Kejutan yang Tak Begitu Mengejutkan di Miami

Sabalenka dan Swiatek melaju ke perempat final WTA 1000 Miami. Dua unggulan teratas itu berada di antara pembuat kejutan.

25 Mar 2025 15:54 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

Kejutan persaingan tenis profesional sejak awal tahun berlanjut hingga ke bulan ketiga 2025. Dalam turnamen WTA/ATP Masters 1000 Miami, terdapat nama-nama tak terduga dalam daftar perempat finalis.

Pada persaingan tunggal putri, Alexandra Eala, Emma Raducanu, dan Magda Linette berada di antara para unggulan, yaitu Aryna Sabalenka (1), Iga Swiatek (2), Jessica Pegula (4), Jasmine Paolini (6), dan Zheng Qin Wen (9).

Di tunggal putra, semua semifinalis Indian Wells Masters pada pekan sebelumnya tersingkir pada laga awal (babak kedua) setelah mendapat bye di babak pertama. Mereka adalah Carlos Alcaraz, Daniil Medvedev, Holger Rune, dan Jack Draper (juara Indian Wells Masters).

Namun, kejutan yang dibuat David Goffin dan Jaume Munar setelah menyingkirkan Alcaraz dan Medvedev tak berlangsung lama. Mereka tersingkir pada babak ketiga. Unggulan lima besar yang bertahan dan akan bersaing pada perempat final adalah Alexander Zverev (1), Taylor Fritz (3), Novak Djokovic (4), dan Casper Ruud (5).

Petenis putra yang mendapat perhatian sejak awal adalah atlet berusia 18 tahun, Joao Fonseca. Petenis Brasil itu tampil di Miami Masters hanya sebagai turnamen Masters 1000 ketiga setelah Madrid Masters 2024 dan Indian Wells Masters 2025.

Petenis Filipina, Alexandra Eala, memukul bola dalam pertandingan babak ketiga WTA 1000 Miami melawan petenis AS, Madison Keys, di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Florida, Amerika Serikat, Minggu (23/3/2025).

Fonseca membuat kejutan dengan mengalahkan unggulan ke-19, Ugo Humbert, pada babak kedua, tetapi langkahnya dihentikan Alex de Minaur pada babak keempat, Senin (24/3/2025) waktu setempat. Fonseca kalah dari unggulan kesepuluh itu dengan skor 7-5, 5-7, 3-6. Meski kalah, juara Final ATP Next Gen 2024 itu mencapai langkah terjauh pada turnamen level tinggi dengan mencapai babak ketiga.

Berbeda dengan Fonseca, remaja putri asal Filipina, Eala, akan merasakan persaingan pada fase lebih tinggi, yaitu perempat final. Petenis berusia 19 tahun itu memenangi babak keempat tanpa bertanding setelah Paula Badosa (10) mengundurkan diri (walkover/WO) karena cedera pinggang.

Setelah menyingkirkan dua juara Grand Slam, Jelena Ostapenko (juara Perancis Terbuka 2017) pada babak kedua, lalu Madison Keys (juara Australia Terbuka 2025), Eala akan menguji pemilik gelar Grand Slam lainnya, Swiatek. Unggulan kedua ini lolos ke perempat final setelah mengalahkan Elina Svitolina, 7-6 (5), 6-3, pada babak keempat yang berakhir Selasa dini hari waktu setempat.

”Servis saya tak begitu bagus pada set pertama. Setelah itu, saya mencoba lebih bersabar pada set kedua karena Elina selalu memberi tekanan,” komentar Swiatek.

Petenis Polandia, Iga Swiatek, melepaskan servis ke arah petenis Belgia, Elise Mertens, pada babak ketiga WTA 1000 Miami di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Florida, AS, Minggu (23/3/2025).

Swiatek pun masih mempertahankan peluang menjuarai WTA Miami untuk kedua kalinya setelah 2022. Tak hanya itu, petenis berusia 23 tahun tersebut masih berada dalam kesempatan untuk meraih gelar pertama sejak Perancis Terbuka, Juni 2024.

Performa Swiatek dalam empat turnamen sebelum WTA Miami sebenarnya tak terlalu buruk. Di Australia Terbuka, misalnya, dia tampil dominan dalam lima babak, sejak babak pertama hingga perempat final, dengan hanya kehilangan 16 gim. Namun, Swiatek disingkirkan Keys pada semifinal.

Situasi serupa terjadi di WTA Indian Wells. Swiatek memenangi babak kedua hingga perempat final dengan kehilangan hanya 12 gim. Dia pun menjadi favorit juara untuk ketiga kalinya. Akan tetapi, perjalanannya dihentikan di semifinal oleh Andreeva, yang lantas menjadi juara.

Andreeva pun datang ke Miami dengan dua gelar beruntun dari WTA 1000, yaitu dari Dubai dan Indian Wells. Akan tetapi, Andreeva tak dapat melanjutkan kejutannya di Miami karena kalah dari Amanda Anisimova pada babak ketiga. Namun, setelah itu, Anisimova disingkirkan Emma Raducanu, 1-6, 3-6, pada babak keempat. Lawan yang menanti Raducanu pada perempat final adalah Pegula.

Petenis Inggris, Emma Raducanu, melawan petenis AS, McCartney Kessler, pada babak ketiga WTA 1000 Miami di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Florida, AS, Minggu (23/3/2025).
Quote

Saya bisa mengembalikan setiap pukulan, punya keinginan menang yang sangat tinggi. Saya rasa itu beberapa faktor yang hilang dari diri saya selama beberapa bulan, bahkan beberapa tahun, terakhir.

Raducanu sebenarnya bukan wajah baru. Dia membuat kejutan dengan menjuarai Grand Slam Amerika Serikat Terbuka 2021 dengan status sebagai petenis kualifikasi pada usia 19 tahun. Akan tetapi, Raducanu kesulitan berkembang. Tak ada gelar juara bagi Raducanu sejak AS Terbuka yang hingga kini menjadi satu-satunya gelar dari WTA.

Petenis Inggris Raya itu kemudian bergonta-ganti pelatih untuk bisa menemukan sisi terbaiknya. Dia baru menemukannya lagi di Miami dengan mencapai perempat final.

Raducanu pun begitu senang bisa bertanding kembali dengan semangat kompetitif yang tinggi. ”Saya bisa mengembalikan setiap pukulan, punya keinginan menang yang sangat tinggi. Saya rasa itu beberapa faktor yang hilang dari diri saya selama beberapa bulan, bahkan beberapa tahun, terakhir,” kata Raducanu, yang pencapaian terbaiknya setelah juara AS Terbuka 2021 adalah tampil pada babak keempat Grand Slam dan semifinal level WTA 500.

Munculnya Raducanu dan Eala pada perempat final serta tersingkirnya Alcaraz dan Medvedev pada babak kedua di Miami menjadi bagian dari persaingan tenis profesional yang begitu terbuka sejak awal tahun, termasuk pada turnamen besar. Australia Terbuka, WTA 1000 Doha, Dubai, dan Indian Wells melahirkan juara yang berbeda, yaitu Keys, Anisimova, dan Andreeva.

Petenis Filipina, Alexandra Eala, memukul bola dalam pertandingan babak ketiga WTA 1000 Miami melawan petenis AS, Madison Keys, di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Florida, AS, Minggu (23/3/2025).

Adapun di tunggal putra, Jack Draper berhasil memanfaatkan absennya petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner, dengan menjadi juara di Indian Wells. Absennya Sinner karena sanksi skors doping juga gagal dimanfaatkan Zverev dan Alcaraz untuk menggantikan posisinya di puncak peringkat dunia karena hasil buruk keduanya.

Maka, hasil-hasil tak terduga dalam persaingan tenis putra dan putri di Miami sesungguhnya tak begitu mengejutkan. Juara bisa datang dan pergi dengan cepat, tergantung performa petenis pada pekan diselenggarakannya turnamen, bukan pada konsistensi penampilan mereka dalam jangka panjang. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti