Kombinasi Mbappe dan Vinicius mendapat kritik dari mantan pelatih Real Madrid. Mengalahkan Rayo Vallecano bisa jadi ajang pembuktian yang tepat bagi mereka.
08 Mar 2025 16:05 WIB · Olahraga
MADRID, SABTU — Menghadapi Rayo Vallecano di Stadion Santiago Bernabeu, Minggu (9/3/2025) pukul 22.15 WIB jadi kekhawatiran lain bagi Real Madrid. Dalam tiga pertemuan sebelumnya, ”Los Blancos” selalu gagal meraih kemenangan. Rayo sudah seperti ”kryptonite” ampuh bagi tim besutan Carlo Ancelotti. Secara kebetulan, performa Kylian Mbappe dan Vinicius Junior dikritik Fabio Capello, mantan Pelatih Real.
Kritikan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai pelecut bagi Vinicius dan Mbappe untuk tampil apik saat menjamu Rayo. Meski Rayo bukanlah tim besar, Real selalu kesulitan menang atas mereka belakangan ini. Tiga pertemuan terakhir selalu berakhir imbang.
Vinicius, salah satu penyerang andalan Real, malah tidak pernah mencetak gol dalam tiga pertemuan terakhir kontra Rayo. Sejak bergabung dengan Real pada 2018, Vinicius sudah tujuh kali melawan Rayo. Dari tujuh pertemuan itu, ia hanya mampu menyumbangkan dua asis. Pada pertemuan pertama musim ini di markas Rayo, Vinicius tidak bisa banyak berkontribusi.
Di samping ketajaman Vinicius yang seakan lenyap kala melawan Rayo, kinerjanya dengan penyerang baru Real, Kylian Mbappe, tengah mendapat kritik dari Capello. Pelatih yang pernah membesut Real pada rentang 2006 hingga 2007 itu berpendapat, keberadaan mereka di lini depan Real tidak terlalu efektif. Vinicius gemar beroperasi di sisi kiri serangan, demikian pula Mbappe saat masih memperkuat Paris Saint-Germain.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/08/3c8a4f8b778a43b1d4a55b76259ede97-FBL_EUR_C1_REAL_MADRID_ATLETICO_MADRID_127975507.jpg)
”Mbappe dan Vinicius bermain di posisi yang sama. Mereka saling menyerang dan tidak tampil baik. Mereka berhasil melakukan apa yang tidak dapat dilakukan pemain lain di ruang sempit, dalam permainan yang tidak dipikirkan oleh siapa pun. Tetapi, itu bukanlah harmoni permainan. Ini adalah tim yang terdiri dari para pemain hebat di lini depan, dengan masalah di lini tengah setelah (Toni) Kroos pergi, dan masalah di lini pertahanan akibat cedera,” tutur Capello, dikutip dari Mundo Deportivo.
Capello bukan satu-satunya orang yang berpendapat demikian. Sejumlah media di Spanyol pun menyoroti Mbappe yang sempat mengalami awal yang lambat sejak bergabung dengan Real musim ini. Sebagai jalan tengah, Ancelotti menempatkan Vinicius di posisi favoritnya, sayap kiri. Sementara Mbappe digeser bermain lebih ke tengah sebagai penyerang.
Pelan tapi pasti, Mbappe mulai terbiasa dengan peran barunya itu. Keran golnya yang sempat tersendat kini mulai mengalir lagi. Mbappe bahkan menjadi bintang kemenangan Real atas Manchester City berkat mencetak trigol (hattrick).
Walau demikian, Capello tetap pada pandangannya. Poin kritiknya adalah matahari kembar di lini depan Real. Walau Vinicius atau Mbappe mampu tampil bagus, keduanya dinilai akan saling menegasikan, alias tidak bisa bersinar bersama-sama.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/08/548c56b61aa50d72eaf83ff6c58fbcc5-Spain_Soccer_Champions_League_127976047.jpg)
Mereka bekerja keras dan berjuang. Mereka tidak menunjukkan kualitas yang mereka miliki, tetapi mereka memiliki kemampuan untuk melakukannya.
Laga menghadapi Rayo bisa menjadi momentum bagi Vinicius dan Mbappe untuk meruntuhkan kritik tersebut. Apalagi, selama ini Real selalu kesulitan setiap kali bertemu Rayo. Vinicius dan Mbappe mesti terlecut untuk menampilkan performa terbaik bersama-sama demi membungkam kritik Capello.
Kritik Capello sangat mungkin kembali dipicu atas performa Mbappe dan Vinicius yang di bawah rata-rata saat Real menghadapi Atletico Madrid pada babak 16 besar Liga Champions Eropa. Pada laga tersebut, Real menang 2-1 berkat gol dari Rodrygo dan Brahim Diaz.
Ancelotti mengakui, Vinicius dan Mbappe memang tidak dalam performa terbaiknya saat itu. Namun, ia memuji kinerja mereka yang mau lebih turun membantu pertahanan.
”Bermain melawan pertahanan Atletico tidaklah mudah. Kami tidak memiliki banyak peluang. Mereka bekerja keras dan berjuang. Mereka tidak menunjukkan kualitas yang mereka miliki, tetapi mereka memiliki kemampuan untuk melakukannya. Secara pertahanan, mereka melakukannya dengan baik dan ketika mereka mendapatkan posisi yang baik, mereka memungkinkan para gelandang untuk lebih dekat dengan lini belakang dan membantu pertahanan,” ujar Ancelotti.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/02/f97b004fee8aad1fe0925e05d027f354-FBL_ESP_LIGA_BETIS_REAL_MADRID_127877402.jpg)
Sementara itu, bek Rayo Vallecano Florian Lejeune tidak mau lengah dengan performa Mbappe dan Vinicius yang sedang menurun. Baginya, mereka tetaplah dua pemain berbahaya yang mesti mendapat pengawalan berlapis.
Walau tidak pernah kalah dari Real dalam tiga pertemuan terakhir, para pemain Rayo sedang dalam kondisi moral yang tidak ideal setelah gagal memetik kemenangan dalam tiga laga sebelumnya di liga. ”Saya pikir, pada akhirnya, Anda harus mempertahankan cara yang sama untuk terus bermain dan bersaing karena cepat atau lambat sesuatu yang positif akan muncul,” ujarnya. (REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto