Kemenangan Aneh Barcelona di Butarque

Perangkap Leganes memaksa Barcelona menang dengan cara yang tidak biasa. Trio Lewandowski, Yamal, dan Raphinha tidak berkutik melawan pertahanan berlapis Leganes.

13 Apr 2025 07:01 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

LEGANES, MINGGU — Barcelona meraih kemenangan 1-0 yang aneh atas tuan rumah Leganes di Stadion Butarque, Minggu (13/4/2025) dini hari WIB. Mereka memiliki lini serang terproduktif di Eropa, tetapi kesulitan mencetak gol melawan tim zona degradasi. Barca memang sukses mengamankan poin penuh, tetapi dengan cara yang tidak biasa, yaitu berkat gol bunuh diri.

Gol bunuh diri bek Leganes, Jorge Saenz, menjadi satu-satunya saksi kebisuan lini serang Barca. Seusai membekap raksasa Jerman, Borussia Dortmund, empat gol tanpa balas pada laga sebelumnya, tidak ada yang mengira Barca akan begitu kesulitan membongkar pertahanan Leganes.

”Kami tahu seperti apa situasi yang akan kami hadapi. Anda tidak selalu bisa menang dengan selisih lima gol. Mengetahui cara bertahan dan memenangi pertandingan ke depannya sangat berarti,” ujar bek tengah Barca, Inigo Martinez, dikutip dari Diario AS.

Memainkan tisula lini serang, Robert Lewandowski, Lamine Yamal, dan Raphinha, sejak awal ternyata tidak menjamin Barca bisa menang dengan mudah. Leganes menyadari Barca adalah tim terproduktif di Eropa saat ini dengan gelontoran 145 gol dalam 48 pertandingan di semua kompetisi. Apalagi Leganes, yang sedang terpuruk di zona degradasi, bukanlah tandingan Barca.

Spain Soccer La Liga

Oleh sebab itu, mereka tidak naif dan mencoba bertahan serapat mungkin dalam formasi 4-5-1. Menumpuk empat bek dan lima gelandang ditambah dengan kedalaman bertahan saat sedang tidak menguasai bola sukses menyumbat produktivitas Barca.

Di sisi lain, Barca yang mengandalkan bola-bola langsung (direct) juga tidak berkutik akibat garis pertahanan rendah Leganes. Terbukti pada babak pertama, Barca gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran. Menurut catatan Opta, ini adalah yang kedua kalinya Barca tidak mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran pada babak pertama sejak menghadapi Real Sociedad pada November 2024.

Pertahanan rapat Leganes memaksa para pemain Barca hanya mendistribusikan bola lewat kombinasi operan pendek dan panjang. Saat jumlah tembakan tepat sasaran berkurang, jumlah operan Barca tergolong banyak, mencapai 330 operan berbanding 99 milik Leganes.

Gol penentu kemenangan Barca tercipta pada menit ke-48. Bukan karena aksi Lewandowski, Raphinha, atau Yamal, tetapi kesalahan antisipasi umpan silang Saenz. Gol bermula dari upaya membangun serangan Leganes yang berhasil diredam Barca sedini mungkin. Ini mengakibatkan pertahanan Leganes belum kembali pada pola terbaiknya.

Spain Soccer La Liga

Raphinha yang menggiring bola mengirim umpan silang kepada Lewandowski di kotak penalti. Saenz yang menyadari betapa berbahayanya Lewandowski mencoba memotong umpan, tetapi bola justru masuk ke gawangnya sendiri.

Memanfaatkan gol bunuh diri lawan bukanlah cara biasa yang dilakukan Barca untuk menang. Kemenangan tipis ini pun terasa agak aneh bagi ”Blaugrana” yang selama ini identik dengan permainan direct dan gol yang melimpah. Apalagi pada pertengahan pekan para penggemar Barca baru saja disuguhi parade empat gol tanpa balas ke gawang Dortmund pada laga Liga Champions.

Bek tengah Barca, Eric Garcia, mengutarakan, Leganes bukan tim yang mudah untuk ditaklukkan. Mereka selalu tahu bagaimana cara menyulitkan tim-tim raksasa di Spanyol. Sebelum menyulitkan Barca, Leganes memberi perlawanan hebat saat menghadapi Real Madrid. Pada pertemuan pertama di markas Barca, Leganes bahkan mampu mencuri kemenangan.

”Stadion (Butarque) ini sulit untuk dihadapi. Tim-tim ini berjuang untuk terhindar dari degradasi. Saya pikir mereka membuktikannya malam ini. Mereka memiliki level yang bagus. Saya pikir hal terpenting hari ini adalah mengetahui cara bersaing,” kata Eric.

Spain Soccer La Liga

Pelatih Barca Hansi Flick tidak memedulikan bagaimana cara timnya meraih kemenangan. Sejak awal Flick memang tidak mempermasalahkan cara bermain timnya asalkan bisa mengamankan poin penuh. Flick berpendapat, suatu tim akan dikenang dari trofi-trofi yang dimenangkan, bukan dengan cara bermain.

”Ini pertandingan yang sulit. Ini adalah tiga poin penting bagi kami. Saya sangat bangga dengan tim saya, sekali lagi. Apa yang telah kami lakukan dalam beberapa bulan terakhir sungguh luar biasa,” kata Flick.

Perkataan Flick masuk akal mengingat Barca kini semakin menjauh dari kejaran rival abadinya, Real Madrid, di peringkat kedua. Tiga poin dari Leganes memperlebar jarak kedua tim menjadi tujuh poin. Barca boleh saja dicap meraih kemenangan aneh, tetapi itu tidak menyingkirkan fakta bahwa mereka sekarang berhasil memberi tekanan lebih kepada Real.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .