Bagaimana rasanya tinggal di kapal pesiar yang disulap menjadi perkampungan atlet? Para atlet Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akan merasakannya September mendatang.
20 Agt 2026 13:03 WIB · Olahraga
COSTA SERENA
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjanjikan pengalaman unik bagi para atlet. Salah satunya melalui pengalaman tinggal di kapal pesiar yang disulap menjadi perkampungan atlet. Kapal dengan fasilitas lengkap ini akan segera bersandar di Nagoya, Jepang.
Panitia Penyelenggara Asian Games Aichi-Nagoya (AINAGOC) mengumumkan, kapal pesiar Costa Serena yang akan berfungsi sebagai perkampungan atlet bakal berlabuh di Nagoya, 15 September 2026. Artinya, kapal bersandar empat hari sebelum upacara pembukaan pesta olahraga tersebut pada 19 September 2026.
Kedatangan kapal pesiar Costa Serena di Dermaga Kinjo akan disambut dengan perayaan tabuhan gendang taiko. Selain itu, akan ada pula pertunjukan budaya lain guna memeriahkan kedatangan kapal pesiar Italia tersebut.
AINAGOC menggambarkan kapal pesiar itu sebagai kapal hotel yang akan menjadi perkampungan atlet bersama dengan ”vila” dari kontainer. ”Kapal Hotel adalah inisiatif baru yang memanfaatkan kapal pesiar sebagai fasilitas akomodasi. Ini akan memanfaatkan ruang maritim dan menyediakan akomodasi bagi ribuan orang selama periode kompetisi tanpa konstruksi baru,” kata AINAGOC dalam laman resmi OCA.
Perkampungan atlet untuk pesta olahraga umumnya berupa kawasan berisi bangunan untuk menjadi hunian atlet selama kompetisi. Di tempat ini, para atlet dari negara-negara peserta berkumpul di satu tempat. Mereka menjalin persahabatan, bertukar budaya, dan pin.
Di Asian Games Hangzhou 2022, misalnya, perkampungan atlet berbentuk kompleks seluas 113 hektar yang terdiri dari 108 gedung bertingkat tinggi. Terletak di tepi selatan Sungai Qiantang, perkampungan ini menggabungkan akomodasi untuk atlet, media, dan pejabat teknis.
Adapun saat Olimpiade Paris 2024, panitia setempat membangun perkampungan atlet di Seine-Saint-Denis untuk menampung 14.250 atlet yang berkompetisi di Olimpiade dan Paralimpiade. Selain 60.000 makanan setiap hari, perkampungan atlet juga menyediakan salon rambut, salon kuku, ruang olahraga, kafe, bank, food hall, tempat penitipan anak, dan klinik gigi.
Di Olimpiade Paris 2024 pula, kapal pesiar sebagai perkampungan atlet pertama kali diperkenalkan. Selain mendirikan bangunan untuk perkampungan atlet di Paris, panitia juga menyediakan kapal pesiar dengan peruntukan sama di perairan Teahupo’o, Kepulauan Polinesia Perancis.
Perkampungan atlet terapung menggunakan kapal pesiar Aranui 5 ini khusus 48 peselancar yang berkompetisi di sana. Seperti diketahui, cabang selancar diselenggarakan di Teahupo’o karena pantai-pantai di Perancis sebagian besar datar.
Dalam laporan di Pertemuan Delegasi Teknis pertama, April lalu, AINAGOC menyebut lebih dari setengah atlet akan berada di kota Nagoya. Sebanyak 4.600 di antaranya akan tinggal di kapal pesiar.
Wakil Sekretaris Jenderal AINAGOC Kazuhiro Yagi mengatakan, para atlet akan ditempatkan di jenis akomodasi tertentu berdasarkan cabang olahraga mereka, bukan berdasarkan negara.
Atlet yang akan tinggal di kapal berasal dari panahan, bola basket 3 x 3, kano/kayak (sprint), balap sepeda gunung dan BMX, sepak bola putra, senam, bola tangan, judo, kabaddi, kurash, seni bela diri campuran, dayung, rugbi, sepak takraw, panjat tebing, squash, tenis, angkat besi, gulat, dan wushu.
Menurut laman resminya, kapal pesiar tersebut memiliki jiwa yang elegan, mengejutkan, ironis, dan magnetis. Kapal memiliki 571 kabin, tujuh kolam renang, delapan restoran, dan sembilan bar.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2021/11/24/827649f9-a74e-4566-82fc-600523d76ce4.jpg)
Yagi menambahkan, panitia juga mengamati musim topan di Jepang saat perhelatan Asian Games. Pihaknya tidak mengharapkan gelombang besar, tetapi mereka telah mengantisipasi keadaan darurat.
Ketua Kontingen (Chief de Mission) Indonesia untuk Asian Games 2026 Todotua Pasaribu mengungkapkan hal serupa. Akomodasi atlet yang tersebar di kapal pesiar hingga ”vila” kontainer menjadi tantangan tersendiri. Kendati demikian, pihaknya telah menyiapkan skema koordinasi dan perencanaan untuk situasi darurat.
Selain di kapal pesiar, atlet juga akan tinggal di ”vila” sementara yang terbuat dari kontainer pengiriman di Garden Pier. Mereka berasal dari cabang polo air, bola basket 5 x 5, sepak bola putri, jujitsu, pentathlon modern, soft tennis, voli, ditambah Chef de Mission. Sebanyak 1.200 lainnya dari bulu tangkis, kriket, sepak bola putra dan putri, serta softball akan tinggal di hotel.
”Tentunya, effort kami harus bertambah. Namun, kami sudah membuat rencana seperti menempatkan penanggung jawab di dekat tiga tempat tersebut. Kami bersiaga sehingga jika terjadi apa-apa terkait akomodasi maupun transportasi menuju venue, dapat langsung segera diatasi,” ujar Todotua.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul