Keputusan mendadak Sergio Conceicao mengubah formasi Milan saat melawan Udinese berbuah manis. Namun, kemenangan itu bukanlah hasil dari persiapan singkat.
12 Apr 2025 11:28 WIB · Olahraga
UDINE, SABTU — Untuk pertama kalinya musim ini, Sergio Conceicao menerapkan formasi yang sangat asing baginya. Cederanya dua bek sayap kanan memaksa pelatih AC Milan tersebut beralih menggunakan sistem tiga bek dalam formasi 3-4-3. Perubahan itu ternyata berbuah manis seiring kemenangan 4-0 atas Udinese di Stadion Friuli, Sabtu (12/4/2025) dini hari WIB. Meski perubahan formasi terkesan dilakukan mendadak, nyatanya para pemain Milan telah terlatih menggunakan sistem tiga bek.
Conceicao selama ini lebih gemar menggunakan sistem empat bek dalam formasi 4-2-3-1 atau 4-3-3. Sepanjang karier kepelatihannya, Conceicao tergolong sangat jarang menerapkan sistem tiga bek. Pilihan itu akhirnya harus diambil Conceicao saat Milan melawat ke markas Udinese. Cederanya dua bek sayap kanan, Kyle Walker dan Emerson Royal, memaksa Conceicao beralih menggunakan sistem tiga bek.
Ia memercayakan trisula lini pertahanan kepada Fikayo Tomori, Matteo Gabbia, dan Strahinja Pavlovic. Mereka diapit Theo Hernandez dan Alex Jimenez yang aktif bergerak membantu pertahanan dan serangan sepanjang laga.
Walau pertama kali menggunakan formasi tiga bek musim ini, para pemain Milan tidak kesulitan ataupun canggung. Mereka justru tampil atraktif hingga mampu mencetak empat gol lewat aksi Rafael Leao, Pavlovic, Hernandez, dan Tijjani Reijnders.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/12/182da12992025773504ef402392f2448-Italy_Soccer_Serie_A_2.jpeg)
Berkat perubahan formasi ini, para pemain Milan merasakan pergerakannya lebih bebas. Leao, misalnya, tidak perlu turun terlalu jauh untuk membantu pertahanan karena Milan punya tiga bek yang siaga di pertahanan. Saat menggunakan formasi empat bek, dua bek sayap Milan aktif membantu serangan sehingga hanya ada dua bek yang tetap di pertahanan.
”Bahkan dalam bertahan, kami lebih kompak. Dengan tambahan satu pemain (di belakang), saya lebih bebas bergerak ke kiri atau kanan di depan. Saya cocok dengan (Christian) Pulisic dan (Luka) Jovic, dan (Tammy) Abraham juga saat ia masuk. Kami bermain bagus dan kreatif di lini depan hari ini,” ujar Leao, dikutip dari Football Italia.
Kemenangan telak ini seakan menjadi oase bagi performa Milan yang tengah menurun. ”Rossoneri” hanya memenangi dua dari tujuh pertandingan di Liga Italia sebelum mengalahkan Udinese. Akibatnya, mereka terpental jauh ke peringkat kesembilan padahal sempat konsisten bersaing di papan atas pada awal musim.
Berkat kemenangan atas Udinese, Milan kini hanya berjarak enam poin dari Bologna di peringkat keempat. Dengan tujuh laga tersisa, harapan Milan untuk finis di posisi empat besar pada akhir musim setidaknya masih terjaga.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/12/658409b0ac1717f4be989f2a455b789f-Italy_Soccer_Serie_A_3.jpeg)
Dari sebelumnya risau akibat Walker dan Emerson yang cedera, Conceicao berani melakukan gebrakan yang berujung hasil manis. Tidak ayal kondisi ini, bagi Milan, layaknya berkah dalam musibah.
Conceicao merendah dengan mengatakan sistem baru Milan ini belum lama dicoba. ”Selama jeda internasional, kami menerapkan sistem ini. Namun, saya tidak bisa mengubahnya karena banyak yang kembali dua hari sebelum pertandingan. Para pemain menerima ide ini dengan dan tanpa bola, dengan bek sayap lebih terlindungi,” kata Conceicao.
Conceicao belum memutuskan apakah akan tetap mempertahankan sistem tiga bek atau kembali ke formasi favoritnya. Akan tetapi, melihat para pemain merasa nyaman dengan sistem ini, bukan tidak mungkin Conceicao akan terus mempertahankannya.
”Saya punya firasat bagus: kami tidak selalu menunjukkannya di lapangan, tetapi hari ini kami melakukannya. Oke, hari ini tiga poin dan kami sudah memikirkan pertandingan berikutnya. Saya melihat tim yang solid dan kompak, seperti yang kami inginkan. Tim ini siap. Sangat penting untuk beristirahat selama beberapa minggu,” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/12/a19d874bea90adbf2ae35f3c5d1c00be-Italy_Soccer_Serie_A_5.jpeg)
Pendapat berbeda disampaikan Direktur Teknik Milan Geoffrey Moncada. Menurut dia, keberhasilan Milan meraih kemenangan telak tidaklah dicapai seperti membalikkan telapak tangan.
Meski sepanjang musim mayoritas menggunakan sistem empat bek, para pemain Milan telah terlatih pula bermain dengan tiga bek. Dengan begitu, kefasihan para pemain Milan memainkan formasi tiga bek bukan didasari atas sistem kebut semalam.
”Mereka telah berlatih dengan formasi tiga pemain sepanjang minggu. Mereka telah melatih sistem ini. Kami biasanya meninggalkan tiga pemain di belakang saat kami membangun serangan untuk memberi sedikit lebih banyak ruang bagi Theo Hernandez. Jadi itu tidak sepenuhnya berbeda,” ujar Moncada.
Seusai menghadapi Udinese, Milan akan mendapatkan tantangan berat dengan melawan Atalanta pekan depan. Jadwal tersebut menguntungkan Milan yang memiliki lebih banyak waktu untuk berlatih. Conceicao sangat mungkin akan terus menyempurnakan sistem tiga bek Milan, terutama saat menghadapi serangan balik lawan.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari