Keputusan Kamboja menarik diri di cabang sepak bola SEA Games memberikan keuntungan tersendiri bagi Indonesia. Jalan menuju semifinal terbuka lebar.
28 Nov 2025 12:41 WIB · Olahraga
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
JAKARTA, KOMPAS — Kamboja mengambil keputusan mengejutkan dengan menyatakan mundur dari cabang sepak bola kurang dari sepekan jelang sepak mula. Pengunduran diri Kamboja didasari alasan keamanan. Secara langsung, Indonesia U-23 diuntungkan dengan dinamika tersebut.
Dalam sebuah pernyataan pada 26 November, Komite Olimpiade Kamboja (NOCC) mengatakan telah mengirimkan surat kepada Kepala Eksekutif Federasi Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEAGF) Dato Seri Chaiyapak Siriwat. Surat itu berisi pemberitahuan penarikan dari cabang olahraga tertentu untuk SEA Games mendatang.
”Kami ingin secara resmi memberi tahu SEAGF bahwa Kamboja akan berpartisipasi dalam 13 cabang dan akan mengundurkan diri dari delapan cabang olahraga. Penyesuaian ini dilakukan karena masalah keamanan yang signifikan, yang menimbulkan tantangan dalam menjamin keselamatan dan perlindungan atlet dan ofisial kami,” demikian isi pernyataan dalam surat tersebut.
Menurut laporan media Kamboja, Kiri Post, 13 cabang olahraga yang akan diikuti kontingen Kamboja antara lain renang, atletik, e-sports, anggar, senam, jujitsu, kickboxing, taekwondo, berkuda, jet ski, triatlon, teqball, dan voli. Saat ini, jumlah total delegasi olahraga Kamboja mencapai 150 atlet untuk 13 cabang olahraga.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/18/360782fe9bafdedab39f2614d6d65192-FAK_1811.jpg)
Alasan keamanan yang dimaksud NOCC berkaitan dengan kontak senjata antara militer Kamboja dan Thailand yang dimulai sejak Juli 2025. Kontak senjata terjadi di dekat Candi Prasat Ta Muen Thom di perbatasan Provinsi Surin, Thailand, dengan Provinsi Oddar Meanchey, Kamboja. Seiring terjadinya gesekan antara kedua negara, sentimen negatif terhadap Kamboja meningkat di tengah masyarakat Thailand.
Konflik bermula dari klaim tumpang tindih atas sejumlah wilayah di perbatasan kedua negara yang panjangnya mencapai lebih dari 800 kilometer. Di salah satu titik perbatasan terdapat kompleks Candi Preah Vihear yang berusia lebih dari 1.000 tahun. Status kepemilikan kompleks candi itu masih diperebutkan oleh Kamboja dan Thailand.
Pun demikian, Indonesia bak mendapat ”durian runtuh” imbas dari keputusan Kamboja menarik diri dari delapan cabang olahraga, termasuk sepak bola. Berkurangnya peserta cabang sepak bola memaksa panitia merevisi hasil undian fase grup. Tanpa Kamboja, Grup A hanya berisi Thailand dan Timor Leste.
Agar jumlah tim dalam tiap grup tidak timpang, panitia memutuskan menggeser Singapura yang sebelumnya berada di Grup C ke Grup A. Dengan begitu, jumlah peserta di Grup A, B, dan C menjadi sama, yakni tiga tim.
Alhamdulillah proses pemusatan latihan di Jakarta sudah selesai dan kami sudah memilih 23 pemain sesuai regulasi SEA Games 2025. Dari 23 pemain tersebut, empat pemain di antaranya bermain di luar negeri, yakni Marselino Ferdinan, Ivar Jenner, Mauro Zijlstra, dan Dion Markx.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/18/b2d433acb33d9128ad39f953433efecc-FAK_3573.jpg)
Dipindahkannya Singapura ke Grup A pada akhirnya memberi keuntungan untuk Indonesia. Tanpa Singapura, Grup C hanya diisi Indonesia, Filipina, dan Myanmar. Laga Indonesia kontra Singapura yang awalnya dijadwalkan berlangsung pada 5 Desember pun pada akhirnya ditiadakan.
Berkurangnya jumlah tim di Grup C dari empat ke tiga sedikit menguntungkan Indonesia dari segi jadwal. Masa waktu pemulihan para pemain bisa lebih panjang. Jika mengacu pada jadwal awal, Indonesia akan menjalani jadwal pada dengan melawan Singapura pada 5 Desember, kemudian Filipina tiga hari setelahnya. Sementara tim-tim di Grup A dan B hanya menjalani dua pertandingan fase penyisihan grup.
Filipina akan menjadi lawan perdana Indonesia di SEA Games. Empat hari setelahnya, ”Garuda Muda” dijadwalkan bertemu Myanmar pada laga pamungkas grup.
Pelatih Indonesia U-23 Indra Sjafri akhirnya menentukan tim definitif yang akan dibawa ke Thailand dalam misi mempertahankan emas SEA Games. Setelah melalui empat laga uji coba, masing-masing dua kali melawan India dan Mali, Indra menentukan 23 pemain pilihannya.
”Alhamdulillah proses pemusatan latihan di Jakarta sudah selesai dan kami sudah memilih 23 pemain sesuai regulasi SEA Games 2025. Dari 23 pemain tersebut, empat pemain di antaranya bermain di luar negeri, yakni Marselino Ferdinan, Ivar Jenner, Mauro Zijlstra, dan Dion Markx,” kata Indra di laman PSSI.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/08/d2b61698b507e3e2c3481505d35b60f0-20250908BAH11.jpg)
Menurut Indra, keputusan ini diambil setelah tim kepelatihan mengadakan rapat serta evaluasi. Pemilihan pemain didasarkan pada data yang dikumpulkan Indra beserta timnya selama pemusatan latihan Oktober dan November. Tidak hanya saat pemusatan latihan, performa para pemain juga diamati saat bermain di liga.
Bergabungnya Marselino yang saat ini bermain di Liga Slowakia bersama AS Trencin jadi penambah kekuatan Indonesia. Marselino sebelumnya merupakan bagian dari tim yang merebut emas SEA Games Kamboja 2023. Kepiawaiannya dalam memecah pertahanan lawan dan melepaskan umpan-umpan kunci diharapkan bisa menjadi solusi kebuntuan di lini serang Indonesia.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan