Kaca Mobil Pecah gara-gara Burung Pelatuk? Tertawa Sajalah...

Gara-gara burung gelisah, kaca mobil warga pecah.

27 Apr 2025 17:00 WIB · Internasional

Oleh Helena Fransisca Nababan

ROCKPORT, MINGGU — Bukan hanya manusia yang bisa gelisah. Burung, khususnya burung pelatuk gading, juga bisa merasakan kegelisahan.

Burung pelatuk bakal gelisah manakala ia melihat pantulan dirinya di kaca. Apabila ia sudah gelisah, waspadalah. Kaca-kaca yang memantulkan dirinya bisa pecah atau retak.

Itulah yang dialami warga Rockport di Massachusetts, Amerika Serikat, dalam beberapa pekan terakhir. Tersangka berbulu itu merusak lebih dari 20 mobil dalam dua bulan terakhir.

Tentu saja ia memecahkan kaca mobil dan kaca jendela tanpa rasa bersalah. ”Ketika burung itu hinggap di jendela, saya pikir itu adalah pacar saya yang mengetuk jendela,” kata Mike Foster kepada The New York Times, Rabu (23/4/2025).

Ternyata, kata Foster, burung pelatuk paruh gading yang mendarat di kaca mobilnya. ”Saat ia pergi, ia meninggalkan retakan besar yang bagus di kaca berwarna truk pikap Ford F-350 milik saya,” imbuh Foster.

Matthew Fuxjager, Direktur Program Pascasarjana Ekologi dan Biologi Evolusi di Universitas Brown, mengatakan, burung dapat menjadi gelisah saat melihat pantulan dirinya.

Apalagi, burung pelatuk juga dikenal sebagai burung yang akan mempertahankan teritorinya. Menurut All About Birds, musim semi adalah musim kawin bagi burung berbulu hitam dan berjambul merah itu.

Warga tentu saja sempat kesal. Bahkan menganggap perusakan itu sebagai vandalisme. Namun apa mau dikata, mereka sedang menghadapi burung teritorial yang kebingungan, bukan manusia.

Gara-gara aksi burung pelatuk, warga menjadi kreatif demi menyelamatkan kendaraan mereka. ”Banyak orang menarik kaca spion mereka, melipatnya; beberapa orang lainnya meletakkan kantong sampah kecil di atasnya, seperti kantong belanjaan,” kata Favaloro kepada People.

”Tetangga sebelah saya meletakkan beberapa syal di sana hanya untuk menutupi kaca. Anda hanya melakukan apa yang harus Anda lakukan.”

Warga pun memilih menganggap aksi burung pelatuk itu sebagai lelucon. ”Saya pikir kita, Anda, harus melihatnya dengan rasa humor. Itu hanya untuk jangka waktu terbatas,” kata Favaloro.

Warga juga memilih pasrah menerima aksi burung pelatuk itu. Mereka juga akan membayar sendiri kerusakan mobil akibat aksi burung pelatuk paruh gading yang banyak ditemukan di daerah berhutan di sepanjang pantai timur dan selatan AS itu.


Kerabat Kerja

Penulis:

Helena Fransisca Nababan
 | 

Editor:

Kris Mada
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul