Tanpa Mitoma, Jepang berupaya menambahkan banyak pemain berpengalaman. Takehiro Tomiyasu, Wataru Endo, dan Yuto Nagatomo dengan jam terbang tinggi tetap dipanggil.
15 Mei 2026 15:46 WIB · Olahraga
AP
TOKYO, JUMAT — Keputusan berat harus diambil Pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, saat menentukan 26 pemain pilihannya untuk Piala Dunia 2026. Ia terpaksa mencoret pemain kunci Kaoru Mitoma akibat cedera. Meski begitu, Moriyasu mencoba menambahkan pengalaman pada timnya dengan memanggil nama-nama veteran.
Setelah sempat diragukan, kepastian keikutsertaan Mitoma pada Piala Dunia akhirnya diputuskan, Jumat (15/5/2026). Dengan Piala Dunia yang tersisa kurang dari satu bulan lagi, Mitoma dinilai sulit mengejar waktu untuk menyembuhkan cedera hamstring yang didapatnya saat membela Brighton and Hove Albion melawan Wolves dalam lanjutan Liga Inggris.
”Setelah cedera yang dialami Mitoma, kami menerima laporan medis yang menyatakan bahwa akan sulit baginya untuk kembali bermain selama turnamen berlangsung. Berdasarkan laporan itu, kami menyerah untuk memilihnya. Memutuskan bagaimana menyesuaikan skuad setelah itu adalah pertimbangan terakhir terbesar saya,” kata Moriyasu dalam konferensi pers di Tokyo, Jepang.
Kehilangan Mitoma menjadi pukulan telak bagi Jepang. Gelandang sayap kiri tersebut tidak dimungkiri merupakan pesepak bola terbaik Jepang untuk saat ini. Moriyasu sangat mengandalkan pengalamannya yang sudah lama ditempa kerasnya persaingan Liga Inggris.
Masih banyak pemain yang memiliki kemampuan untuk bersaing dan menang di panggung dunia untuk Jepang. Jadi, sejujurnya saya merasa menyesal karena tidak dapat memilih mereka.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/04/01/0a629c47-f915-4b98-af3c-ae7e36654646.jpg)
Pada Piala Dunia Qatar 2022, Mitoma menyumbangkan satu asis dalam kemenangan 2-1 Jepang atas Spanyol. Mitoma juga punya reputasi sebagai salah satu pemain dengan keterampilan menggiring bola dan melewati lawan yang baik.
Walau demikian, Moriyasu bersyukur Jepang memiliki banyak pemain berkualitas. Tanpa Mitoma, Moriyasu mengaku kesulitan meramu 26 pemain dari banyaknya talenta yang tersedia. Persaingan masuk timnas Jepang pun sangat kompetitif.
Saking melimpahnya pilihan, Moriyasu mengambil keputusan berani dengan tidak memanggil Hidemasa Morita yang saat ini sedang dalam perfoma terbaiknya bersama Sporting CP. Morita yang berposisi sebagai gelandang kalah bersaing dengan Ayumu Seko, Ao Tanaka, dan Kaishu Sano.
”Masih banyak pemain yang memiliki kemampuan untuk bersaing dan menang di panggung dunia untuk Jepang. Jadi, sejujurnya saya merasa menyesal karena tidak dapat memilih mereka. Namun, saya merasa telah memilih 26 pemain terbaik untuk Jepang agar bisa menang di panggung dunia saat ini,” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/12/9b6cf061b72860af4de3204b77af7897-wires_photo_7_.jpg)
Moriyasu sangat menyadari, pemain dengan pengalaman mumpuni sangat dibutuhkan untuk mengangkat performa tim pada turnamen sekelas Piala Dunia. Ajang empat tahun sekali ini begitu sakral, bahkan seorang pemain berpengalaman saja bisa membuat kesalahan di sini.
Maka dari itu, Moriyasu cenderung hati-hati dan cermat dalam menentukan pemain pilihannya. Ia memasang standar tinggi dalam menentukan pemain. Dari 26 pemain yang dipanggil, hanya tiga yang berkompetisi di Liga Jepang. Pemain yang bermain di Eropa mendapat prioritas utama karena pengalamannya merasakan kompetisi yang sengit.
Langkah penuh perhitungan itu diambil Moriyasu yang berambisi melampaui pencapaian Jepang pada Piala Dunia 2022. Kala itu Jepang hanya sanggup melaju hingga babak 16 besar setelah kalah dari Kroasia.
Tanpa Mitoma yang dinilai bisa menjadi pembeda hasil akhir laga, Moriyasu memutar otak untuk menyuntikkan pengalaman ke dalam timnya. Alhasil ia memanggil sejumlah nama veteran seperti Yuto Nagatomo, Wataru Endo, dan Takehiro Tomiyasu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2023/02/16/cdb24aec-77d4-4cb4-b4ba-7e746f92cffc.jpg)
Pemanggilan Nagatomo dan Tomiyasu cukup menarik. Nagatomo dengan ini memecahkan rekor sebagai pesepak bola Jepang yang tampil pada lima edisi Piala Dunia berbeda. Ia merupakan veteran yang sudah memperkuat Jepang sejak Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Meski saat ini sudah berusia 39 tahun dan bermain di liga domestik bersama FC Tokyo, Nagatomo masih diperlukan lantaran pengalaman panjangnya merasakan kompetisi kelas dunia.
Adapun pemanggilan Tomiyasu cukup mengejutkan lantaran ia sudah absen dua tahun membela timnas. Mantan bek Arsenal itu terakhir kali membela Jepang pada 2024 saat menghadapi Suriah.
Setelah mengakhiri kontrak berdasarkan kesepakatan bersama Arsenal, Tomiyasu melanjutkan kariernya dengan memperkuat raksasa Belanda, Ajax Amsterdam. Namun, cedera kembali membayangi Tomiyasu hingga hanya mendapatkan tujuh kali kesempatan tampil sepanjang musim ini.
”Meskipun dia belum tampil dalam pertandingan resmi baru-baru ini karena alasan taktis, staf medis kami telah memastikan bahwa tidak ada masalah dengan kondisinya,” kata Moriyasu.
Moriyasu bermaksud menggunakan laga persahabatan melawan Eslandia pada 31 Mei sebagai sarana bagi pemain seperti Tomiyasu untuk meningkatkan kondisinya menjelang Piala Dunia.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/12/02/0b708eb9-f130-48bc-8b1f-fef50170dcb7.jpg)
Pada Piala Dunia nanti Jepang tergabung dalam Grup F. Tim ”Samurai Biru” akan memulai penampilan kedelapan mereka di babak utama Piala Dunia melawan Belanda di Dallas, Amerika Serikat, pada 14 Juni waktu setempat.
Setelah itu, Jepang dijadwalkan menghadapi Tunisia pada 20 Juni dan Swedia pada 25 Juni. (REUTERS)
Skuad Jepang
Kiper: Tomoki Hayakawa (Kashima Antlers), Keisuke Osako (Sanfrecce Hiroshima), Zion Suzuki (Parma)
Bek: Yuto Nagatomo (FC Tokyo), Shogo Taniguchi (Sint-Truiden), Ko Itakura (Ajax), Tsuyoshi Watanabe (Feyenoord), Takehiro Tomiyasu (Ajax), Hiroki Ito (Bayern Munich), Ayumu Seko (Le Havre), Yukinari Sugawara (Werder Bremen), Junnosuke Suzuki (Kopenhagen)
Gelandang/Penyerang: Wataru Endo (Liverpool), Junya Ito (Genk), Daichi Kamada (Crystal Palace), Koki Ogawa (NEC Nijmegen), Daizen Maeda (Celtic), Ritsu Doan (Eintracht Frankfurt), Ayase Ueda (Feyenoord), Ao Tanaka (Leeds), Keito Nakamura (Reims), Kaishu Sano (Mainz), Takefusa Kubo (Real Sociedad), Yuito Suzuki (Freiburg), Kento Shiogai (Wolfsburg), Keisuke Goto (Sint-Truiden)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase