Indonesia memiliki Indonesia Terbuka sebagai turnamen bulu tangkis terbesar di Tanah Air. Gengsi turnamen itu sebagai yang terbaik di dunia akan coba dikembalikan mulai 2026.
09 Okt 2025 19:49 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menggaet PT Perada Swara Productions untuk menyelenggarakan kejuaraan bulu tangkis nasional dan internasional pada 2026. Djarum Foundation juga akan memberi dukungan agar berbagai kejuaraan bisa digelar dengan profesional dan berkualitas.
Salah satu turnamen yang akan dikelola PT Perada Swara Productions adalah Indonesia Terbuka yang merupakan turnamen bulu tangkis terbesar di Indonesia. Sejak 2018, ketika BWF menggunakan struktur BWF World Tour, Indonesia Terbuka menjadi salah satu dari (hanya) empat turnamen berlevel Super 1000. Tiga turnamen lainnya yang hanya berada satu tingkat di bawah kategori tertinggi, turnamen Final BWF, adalah Malaysia Terbuka, All England, dan China Terbuka.
Di bawah Super 1000, BWF mengkategorikan turnamen dalam kategori Super 750, Super 500, dan Super 300. Adapun di bawah itu ada Super 100, International Challenge, dan International Series. Semua kategori itu dibuat berdasarkan hadiah dan poin peringkat yang diperebutkan. Semakin tinggi level, semakin besar pula hadiah dan poin peringkatnya.
Sebagai salah satu negara besar di dunia bulu tangkis, Indonesia juga menjadi tuan rumah untuk level lain, yaitu Indonesia Masters Super 500, Indonesia Masters Super 100, dan juga International Challenge. Tak hanya turnamen internasional, kerja sama dengan PT Perada Swara Productions juga dilakukan untuk menyelenggarakan Kejuaraan Nasional dan Sirkuit Nasional. Ada pula agenda untuk menggelar Kejuaraan Dunia Yunior.
Indonesia Terbuka pernah menjadi turnamen BWF dengan hadiah terbesar, meskipun pada 2025 total hadiahnya sama seperti Malaysia Terbuka dan All England, yaitu 1.450.000 dollar AS atau sekitar Rp 24 miliar. Tahun ini, China Terbuka menyediakan hadiah terbesar, yaitu 2.000.000 dollar AS (Rp33,1 miliar).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/06/0ea114b2237fd31f1bb08c2d6a27ae72-20250606TOK25.jpg)
Pada 2012, Indonesia Terbuka bahkan pernah mendapat penghargaan dari BWF sebagai turnamen dengan penyelenggaraan terbaik dengan menggabungkan konsep olahraga dan hiburan. Setiap sudut Istora, Gelora Bung Karno, Jakarta dipenuhi stand penjual kuliner, cenderamata, acara hiburan, baik dari sponsor maupun UMKM.
Beberapa tahun terakhir, jumlah stand berkurang hingga terdapat area kosong. Banyak penonton mengeluhkan mahalnya harga makanan dan minuman yang dijual di dalam area Istora. Ditambah dengan hasil atlet Indonesia yang menurun, antusiasme penonton untuk datang ke Istora pun berkurang.
Atlet-atlet asing yang terbiasa dengan ingar-bingar Istora bahkan heran ketika Indonesia Terbuka 2024 sepi penonton. Salah satu atlet yang mengemukakan keheranannya adalah Anders Antonsen.
Berdasarkan reputasi sebagai turnamen terbaik yang pernah didapat Indonesia Terbuka, PP PBSI, PT Perada Swara Productions, dan Djarum Foundation, bertekad menggelar kejuaraan dengan kualitas terbaik.
“Kami akan mencoba mengembalikan Indonesia Terbuka sebagai turnamen terbaik,” kata Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin di Jakarta, Kamis (9/10/2025).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/09/58dca0b058796c2d837aa8e99d754412-IMG_2111.jpeg)
Untuk mewujudkan itu, Yoppy mengatakan, sudah ada tim yang memantau penyelenggaraan turnamen di negara lain, salah satunya China Masters, 16-21 September, di Shenzhen. Namun, Yoppy belum mengungkap konsep yang akan diusung untuk menggelar turnamen-turnamen internasional pada 2026, khususnya untuk Indonesia Terbuka.
General Manager PT Perada Swara Productions Gege Dhirgantara mengatakan, pihaknya akan mengerahkan tim terbaik dan akan bekerja maksimal untuk menyelenggarakan berbagai kejuaraan.
“Kami bangga mendapat kepercayaan dari PBSI dan akan berusaha untuk menyelenggarakan kejuaraan dengan profesional, baik, dan dengan kualitas yang sangat tinggi agar memberi pengalaman berkesan bagi penonton,” tutur Gege yang juga mengatakan bahwa timnya memiliki pengalaman bekerja sama dengan Djarum.
Sementara Sekretaris Jenderal PP PBSI Ricky Soebagdja berharap, Indonesia tak hanya sukses dalam menyelenggarakan turnamen yang berkualitas. “Semoga prestasi atlet-atletnya juga baik,” kata mantan atlet ganda putra tersebut.
Indonesia Terbuka, yang diselenggarakan sejak 1982, gagal dijuarai atlet tuan rumah dalam empat penyelenggaraan terakhir. Atlet tuan rumah terakhir yang menyumbangkan gelar adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon pada 2021.
Pada 2025, hanya Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani sebagai wakil Indonesia yang lolos ke final, namun kalah dari Seo Seung-jae/Kim Won-ho (Korea Selatan).
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase