Kapolres Ngada Dicopot, Termasuk dalam Mutasi Besar-besaran 1.255 Personel Polri

Kapolres Ngada Ajun Komisaris Besar Fajar dimutasi sebagai perwira menengah Yanma Polri. Mutasi kali ini termasuk pula jabatan strategis di Mabes Polri dan Kapolda.

13 Mar 2025 11:47 WIB · Politik & Hukum

Oleh Norbertus Arya Dwiangga Martiar

JAKARTA, KOMPAS — Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo memutasi 1.255 personel perwira tinggi dan menengah yang disebut dalam rangka penyegaran organisasi dan penguatan kelembagaan. Dalam mutasi tersebut, Kepala Kepolisian Resor Ngada, Nusa Tenggara Timur, Ajun Komisaris Besar Fajar Widyadharma Lukman yang diduga terlibat kasus pelecehan anak turut dimutasi.

Mutasi personel Polri tersebut tertuang dalam enam surat telegram (ST) yang diterbitkan pada 12 Maret 2025. Dalam surat telegram yang ditandatangani Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komisaris Jenderal Dedy Prasetyo atas nama Kapolri, total sebanyak 1.255 personel mengalami pergeseran jabatan.

Terdapat enam surat telegram yang memuat mutasi tersebut, yakni ST/488/III/KEP./2025 yang memuat mutasi bagi 111 personel; ST/489/III/KEP./2025 yang memuat mutasi bagi 442 personel; ST/490/III/KEP./2025 yang memuat mutasi bagi 261 personel; ST/491/III/KEP./2025 yang memuat mutasi bagi 153 personel; ST/492/III/KEP./2025 yang memuat mutasi bagi 202 personel; dan ST/493/III/KEP./2025 yang memuat mutasi bagi 86 personel. 

Kapolres Ngada AKB Fajar Widyadharma Lukman yang diduga melakukan pelecehan anak turut menjadi salah satu personel yang dimutasi sebagaimana tertuang dalam surat telegram nomor 489. Fajar dimutasi sebagai perwira menengah Pelayanan Markas (Yanma) Polri. Posisinya digantikan AKB Andrey Valentino yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Nagekeo, Polda NTT.

Korban Kapolres Ngada Diduga Lebih dari Satu Orang, Transparansi Penyelidikan Dipertanyakan

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Sandi Nugraha dalam keterangan pers, Kamis (13/3/2025), mengatakan, mutasi tersebut merupakan mutasi besar-besaran yang dilakukan di institusi Polri. Menurut Sandi, mutasi bagian dari penyegaran organisasi dan strategi penguatan kelembagaan.

”Mutasi ini merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi Polri. Selain sebagai penyegaran, ini juga bagian dari pembinaan karier untuk meningkatkan profesionalisme anggota,” kata Sandi.

Menurut Sandi, dari total 1.255 personel yang dimutasi, sebanyak 881 personel mendapat promosi jabatan. Beberapa di antaranya adalah dua perwira tinggi menduduki jabatan strategis di Mabes Polri, yakni Irjen Anwar sebagai Asisten SDM Kapolri dan Irjen Suwondo Nainggolan sebagai Asisten Logistik Kapolri.

Suwondo menggantikan Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono yang akan ditugaskan ke Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sementara Anwar menggantikan Dedy yang telah menjabat sebagai Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan laporan saat rapat pimpinan TNI dan Polri yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Kamis (30/1/2025). Rapat yang awalnya terbuka tiba-tiba menjadi tertutup. Dalam arahannya, Presiden Prabowo meminta TNI dan Polri mengabdi sepenuhnya untuk rakyat. Memasuki tiga bulan pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, kinerja di bidang penegakan hukum yang terkait dengan kedua lembaga tersebut masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu dibenahi. Mengacu hasil survei Kompas pada 4-10 Januari 2025 lalu, tingkat kepuasan di bidang hukum adalah 72,1 persen. Kompas/Hendra A Setyawan

Selain itu, Kapolri menunjuk 10 kepala kepolisian daerah (kapolda) baru, antara lain Brigadir Jenderal (Pol) Pol Mardiyono sebagai Kapolda Bengkulu, Irjen Rusdi Hartono sebagai Kapolda Sulsel, dan Irjen Nanang Avianto sebagai Kapolda Jatim.

Kemudian, terdapat 6 perwira tinggi berpangkat irjen dan 33 perwira tinggi berpangkat brigjen (pol) yang mendapatkan promosi jabatan baru. Lainnya, terdapat 288 komisaris besar polisi mengalami nivelering jabatan dan 205 perwira menengah berpangkat ajun komisaris besar (AKB) menjabat sebagai kepala kepolisian resor (kapolres) di sejumlah daerah.

Selain promosi, mutasi kali ini juga mencakup penugasan kepada 74 personel yang akan menjalani pendidikan; 88 personel selesai pendidikan; 77 personel menjalani tugas khusus. Selain itu, terdapat 51 personel yang dikukuhkan dalam jabatan baru dan 63 personel memasuki masa pensiun. 

Pada mutasi ini, sebanyak 57 polisi wanita (polwan) juga mendapatkan promosi jabatan. Sepuluh di antaranya ditunjuk untuk menduduki jabatan kapolres. Beberapa di antaranya adalah AKB Kadek Citra Dewi sebagai Kapolres Jembrana, Polda Bali; AKB Veronica sebagai Kapolres Salatiga, Polda Jateng; dan AKB Heti Patmawati sebagai Kapolres Lampung Timur, Polda Lampung. 

Infografik Tren Citra Positif Polri

Menurut Sandi, polwan memiliki peran yang strategis dalam kepemimpinan di Polri. Oleh karena itu, promosi tersebut merupakan ruang yang diberikan Polri bagi polwan untuk berkembang dan berkontribusi lebih luas. Secara keseluruhan, mutasi tersebut diharapkan dapat membuat Polri semakin profesional, modern, dan tepercaya dalam menjalankan tugasnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

”Kami ingin memastikan Polri tetap solid dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan ke depan. Mutasi ini adalah bagian dari strategi memperkuat organisasi agar semakin profesional dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Progresif atau sebaliknya

Secara terpisah, pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto, berpandangan, di satu sisi, mutasi memang merupakan upaya penguatan kelembagaan. Sebab, dalam mutasi terjadi promosi, mutasi sebagai tour of duty, meski juga terdapat mutasi karena demosi.

Namun, menurut Bambang, masalah yang terjadi di kepolisian adalah promosi jabatan yang tidak dilandasi profesionalitas, kompetensi, dan kapabilitas melalui rekam jejak yang baik. Akibatnya, yang terjadi justru akan memunculkan kader-kader pemimpin yang tersandera kepentingan di luar kepentingan organisasi. 

Aksi teatrikal yang mengkritik tindakan represif polisi hingga menyebabkan siswa SMK Negeri 4 Semarang meninggal ditembak di depan Kantor Polda Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis (28/11/2024). Dukungan serta simpati masyarakat dan warganet terus mengalir atas tragedi penembakan yang dilakukan anggota polisi hingga menyebabkan satu meninggal, dan dua mengalami luka-luka. Masyarakat menuntut peristiwa tersebut diungkap sesuai kebenaran dan faktanya. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 28-11-2024

Di sisi lain, lanjut Bambang, mutasi sebesar itu juga mengindikasikan bahwa adanya masalah dalam manajemen SDM Polri. Idealnya, pergerakan dalam manajemen karier layaknya air yang mengalir tenang, berkala, dan terukur.

Menurut Bambang, hasil dari mutasi besar-besaran tersebut bisa memunculkan sisi progresif terbaik Polri atau sebaliknya, memberi tempat bagi kader yang pro status quo. ”Bila yang terjadi yang kedua, artinya mutasi tersebut hanya upaya konsolidasi gerbong-gerbong atau faksi di tubuh organisasi saja dan ke depan hanya sekadar tidak akan membuat dampak positif bagi reformasi Polri,” terang Bambang.


Kerabat Kerja

Penulis:

Norbertus Arya Dwiangga Martiar
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .