Kekalahan memalukan dari Norwegia mengingatkan publik atas kegagalan Italia lolos ke dua edisi Piala Dunia secara beruntun. Luciano Spalletti dalam tekanan besar.
07 Jun 2025 10:48 WIB · Olahraga
OSLO, SABTU - Italia mengawali upaya berburu tiket lolos ke Piala Dunia 2026 dengan sangat buruk. Tim “Azzurri” dipermalukan tuan rumah Norwegia, 0-3, di Stadion Ullevaal, Oslo, Sabtu (7/6/2025) dini hari WIB. Kekalahan ini membangkitkan mimpi terburuk Italia yang pernah absen dua kali beruntun pada edisi Piala Dunia 2018 dan 2022.
Berkat tambahan tiga poin dari Italia, Norwegia mempertegas keunggulannya di puncak Grup I kualifikasi Piala Dunia zona Eropa dengan sembilan poin, hasil mengemas tiga kemenangan. Adapun Italia, yang baru memainkan satu laga, terpuruk di peringkat keempat tanpa mengoleksi satu pun poin. Ada lima negara yang memperebutkan satu tiket lolos otomatis. Sedangkan, runner up masih berpeluang tampil di Piala Dunia dengan mengikuti babak selanjutnya.
Kekalahan telak dari Norwegia memang belum menjadi akhir bagi Italia. Tim besutan pelatih Luciano Spalletti itu masih punya tujuh laga yang belum dimainkan. Hanya saja, mengawali laga perdana kualifikasi dengan kekalahan bukanlah hal yang bagus. Di samping itu, kekalahan akan amat mempengaruhi rasa percaya diri para pemain. Apalagi Italia punya pengalaman buruk gagal lolos kualifikasi Piala Dunia pada dua edisi sebelumnya.
“Selalu ada kekhawatiran, karena setelah penampilan seperti itu. Anda jelas harus bertanya pada diri sendiri dan menyadari ada masalah. Namun, Anda harus menghadapinya, karena tidak ada kemungkinan lain,” kata Spalletti dikutip dari Football Italia.
Bermain di hadapan para pendukungnya, para pemain Norwegia yang diperkuat Erling Haaland, Martin Odegaard, Alexander Sorloth, dan Antonio Nusa langsung tampil menggebrak sejak awal. Menggunakan formasi 4-3-3, trisula lini depan Norwegia yang diisi Sorloth, Haaland, dan Nusa begitu agresif menekan upaya bek Italia dalam membangun serangan dari bawah.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/07/37df1ebe-31e5-41a1-8f23-39c555f8fb6c_jpg.jpg)
Empat bek Norwegia yang dikomandoi Kristoffer Ajer juga pandai membaca arah serangan. Gol pertama Norwegia yang dicetak Sorloth berawal dari kepiawaian David Wolve memutus umpan panjang Alessandro Bastoni. Dalam sekejap, Italia langsung berbalik tertekan. Kecepatan serta kecermatan Nusa mengumpan bola ke ruang kosong memudahkan Sorloth bermanuver hingga mencetak gol pada menit ke-14.
Italia tidak langsung bereaksi setelah tertinggal. Nusa justru mampu menggandakan keunggulan Norwegia pada menit ke-34 akibat kesalahan bek Italia dalam mengantisipasi bola udara. Haaland mempertebal keunggulan timnya menjadi 3-0 setelah sukses mengelabui kiper Gianluigi Donnarumma tiga menit jelang babak pertama usai.
Sistem tiga bek yang diterapkan Spalletti tidak berjalan mulus serta sangat mudah ditembus trisula lini serang Norwegia. Donnarumma yang sulit ditaklukkan saat menjuarai Liga Champions Eropa bersama Paris Saint-Germain mendadak melempem. Para pemain bertahan Italia terlalu mudah diekspos dan terpancing meninggalkan posisinya.
“Saya tidak bisa berkata apa-apa. Kami perlu memperhatikan penampilan malam ini dan meningkatkannya. Para penggemar kami tidak pantas menerima hal ini. Kami perlu memeriksa hati nurani, perlu keluar dari malam-malam ini bersama-sama. kami harus menemukan kekuatan karena kami adalah Italia. Pertandingan seperti ini tidak dapat diterima, semua orang harus bertanggung jawab. Kami harus lebih bersatu dari sebelumnya,” tutur Donnarumma.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/07/79ed81f0-82da-445c-b773-8105a6a10651_jpg.jpg)
Pertandingan ini turut menandai titik terendah bagi Italia. Untuk kali pertama, Italia kebobolan tiga gol di laga pertama kualifikasi Piala Dunia. Tiada perlawanan berarti yang dilancarkan “Azzurri”. Para pemain seperti kehilangan gairahnya. Meski mendominasi penguasaan bola sebesar 62 persen, Italia hanya mampu melepaskan enam tembakan dengan hanya satu yang tepat sasaran.
Kondisi itu berbeda dengan Norwegia yang jauh lebih efektif. Meski hanya menguasai 38 persen penguasaan bola, Haaland dan rekan-rekannya mampu menghadirkan lebih banyak ancaman. Ada empat tembakan tepat sasaran ke gawang Donnarruma dan hanya satu yang gagal dikonversi menjadi gol. Norwegia mencatatkan nilai harapan gol (expected goal/xG) sebesar 1,63 tetapi bisa sampai mencetak tiga gol.
Tidak ayal hasil ini memantik diskursus mengenai masa depan Spalletti. Mantan pelatih Napoli ini disebut-sebut berada dalam tekanan tinggi setelah gagal membawa Italia memetik satu pun kemenangan pada 2025. Sepanjang tahun ini, Italia sudah menjalani tiga laga yang berakhir dua kali kalah dan satu imbang.
Spalletti mengaku akan bebicara dengan Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) Gabriele Gravina terkait kelanjutan kariernya. “Dia (Gravina) memberi saya kesempatan untuk menjadi pelatih timnas dan saya akan selalu berterima kasih kepadanya untuk itu. Namun, kemudian dia dapat melakukan apa pun yang dia inginkan. Lihat, sekarang saya harus memikirkan pertandingan berikutnya, lalu saya akan berbicara dengan Gravina,” ujarnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/07/38a6f3f5-ca3e-4acd-974b-eec476aa3c3c_jpg.jpg)
Spalletti diangkat menggantikan Roberto Mancini pada 2023. Sejauh ini, tangan dinginnya sebagai pelatih yang sukses membawa Napoli memenangi Liga Italia dua musim lalu belum terbukti di timnas. Pada Piala Eropa 2024, ia hanya mampu membawa Italia hingga babak 16 besar sebelum akhirnya kalah dari Swiss.
Kepemimpinannya pun diragukan lantaran sejumlah pemain merasa tidak cocok dengan gaya melatihnya. Salah satunya adalah bek Inter Milan, Francesco Acerbi, yang baru-baru ini menolak panggilan ke timnas. Dalam sebuah wawancara, Acerbi secara terang-terangan mengakui kurang puas dengan cara melatih Spalletti.
“Mengingat kejadian baru-baru ini, saat ini tidak ada kedamaian untuk melanjutkan perjalanan ini. Saya tidak mencari alasan, saya menuntut rasa hormat. Dan jika rasa hormat ini tidak ada di pihak mereka yang seharusnya memimpin kelompok, maka saya lebih suka mundur,” kata Acerbi. (REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .