Kebutuhan untuk mengejar Barcelona di puncak klasemen mendorong Carlo Ancelotti bertindak pragmatis. Ia rela Real Madrid tak mencetak banyak gol asalkan menang.
10 Mar 2025 08:24 WIB · Olahraga
MADRID, SENIN – Lebih baik meraih hasil sedikit tetapi pasti, daripada banyak namun berisiko. Prinsip itu mulai dipegang teguh Carlo Ancelotti agar Real Madrid bisa melampaui Barcelona di puncak klasemen. Real memilih menang tipis, 2-1, atas Rayo Vallecano meski punya kans mencetak gol lebih banyak. Pragmatisme Ancelotti bukanlah hal tabu. Justru itulah solusi terbaik di tengah kultur Real sebagai klub yang sangat menuntut.
Meski akan melawat ke markas Atletico Madrid pada pertemuan kedua babak 16 besar Liga Champions Eropa pekan depan, Ancelotti tetap menurunkan kekuatan penuh saat menghadapi Rayo di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Minggu (9/3/2025) malam WIB. Hanya kiper Thibaut Courtouis serta Antonio Ruediger yang absen. Courtouis masih dalam pemulihan cedera ringan, sementara Ruediger dilaporkan sedang sakit flu.
Keputusan untuk tidak merotasi skuad diambil Ancelotti karena setiap laga adalah final bagi Real. “Los Blancos” saat ini bersaing ketat dengan Barca di puncak klasemen. Kedua tim sama-sama mengoleksi 57 poin, tetapi Barca masih memiliki satu laga yang belum dimainkan. Dengan begitu, Ancelotti pantang melepas satu laga pun.
Pelatih asal Italia itu kini juga terkesan mulai sangat berhati-hati di setiap pertandingan. Meski punya kesempatan menang besar atas Rayo, Real bermain lebih pragmatis dan cukup puas dengan skor tipis 2-1. Bagi Ancelotti, lebih baik bermain aman daripada agresif tapi kemudian terpeleset.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/10/c127633c06881fe2bd3259a89220f35a-AFP_36ZJ3B3.jpg)
Ketika Anda unggul 2-1 pada menit ke-75, yang harus Anda lakukan adalah menghindari masalah dan bertahan dengan baik.
Rayo di luar perkiraan tampil amat militan. Mereka mampu memberikan perlawanan walau memiliki kualitas pemain di bawah Real. Sepanjang laga, mereka menciptakan enam tendangan ke gawang serta satu kesempatan emas yang berhasil dikonversi menjadi gol oleh Pedro Diaz di pengujung babak pertama. Gol itu memperkecil ketertinggalan Rayo setelah Real unggul lebih dulu berkat Kylian Mbappe dan Vinicius Junior.
Real seperti tidak menjadi diri mereka. Tim besutan Ancelotti kurang bisa membatasi ruang gerak para pemain Rayo sehingga beberapa kali merepotkan pertahanan. Rayo mampu melepaskan 20 tembakan. Jumlah itu dua kali lebih banyak dibandingkan Real. Rayo pun menjadi tim selain Barca yang mampu melepaskan selisih tembakan lebih banyak dari Real di Bernabeu sejak 2008.
Selain itu, Real hanya mencatatkan 46 persen penguasaan bola, kalah dari Rayo yang agresif hingga mencatatkan 54 persen. Semua statistik itu menunjukkan bahwa Real telah berubah menjadi tim yang sangat pragmatis di laga ini. Mereka lebih memilih mempertahankan keunggulan dibanding mencoba mendominasi laga dan mencetak banyak gol.
“Ketika Anda unggul 2-1 pada menit ke-75, yang harus Anda lakukan adalah menghindari masalah dan bertahan dengan baik. Saya mengerti bahwa orang-orang tidak menyukainya. Tetapi kami harus memperhitungkan jadwal padat yang kami hadapi, juga bermain di Liga Champions dan Piala Raja Spanyol,” kata Ancelotti seusai laga.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/10/9f279ed67c7e76edfda47e74cf10a8b8-aa20d3cb5a914f12baa117c70ba07ef8_0_5cab2f6aa6b54d8dbeab6779dbf573cd.jpg)
Real memang masih berpeluang merengkuh tiga gelar musim ini. Ancelotti menyadari sepenuhnya bahwa Real adalah klub yang sangat terobsesi dengan gelar. Sejak dulu, Real dikenal sebagai klub yang amat menuntut. Apalagi kali ini mulai berembus isu pergantian Ancelotti. Pelatih Bayer Leverkusen, Xabi Alonso, menjadi kandidat kuat pengganti Ancelotti. Sejumlah laporan menyebutkan perwakilan Real dan Alonso sudah sempat melakukan pertemuan.
Saat akhir periode pertama masa kepelatihan Ancelotti di Real pada 2013-2015, ia berhasil mempersembahkan gelar Liga Champions. Namun, Ancelotti tetap tidak selamat dari pemecatan beberapa bulan setelahnya. Kali ini risiko serupa juga menghantuinya. Maka tidak ada pilihan bagi Ancelotti selain berusaha memenangi seluruh gelar yang bisa diraih Real musim ini.
Inilah yang kemudian mendorong Ancelotti memilih pendekatan pragmatis. Baginya, tidak apa-apa kalah dominan sepanjang laga asalkan bisa menang.
Tidak hanya Ancelotti, kebutuhan untuk terus memenangi laga tanpa peduli dengan keindahan permainan juga diutarakan gelandang Federico Valverde. Menurutnya, kemenangan saat ini jauh lebih berarti bagi Real.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/10/c1e718ccfe64bbf5473db70cf6fd3527-8bbe39fad032454fa3490d4b9ec02745_0_e0486a3823444d729a3110b81dc2aa41.jpg)
“Yang terpenting adalah menang dan mendapatkan tiga poin. Pertandingan ini sedikit sulit, tetapi yang paling penting adalah terus meraih kemenangan dan bersiap untuk pertandingan tengah pekan, yaitu Liga Champions, yang sangat penting,” kata Valverde.
Bermain aman menjadi jalan Real mengarungi sisa musim. Bagaimanapun, sebagai klub yang amat menuntut, jalan ini memang yang terbaik. Adapun pendekatan bermain cantik yang membawa risiko sudah tidak relevan dengan visi Real, setidaknya untuk saat ini. (REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .