LIGA SPANYOL

Kembalinya Musim Semi Barcelona

Sejumlah pemain kunci Barca kembali seusai cedera. Berkat itu ”Blaugrana” kembali mengendalikan persaingan juara. Kondisi yang sangat tidak ideal untuk Real Madrid.

23 Feb 2026 11:44 WIB · Olahraga

AP

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

BARCELONA, MINGGU — Sempat tertinggal dua poin dari Real Madrid, angin keberuntungan berembus ke Barcelona. Cederanya Pedri dan Raphinha turut berperan dalam inkonsistensi Barca. Kini, setelah dua pemain itu mulai pulih, musim semi Barca pun kembali. Kekalahan Real dari Girona dimaksimalkan Barca dengan menundukkan Levante, 3-0, di Stadion Camp Nou, Barcelona.

Berkat kemenangan itu, Barca mengudeta Real dari puncak klasemen. Barca kini mengoleksi 61 poin dari 25 laga, berselisih satu poin dengan Real di peringkat kedua. Dengan 13 pekan tersisa hingga akhir musim, Barca kini berbalik mengendalikan persaingan menuju gelar juara Liga Spanyol.

”Ini (kemenangan) penting dan positif. Kami memiliki kesempatan setelah hasil pertandingan (Real Madrid) hari Sabtu dan kami memanfaatkannya. Tetapi, masih ada jalan panjang yang harus ditempuh. Hari ini kami memberikan jawaban yang kami butuhkan,” kata Pelatih Barca Hansi Flick, seusai laga pada Minggu (22/2/2026), dikutip dari Diario AS.

Selama lebih dari sepekan terakhir, Flick direpotkan oleh urusan cedera para pemain andalannya. Tanpa Pedri dan Raphinha, skema menekan dengan garis pertahanan tinggi ala Flick tidak berjalan maksimal. Akibatnya, Barca dipecundangi empat gol tanpa balas pada semifinal Piala Raja Spanyol oleh Atletico Madrid.

Barcelona's Raphinha reacts during a La Liga soccer match between Barcelona and Levante in Barcelona, Spain, Sunday, Feb. 22, 2026. (AP Photo/Joan Monfort)

Tidak berhenti di sana, Barca kembali menelan kekalahan 1-2 dari tim papan bawah Girona. Beruntung cedera Pedri dan Raphinha tidak seberapa parah. Raphinha yang tampil kurang maksimal karena masih dalam proses pemulihan saat melawan Girona kali ini kembali dimainkan. Dia total melepaskan lima tembakan dan mengkreasikan tiga peluang.

Pergerakan Raphinha sanggup menarik Levante yang memainkan formasi lima bek saat bertahan. Berkat itu dia menciptakan ruang bagi rekan-rekannya, terutama Lamine Yamal dan Jules Kounde di sisi kanan. Raphinha juga menjadi pemain dengan sentuhan di dalam kotak penalti terbanyak sepanjang laga, yakni 11 kali.

Walau begitu, Raphinha tidak berperan dalam gol Barca. Tiga gol kemenangan Barca dilesakkan Marc Bernal, Frenkie de Jong, dan Fermin Lopez. Bernal mencuri perhatian setelah melesakkan gol keduanya musim ini. Pemain berusia 18 tahun tersebut mengisi pos gelandang bertahan yang biasanya ditempati Pedri.

Flick sengaja tidak memainkan Pedri sejak awal karena masih belum sepenuhnya pulih. Strategi Flick berpusat pada penyembuhan cedera Pedri secara bertahap sembari terus memberikannya menit bermain sedikit demi sedikit.

Flick tidak mengulangi kesalahan pada laga sebelumnya dengan memasang Dani Olmo sebagai tandem De Jong di pos gelandang bertahan. Olmo merupakan pemain berposisi asli gelandang serang. Dia tidak memiliki naluri alamiah dalam bertahan, apalagi melindungi bek. Berkaca dari kekeliruan itu, Flick kali ini memercayakan pos gelandang bertahan kepada Bernal.

Di luar dugaan, Bernal tampil di luar ekspektasi. Penempatan posisi serta caranya melindungi empat bek menuai pujian dari Flick. Ditambah lagi dengan kejeliannya naik membantu serangan yang berujung pada gol pembuka Barca. Jika terus tampil konsisten, Flick barangkali tidak akan kebingungan mencari pengganti Pedri.

Spain La Liga Soccer

”Saat bermain dengan blok pertahanan yang sangat dalam, Anda membutuhkan gelandang untuk mendukung Anda dari lini belakang. Marc adalah pemain hebat untuk masa depan. Saya harap dia memiliki masa depan yang cerah jika dia tetap bugar,” kata Flick.

Kebutuhan rotasi

Kepiawaian pelatih dalam menerapkan kebijakan rotasi sangat berperan dalam mengarungi kompetisi berformat liga yang relatif panjang. Saat ini persaingan juara Liga Spanyol kembali berpusat pada Real dan Barca. Kubu yang lebih lihai dalam merotasi pemain di tengah jadwal padat kemungkinan besar keluar sebagai juara di akhir musim.

Sebagaimana Barca, Real juga direpotkan dengan cederanya sejumlah pemain kunci, seperti Eder Militao, Jude Bellingham, dan Rodrygo. Adapun mesin gol utama Real, Kylian Mbappe, belum sepenuhnya bugar. Seusai kekalahan dari Girona, Real mengonfirmasi Dani Ceballos masuk daftar pemain yang cedera.

Absennya beberapa pemain kunci sangat mungkin memaksa Pelatih Real Alvaro Arbeloa mempromosikan beberapa pemain akademi, seperti Thiago Pitarch atau Jorge Cestero.

Spain La Liga Soccer

”Suatu tim menunjukkan kekuatannya ketika kesulitan muncul. Hal yang tidak boleh muncul adalah keraguan. Saya masih sangat percaya kepada para pemain saya dan kerja keras mereka. Kami perlu mempertahankan tingkat tuntutan itu dari waktu ke waktu dan itulah yang perlu terus kami upayakan,” tutur Arbeloa.

Cedera memang bisa diatasi dengan kedalaman tim, tetapi kejelian pelatih dalam melihat potensi pemain, seperti yang dilakukan Flick pada Bernal, juga tidak kalah penting. Cara serupa bisa diterapkan Arbeloa jika memang terpaksa memberikan menit bermain kepada jebolan akademi.

Kedalaman tim tidak akan berarti apa-apa jika pelatih menempatkan pemain pada posisi yang bukan merupakan keahliannya. Dalam hal ini, Flick mengambil risiko dengan memainkan Bernal lalu menuai hasilnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra