Bagaimana perjalanan karier Mayor Teddy Indra Wijaya hingga menggapai pangkat letnan kolonel di usia 35 tahun?
08 Mar 2025 04:04 WIB · Politik & Hukum
Panggilan ”Mayted” tampaknya tak bisa lagi digunakan warganet untuk menyapa Mayor Teddy Indra Wijaya. Perwira menengah TNI Angkatan Darat yang pernah menjadi ajudan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu naik pangkat satu tingkat setelah empat bulan menjadi Sekretaris Kabinet Merah Putih.
Kenaikan pangkat Teddy Indra Wijaya tertuang dalam surat perintah dari Markas Besar TNI Angkatan Darat (AD) bernomor Sprin/674/2025. Dalam surat itu, disebutkan bahwa Teddy mendapatkan kenaikan pangkat reguler percepatan (KPRP) sebagaimana tertera pada Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/238/2025, yang juga mendasari dikeluarkannya surat perintah tersebut. Surat juga menyebut, Teddy sudah mulai menyandang pangkat letnan kolonel (letkol) sejak 25 Februari 2025.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigadir Jenderal Wahyu Yudhayana membenarkan berita kenaikan pangkat Teddy. Ia pun menegaskan, kenaikan pangkat sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/07/6e6de9bf260c870137092073a53c3a74-55577386_1a9b_40ed_bb11_5be98908f527.jpeg)
”Saya sampaikan kepada rekan-rekan media bahwa informasi tersebut memang betul, ya. Dan, itu sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku di TNI dan dasar perundang-undangan (peraturan presiden), secara administrasi juga semua sudah dipenuhi,” ujar Wahyu, Kamis (6/3/2025).
Namun, mengacu Peraturan Panglima TNI Nomor 40 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Panglima TNI No 50/2015 tentang Kepangkatan Prajurit TNI, tidak disebutkan kategori kenaikan pangkat reguler percepatan seperti yang diterima Teddy. Beleid itu hanya mengatur kenaikan pangkat reguler, kenaikan pangkat penghargaan, dan kenaikan pangkat luar biasa.
Pada kategori kenaikan pangkat reguler, menanjaknya karier seorang perwira TNI ditentukan oleh masa dinas dalam pangkat (MDDP) yang pada setiap jenjang pangkat memiliki lini masa masing-masing. Untuk kenaikan pangkat dari mayor ke letkol, membutuhkan waktu MDDP paling rendah 18 tahun bagi perwira lulusan Sekolah Staf dan Komando (Sesko) Angkatan atau pendidikan luar negeri yang disetarakan dengan Sesko Angkatan.
Sementara jangka waktu kenaikan pangkat dari mayor menjadi letkol untuk perwira lulusan Pendidikan Lanjutan Perwira (Diklapa), MDDP-nya paling cepat 21 tahun dan paling lama 23 tahun. Kemudian, untuk perwira lulusan Sekolah Dasar Kecabangan Perwira (Sesarcab), butuh waktu yang lebih lama lagi, yakni 25 tahun.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/03/01/81f4fc22-00c4-4253-bda1-dfe54b4da37f_gif.gif)
Adapun kategori kenaikan pangkat penghargaan biasanya diberikan kepada mereka yang akan memasuki masa pensiun. Sementara itu, kategori kenaikan pangkat luar biasa diberikan kepada prajurit yang melaksanakan tugas dengan pertaruhan jiwa dan raga.
Sebagai lulusan Akademi Militer (Akmil) pada 2011, perjalanan karier Teddy terbilang moncer. Berselang tiga tahun sejak lulus dari Akmil, ia mulai masuk Istana Kepresidenan karena ditugasi menjadi asisten ajudan Presiden Joko Widodo sejak 2014 hingga 2019. Ketika itu, pangkatnya masih letnan satu.
Setelah menjalankan tugas di periode pertama pemerintahan Jokowi, Teddy yang lahir di Manado, Sulawesi Utara, 14 April 1989, itu menempuh pendidikan lanjutan di US Army Ranger School, di Fort Benning, Amerika Serikat. Institusi itu merupakan sekolah paling bergengsi di Angkatan Darat AS. Setelah merampungkan studi dari sekolah tersebut, ia pun kembali ke Indonesia dengan menyandang pangkat kapten.
Pada 2020, Kapten Teddy mendapatkan penugasan sebagai ajudan Prabowo Subianto, yang kala itu menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Ia melekat mengawal Prabowo, bahkan sepanjang Prabowo menjalani masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Dari momen itu, sosok Teddy banyak dikenal publik lewat unggahan media sosial para pendukung Prabowo.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/12/12/4cbc3591-192a-4c16-bb06-0300e12678ef_jpg.jpg)
Hanya saja, pengawalan yang dilakukan Teddy sempat menuai polemik. Itu salah satunya terjadi ketika debat perdana calon presiden pada 12 Desember 2023. Saat itu, Teddy duduk di barisan kursi pendukung Prabowo. Pakaian yang dikenakannya sama dengan para pendukung pasangan Prabowo yang berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka.
Publik mempersoalkannya karena ia masih berstatus sebagai prajurit TNI aktif. Hal itu sempat diklarifikasi oleh TNI dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Teddy dianggap tidak melanggar aturan apa pun. Menurut keduanya, keikutsertaan Teddy pada kesempatan itu sebagai bagian dari tugasnya mengawal Prabowo yang berstatus Menteri Pertahanan.
Memasuki tahun 2024, karier Teddy semakin melejit. Ia kembali dipromosikan oleh satuannya untuk menduduki jabatan Wakil Komandan Batalyon Infanteri Para Raider 328/Dirgahayu, pada 26 Februari 2024 atau sekitar dua pekan setelah Pilpres 2024. Ketika itu, ia sudah berpangkat mayor dan dikenal dengan sapaan “Mayted” di jagat maya.
Tak sampai tujuh bulan Teddy menjabat wakil komandan di kesatuan militernya. Prabowo yang telah memenangi Pilpres 2024 kembali memanggilnya. Ia diberi tugas anyar selaku Sekretaris Kabinet pada Kabinet Merah Putih, yang dipimpin Prabowo-Gibran. Teddy dilantik bersama dengan anggota kabinet lainnya pada 21 Oktober 2024.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/10/a199021c-7a5c-4a3a-9bd2-6f253b045779_jpg.jpg)
Bahkan, Teddy tidak perlu menanggalkan statusnya sebagai prajurit TNI aktif untuk menduduki salah satu jabatan publik strategis itu. Di era Presiden Prabowo, Sekretaris Kabinet yang sebelumnya merupakan jabatan setingkat menteri diubah menjadi di bawah Kementerian Sekretariat Negara yang pejabatnya setara pejabat eselon II.
Kini, di saat masih menjadi Sekretaris Kabinet, Teddy pun hanya menunggu 128 hari untuk memperoleh promosi jabatan lainnya. Dari mayor menjadi letkol.
Sama halnya dengan sosok pribadinya yang populer di media sosial, perjalanan karier Teddy juga menjadi perbincangan, baik di berbagai platform media sosial maupun anggota militer. Mayor Jenderal (Purn) TB Hasanuddin, salah satunya.
Hasanuddin yang kini menjadi anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan itu mempertanyakan kenaikan pangkat Teddy. Selama ini, umumnya kenaikan pangkat militer dilakukan dua periode dalam satu tahun, yakni pada 1 April dan 1 Oktober.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/11/28/9ffff83c-cdb2-45c7-8f2b-873db639235d_jpg.jpg)
Kebiasaan itu hanya dikecualikan pada perwira tinggi TNI yang bisa dinaikkan pangkatnya sewaktu-waktu sesuai kebutuhan. Ada pula kategori kenaikan pangkat luar biasa yang diberikan kepada para prajurit berprestasi dan menunjukkan keberanian luar biasa di medan pertempuran. Namun, selama ini tidak dikenal istilah kenaikan pangkat reguler percepatan seperti yang terjadi pada Teddy.
”Kenaikan pangkat untuk Mayor Teddy menjadi letkol itu sepertinya tidak sesuai dengan aturan yang biasa," ujarnya, Jumat (7/3/2025).
Sekretaris Militer pada era Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri itu mengaku baru mendengar istilah kenaikan pangkat reguler percepatan. Ia pun mempertanyakan apakah mekanisme itu bisa berlaku pada seluruh prajurit TNI atau hanya para prajurit tertentu. ”Lalu kenaikan pangkat reguler percepatan ini hanya berlaku kepada Mayor Teddy atau berlaku kepada seluruh prajurit,” kata Hasanuddin.
Ia mengingatkan, keterbukaan TNI kepada masyarakat ihwal proses pengangkatan dan kenaikan pangkat di lingkungan TNI adalah hal yang sangat penting. TNI harus menjelaskan secara terbuka agar apa yang terjadi kepada Teddy dan institusi TNI secara umum tidak menjadi pertanyaan di tengah publik.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/08/63bdcc7b-6b8b-4e27-8d2a-d1c436ec3c91_jpg.jpg)
Sementara itu, Kompas telah mengonfirmasi Teddy ihwal kenaikan pangkatnya. Hingga Jumat malam, ia tak menjawab pertanyaan yang disampaikan melalui pesan singkat daring.
Mayted, benarkah kini warganet harus memanggil Anda dengan Letted? atau Letkolted?
Penulis:
Kurnia Yunita Rahayu, Iqbal Basyari, Nino Citra AnugrahantoEditor:
A. Ponco Anggoro