Kejar Swasembada Jagung, Kapolri: Tahun Ini Stop Impor

Target nasional penanaman 1 juta hektar lahan jagung diharapkan tercapai tahun ini agar Indonesia tak perlu lagi mengimpor komoditas pangan tersebut.

15 Feb 2025 18:17 WIB · Nusantara

Oleh Mohamad Final Daeng

BANTUL, KOMPAS — Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan, kepolisian siap memberikan bantuan, fasilitasi, dan pendampingan kepada petani untuk mengejar target swasembada pangan, khususnya komoditas jagung. Target nasional penanaman 1 juta hektar lahan jagung pun diharapkan tercapai tahun ini agar Indonesia tak perlu lagi mengimpor komoditas tersebut.

Hal itu dikemukakan Listyo saat mengikuti kegiatan penanaman jagung dan pemberian bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) di Desa Canden, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Sabtu (15/2/2025). Turut hadir Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X, Kepala Polda DIY Inspektur Jenderal Suwondo Nainggolan, dan sejumlah pimpinan daerah lainnya.

Lokasi penanaman jagung di Desa Canden merupakan lahan tidur berstatus tanah kas desa seluas 5 hektar. Penanaman jagung di lokasi itu dilakukan oleh kelompok tani beranggotakan 42 orang.

Kepolisian memberikan bantuan berupa pembersihan lahan, lima unit traktor tangan, 20 unit alat tanam, satu unit sumur bor, dan empat unit alat pengukur kesuburan tanah. Adapun Pemda DIY memberi bantuan 75 kilogram benih jagung hibrida.

Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (tengah) menanam benih jagung di lahan Desa Canden, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Sabtu (15/2/2025). Turut ikut dalam kegiatan itu Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X (kedua dari kiri) dan Kepala Polda DIY Inspektur Jenderal Suwondo Nainggolan (kedua dari kanan).

Listyo mengatakan, kepolisian mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Kepolisian pun terlibat aktif dalam membantu, memfasilitasi, dan mendampingi kelompok tani untuk mewujudkan swasembada jagung.

”Kita memiliki program penanaman 1 juta hektar lahan jagung yang akan kita selesaikan tahun 2025,” ujarnya.

Listyo menjelaskan, hal ini penting agar Indonesia tak perlu lagi mengimpor jagung. Selama ini, Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan jagung pakan ternak dalam negeri.

”Bahkan, nanti kalau surplus kita bisa mengekspor jagung,” ujarnya.

Quote

Bhabinkamtibmas bisa bantu komunikasikan dengan Bulog sehingga penyerapannya bisa lebih baik.

Swasembada jagung, disebut Listyo, juga akan mendukung program pemerintah lainnya, salah satunya Makan Bergizi Gratis (MBG). Jagung diolah menjadi pakan ternak untuk memenuhi kebutuhan peternakan ayam dan sapi, yang produk akhirnya akan menopang rantai pasok MBG.

Listyo pun meminta para petani untuk menyampaikan kepada aparat Bhabinkamtibmas Polri di desa jika menemukan kesulitan dalam penjualan hasil panen.

”Bhabinkamtibmas bisa bantu komunikasikan dengan Bulog sehingga penyerapannya bisa lebih baik,” tuturnya.

ayam dan jagung infografik

Sementara itu, Sultan Hamengku Buwono X menyatakan, pemanfaatan tanah kas desa (TKD) untuk ditanami tanaman kebutuhan pokok bisa dilakukan. Hal ini dengan diketahui lurah atau kepala desa setempat.

Sultan pun berpesan kepada petani untuk memperhatikan aspek pascapanen jagung. Ini agar hasil panen bisa memenuhi standar industri pakan ternak sehingga dihargai tinggi.

Salah satunya adalah memipil jagung sebelum dijemur agar seluruh bulir jagung kering sempurna. Kalau dijemur secara utuh bersama tongkol atau janggel, bagian dalam bulir jagung tidak akan kering dan kemudian membusuk.

”Kalau busuk, harganya anjlok. Nanti petani juga yang rugi,” ujar Sultan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bantul Joko Waluyo mengatakan, produksi jagung di Bantul tahun ini ditargetkan sebanyak 45.000 ton. Jumlah itu meningkat dibandingkan realisasi produksi pada 2024 yang mencapai 34.000 ton.

Tumpukkan karung berisi komoditas jagung manis saat tiba pengirimannya di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, dari hasil panen di wilayah Bogor dan Sukabumi, Minggu (29/12/2024). Komoditas jagung manis yang dijual di beberapa pedagang pasar induk ini meningkat permintaannya seiring menjelang perayaan Tahun Baru. Di hari biasa, penjualan jagung manis hanya sekitar 500 kuintal per hari, tetapi menjelang perayaan Tahun Baru penjualan meningkat hingga antara 1 hingga 1,5 ton per hari. Biasanya penjualan ini mulai meningkat ketika Natal dan terus meningkat hingga hari-H perayaan Tahun Baru. Sebagian besar pembeli yang kini ramai berbelanja di pasar tersebut adalah pedagang pengecer hingga warga yang hendak berjualan jagung bakar di perayaan Tahun Baru. Meski permintaan meningkat signifikan, harga jual komoditas ini hanya naik Rp 1000 per kilogramnya, dari Rp 5.000 per kilogram menjadi Rp 6.000 per kilogram. Jagung manis biasa diolah dijadikan hidangan jagung bakar, jagung rebus, ataupun hidangan lainnya di Malam Tahun Baru. Hidangan berbahan baku jagung manis ini sering dianggap menjadi sajian khas bagi berbagai golongan masyarakat dalam merayakan malam pergantian tahun. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO 29-12-2024

Peningkatan ini akan digenjot dengan menambah luas tanam menjadi 5.196 hektar tahun ini, melonjak dari tahun lalu yang seluas 4.300 hektar. Tambahan lahan tanam itu di antaranya akan diupayakan dari lahan-lahan tidur atau yang belum dimanfaatkan, seperti tanah kas desa di Desa Cenden.

Terkait penyerapan hasil panen nanti, Joko mengatakan, Bantul memiliki populasi 1 juta ekor ayam petelur. Ini menjadi target pasar utama bagi petani jagung.

Selain itu, Joko menambahkan, Bulog juga siap membeli panen petani dengan harga Rp 5.500 per kilogram pipil kering. ”Harga itu sudah bagus karena biasanya hanya sekitar Rp 4.000 per kilogram,” kata Joko.


Kerabat Kerja

Penulis:

Mohamad Final Daeng
 | 

Editor:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase