LIGA CHAMPIONS EROPA

Kenan Yildiz Disambut dan Meluruhkan Jiwa ”Singa” Galatasaray

Kota Istanbul akan menjadi saksi ”home-coming” bagi Kenan Yildiz. Berstatus kebanggaan anyar Turki, Yildiz justru berambisi menyingkirkan Galatasaray.

16 Feb 2026 17:17 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Galatasaray dikenal sebagai tim dengan kelompok suporter paling gencar melakukan teror pada laga kandang Liga Champions Eropa. Namun, dalam berdekade-dekade terakhir, pendukung ”Aslan” atau ”Singa” akan melunak untuk menyambut Juventus pada laga pertama playoff babak 16 besar Liga Champions, Rabu (18/2/2026) pukul 00.45 WIB, di Stadion RAMS Park, Istanbul.

Sikap terbuka pendukung Galatasaray itu bukan karena mereka memiliki ikatan baik dengan Juventus. Rivalitas kedua tim justru mengemuka setelah pergantian milenium.

”Si Nyonya Besar” selalu takluk berkat teror suporter Galatasaray. Selain selalu menderita kekalahan dalam dua lawatan sebelumnya, Juve juga belum pernah mencetak gol pada laga tandang menghadapi Galatasaray.

Namun, Juve sekarang bukan tim yang asing bagi pendukung Galatasaray. Pada akhir dekade 2010-an, Juve kian dicintai oleh pendukung sepak bola di Turki berkat merekrut Merih Demiral, bek tengah timnas Turki, dan Cristiano Ronaldo.

Kini, kecintaan orang-orang Turki kepada Si Nyonya Besar berada di angka yang konsisten. Merujuk survei Socios pada 2022, tingkat persentase pendukung sepak bola Turki menggemari Juve setara dengan Manchester United, PSG, dan Bayern Muenchen. Tim-tim itu diperkirakan dicintai 11-12 persen pendukung sepak bola Turki.

Pemain Juventus, Kenan Yildiz, merayakan golnya ke gawang Napoli pada laga Liga Italia di Turin, Italia, Minggu (25/1/2026). Juventus menang 3-0 pada laga itu.

Mereka hanya kalah dari duo raksasa Spanyol, Real Madrid dan Barcelona. Real disukai sekitar 18 persen fans Turki, sedangkan Barcelona di kisaran angka 16 persen. Tak ayal, khusus di Italia, Juve adalah tim yang paling banyak diikuti pendukung Turki.

Kecintaan besar Turki terhadap Juve dipengaruhi pula oleh kehadiran Kenan Yildiz, superstar baru sepak bola Turki bersama Arda Guler di Real. Menariknya, Yildiz telah mendapatkan tempat jauh lebih mulia dibandingkan dengan Guler.

Jika Guler masih berada di bawah bayang-bayang Kylian Mbappé, Vinicius Jr, Jude Bellingham, dan Federico Valverde dalam hal pengaruh dan gaji, Yildiz sudah didapuk sebagai ikon baru Juve. Sama-sama kelahiran 2005 dengan Guler, Yildiz sudah menjalani musim kedua mengenakan nomor jersei ”10” di Juve yang keramat.

Quote

Saya ingin bermain melawan semua tim terbaik di kompetisi.

Selain itu, Yildiz baru saja menandatangani perpanjangan kontrak dengan Juve hingga 2030. Kini, ia adalah penerima gaji tertinggi di Si Nyonya Besar.

Berbeda dengan Guler yang lulusan akademi klub Turki, Fenerbahce, Yildiz lahir dan besar di Jerman dan dididik di Bayern Muenchen. Hal itu membuat publik sepak bola Turki bisa lepas dari rivalitas klub lokal jika membahas Yildiz.

Perkiraan susunan pemain Galatasaray versus Juventus pada laga pertama playoff babak 16 besar Liga Champions Eropa, Rabu (18/2/2026) pukul 00.45 WIB.

Pelatih Galatasaray Okan Buruk menyatakan, timnya akan menjalani laga sulit menghadapi Juve yang memiliki sejumlah pemain hebat. Buruk menyebut secara gamblang bahwa Yildiz adalah pemain yang sangat berharga bagi Juve.

”Kami akan berusaha menghentikan Kenan (Yildiz). Dia adalah kebanggaan nasional kami,” ucap Buruk dilansir Soccernet.

Yildiz akan menjadi ancaman terbesar bagi bek-bek sayap kanan Galatasaray, misalnya Sacha Boey atau Kaan Ayhan yang silih berganti menempati posisi itu.

Fatih Terim, mantan pelatih legendaris Galatasaray dan timnas Turki, juga tidak sabar menyaksikan Yildiz menghadapi skuad Aslan di RAMS Park. Menurut Terim, Yildiz adalah wajah masa depan sepak bola Turki.

”Apakah ia (Yildiz) pemain terbaik Turki? Kariernya masih awal, tetapi ia adalah bintang masa depan sepak bola Turki bersama Arda Guler,” ujar Terim yang melejitkan Galatasaray meraih Piala UEFA 1999-2000.

Merasa antusias

Sementara Yildiz antusias untuk menjalani debut laga resmi di tanah leluhurnya. Sebelumnya, ia berkunjung ke Turki untuk membela timnas Turki sejak menghuni skuad U-17 pada 2021.

Kenan Yildiz (kanan) membela tim nasional sepak bola Turki saat menghadapi Georgia pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026 di Izmit, Turki, Oktober 2025 lalu.

Di tengah potensi laga berjalan emosional, Yildiz bersikap profesional untuk menyambut duel menghadapi Galatasaray. Hal paling penting bagi dia adalah membantu Si Nyonya Besar bisa melaju ke fase gugur Liga Champions.

”Bagi saya tidak ada bedanya menghadapi siapa pun. Saya ingin bermain melawan semua tim terbaik di kompetisi,” kata Yildiz seperti dikutip dari 24 Saat Gazetesi.

Direktur Strategi Sepak Bola Juve Giorgio Chiellini berharap pasukan Luciano Spalletti bisa mengerahkan kemampuan terbaik di Istanbul. Target Juve, lanjutnya, membawa pulang keuntungan untuk menjalani laga kedua di kandang di Turin.

”Mereka adalah tim kuat dengan pemain-pemain luar biasa. Pertandingan tidak berakhir di Istanbul, tetapi kami harus meraih hasil baik untuk tampil di kandang,” ujar Chiellini kepada Sky Sport Italia.

”Kami harus memainkan gaya permainan sendiri. Itu demi mengeksploitasi kelemahan lawan dan membatasi potensi besar pemain mereka. Jadi, kami tidak hanya berpikir untuk menyerang,” ujarnya kemudian.

(AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto