mengawal Salah, juga Diaz.

Szoboszlai, misalnya, mampu mencetak satu gol dari tiga tembakan yang dihasilkannya. Ia menjadi pemain Liverpool yang paling banyak melepaskan tembakan di pertahanan City. Adapun Jones berperan untuk membantu duel dengan bek-bek lawan. Kemenangan empat duel dengan catatan 100 persen duel sukses menunjukkan peran penting Jones di Etihad.

Liverpool's Curtis Jones, right, scores his side's second goal past Chelsea's goalkeeper Robert Sanchez during the English Premier League soccer match between Liverpool and Chelsea at Anfield Stadium, Liverpool, England, Sunday, Oct. 20, 2024. (AP Photo/Jon Super)

”Curtis (Jones) dan Dom (Szoboszlai) di lini depan menekan lawan dengan baik. Kehadiran mereka membantu kami membatasi pergerakan lawan untuk menciptakan peluang,” kata bek sayap kiri Liverpool, Andy Robertson, seperti dikutip Sky Sports.

Sementara itu, Manajer Newcastle Eddie Howe bertekad untuk membantu timnya melanjutkan tren kemenangan demi menjaga persaingan peringkat keempat dengan City. Kedua tim memiliki 44 poin, tetapi Newcastle berada di posisi lebih rendah atau peringkat kelima karena kalah selisih gol.

”Banyak hal positif yang kami lakukan melawan Forest, kami berharap hal itu berlanjut di Anfield. Tujuan kami adalah kembali bermain di Liga Champions musim depan,” tutur Howe, dilansir BBC.

Meskipun sulit, Howe berpeluang mencetak sejarah jika mampu mengalahkan Liverpool di Anfield. Terakhir kali ”The Magpies” membawa pulang kemenangan pada laga Liga Inggris di kandang Liverpool tercipta lebih dari 30 tahun lalu, tepatnya 16 April 1994.  


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey