Juara bertahan, Iga Swiatek dan Carlos Alcaraz, mengawali penampilan di Perancis Terbuka 2025 pada hari yang sama. Mereka memenangi babak pertama.
26 Mei 2025 22:34 WIB · Olahraga
PARIS, SENIN — Menjalani babak pertama turnamen, bagi petenis debutan dan mereka yang berkali-kali juara adalah tantangan sulit. Iga Swiatek dan Carlos Alcaraz mengalami hal itu sebagai juara bertahan Perancis Terbuka meski menang straight sets.
Bagi Swiatek, kemenangan atas Rebecca Sramkova dengan skor 6-3, 6-3 di Lapangan Philippe Chatrier, Roland Garros, Paris, Perancis, Senin (26/5/2025), bahkan begitu berarti. Dia bertanding dengan kondisi berbeda dibandingkan dengan 2024.
Tahun lalu, Swiatek bertanding sebagai tunggal putri nomor satu dunia dan menjadi incaran semua petenis untuk dikalahkan. Dia bersaing sebagai tiga kali juara Perancis Terbuka (2020, 2022, 2023) dan menang 19 kali beruntun di lapangan tanah liat sebelum tiba di Roland Garros. Kemenangan beruntun itu menghasilkan dua gelar juara dari turnamen WTA 1000 Madrid dan Roma yang dilengkapinya dengan trofi juara Perancis Terbuka.
Namun, sejak mendapat trofi Suzanne Lenglen (trofi juara tunggal putri Perancis Terbuka) untuk keempat kalinya, Swiatek tak pernah juara. Petenis Polandia berusia 23 tahun itu bahkan tak pernah mencapai final. Dia pun bertanding di Roland Garros 2025 hanya sebagai unggulan kelima di bawah Aryna Sabalenka (1), Cori Gauff (2), Jessica Pegula (3), dan Jasmine Paolini (4).
Maka, kemenangan pada babak pertama Perancis Terbuka 2025 begitu dibutuhkan Swiatek untuk menumbuhkan rasa percaya diri yang hilang akibat serangkaian kegagalan. Apalagi, Sramkova memberi perlawanan cukup ketat dibandingkan pertemuan pertama mereka yang berlangsung pada babak kedua Australia Terbuka, Januari. Saat itu, Swiatek menang 6-0, 6-2.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/26/36fdb162-57f3-41ca-ba3d-2cc622b13812_jpg.jpg)
Di Roland Garros, Swiatek baru bisa mematahkan servis Sramkova pada gim ketujuh yang membuatnya unggul 4-3 pada set pertama. Keunggulan pada set kedua juga didapat hanya melalui satu kali break point pada gim kedelapan. Swiatek unggul 5-3 lalu memenangi pertandingan dengan mempertahankan servis pada gim kesembilan.
”Pertandingan yang tidak mudah karena Sramkova terlihat bermain tanpa beban. Saya pun berusaha bermain agresif dan mengeluarkan senjata saya. Pada akhirnya, saya senang dengan performa hari ini,” kata Swiatek yang mendapat banyak winner dari forehand.
Selain bermain agresif, Swiatek berusaha menghadapi setiap tantangan dengan pola pikir positif. Dia tak ingin fokus pada kesalahan seperti yang terjadi pada turnamen lain sepanjang tahun ini.
Swiatek juga mendapatkan tambahan motivasi dan inspirasi dari acara penghargaan untuk Rafael Nadal yang digelar panitia penyelenggara turnamen pada Minggu malam. Dia dan Alcaraz yang duduk berdekatan menjadi bagian dari sekitar 14.000 penonton di stadion.
”Rafa menunjukkan sisi emosionalnya pada acara tadi malam dan itu menunjukkan bahwa dia juga manusia. Dia telah berjuang dan memberikan hidupnya untuk tenis. Apa yang dilakukannya, terutama di Roland Garros, menjadi inspirasi bagi saya. Apalagi, di sisi lapangan, ada jejak kakinya dia,” kata Swiatek yang dikenal sebagai penggemar 14 kali juara Perancis Terbuka itu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/26/f61df00b014478dcf30b014747bedede-AFP_483F9N8.jpg)
Jejak kaki yang dimaksud Swiatek adalah plakat yang ditempel di atas lapangan untuk menghargai Nadal sebagai peraih gelar juara terbanyak di Perancis Terbuka. Dalam plakat putih itu tertera gambar jejak sepatunya, trofi The Musketeers dengan angka 14, dan nama Rafa Nadal.
Plakat tersebut bisa dilihat setiap petenis yang bermain di Lapangan Philippe Chatrier karena ditempelkan di dekat net.
Swiatek membutuhkan pola pikir dan energi positif itu karena mendapat undian yang tak mudah sebagai unggulan kelima. Pada babak kedua, dia akan berhadapan dengan juara Grand Slam lainnya, Emma Raducanu, yang mengalahkan Wang Xin Yu 7-5, 4-6, 6-3 pada babak pertama.
Pertandingan babak pertama di setiap turnamen selalu tidak mudah meskipun saya tampil di sini sebagai juara bertahan.
Pertandingan tersebut menjadi yang pertama bagi Raducanu di Perancis Terbuka setelah kalah pada babak kedua pada 2022.
Alcaraz juga senang dengan performanya meski baru memenangi satu babak. Dia mengalahkan petenis kualifikasi, Giulio Zeppieri, 6-3, 6-4, 6-2.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/26/13f24c7d-286f-49ba-8a97-2dc03f44c525_jpg.jpg)
”Pertandingan babak pertama di setiap turnamen selalu tidak mudah meskipun saya tampil di sini sebagai juara bertahan. Saya berusaha untuk fokus pada permainan untuk mendapat ritme yang bagus. Saya senang dengan awal yang baik ini, tetapi akan berusaha lebih baik dengan latihan pada hari libur, besok,” kata Alcaraz yang akan melawan Fabian Marozsan pada babak kedua.
Dari big match yang terjadi pada babak pertama tunggal putri, Paula Badosa memenangi pertandingan ketika bertemu Naomi Osaka. Meskipun mengalami momentum naik-turun sepanjang pertandingan, Badosa dan Osaka memperlihatkan daya juang dan upaya keras mereka selama 2 jam 21 menit. Badosa menang dengan skor 6-7 (1), 6-1, 6-4.
Sebelum terjadi persaingan ketat di antara mereka, laga Badosa melawan Osaka layak disebut sebagai big match. Badosa adalah unggulan kesepuluh, sedangkan Osaka adalah mantan petenis nomor satu dunia yang memiliki empat gelar juara Grand Slam dari Australia dan Amerika Serikat Terbuka.
Ketatnya persaingan dalam memperebutkan setiap poin diperlihatkan dengan durasi satu jam hanya untuk set pertama. Beberapa gim pada set ketiga pun berlangsung lebih dari lima menit.
Satu unforced error Osaka membuatnya tertinggal pada set ketiga. Dia seharusnya bisa mendapat poin dengan mudah ketika bola memantul tinggi di dekat net. Osaka berusaha memukul bola ke lapangan lawan yang begitu terbuka karena Badosa mengantisipasi pukulan Osaka ke arah yang salah.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/26/cd63bf3c-8804-4b92-850b-9cf2b459e3d4_jpg.jpg)
Namun, bola dari backhand volley-nya jatuh di luar baseline. Osaka pun kehilangan servisnya dan membuat Badosa unggul 4-3.
Osaka mendapat peluang mematahkan servis Badosa pada gim berikutnya yang berlangsung sekitar delapan menit dengan lima kali deuce. Dia pun bisa menekan Badosa dalam posisi bertahan melalui pukulan-pukulan silang. Namun, Badosa bisa mempertahankan servisnya.
Meskipun kalah, Osaka telah memperlihatkan permainan terbaiknya di Perancis Terbuka. Apalagi, lapangan tanah liat menjadi kelemahan bagi petenis Jepang tersebut meskipun memiliki empat gelar Grand Slam.
Sementara Badosa menyebut bahwa plakat jejak kaki Nadal di lapangan menjadi insipirasinya untuk bertahan dalam laga sulit tersebut.
”Sejak melihat undian, saya antusias bertemu Osaka karena saya sangat menyukai dia dan permainannya. Saya pun berusaha memanfaatkan setiap kesempatan sekecil apa pun dan terinsipirasi Rafa saat melihat jejak kakinya. Saya berjuang seperti Rafa yang selalu berjuang di lapangan ini,” kata Badosa yang juga berasal dari Spanyol seperti Nadal.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/26/d6b519c8-12e7-4ab7-aad2-3736fdcb3d2c_jpg.jpg)
Babak pertama Perancis Terbuka akan berlanjut pada hari ketiga turnamen, Selasa (27/5/2025). Beberapa petenis yang akan memulai penampilan mereka adalah pemilik 24 gelar Grand Slam, Novak Djokovic, Cori Gauff, dan binang muda, Mirra Andreeva. (AFP/REUTERS)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan