Kompas.id Brief

Kenapa Lomba Lari 10K Banyak Diminati?

Lari 10K tidak bisa dipandang sebelah mata. Meskipun tidak sejauh lari setengah maraton dan maraton, lari 10K juga perlu teknik dan persiapan khusus.

15 Des 2024 17:00 WIB · Olahraga

Oleh Wisnu Aji Dewabrata

Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel berikut ini?

  1. Apakah lari 10K selevel dengan lari maraton?
  2. Apa pendapat para pelari tentang lari 10K?
  3. Siapa saja pelari elite di lomba lari Semarang 10K 2024?

Berlari sejauh 10 kilometer sesuai untuk para pelari rekreasional yang tidak memiliki banyak waktu untuk berlatih dan berlari. Lari 10K tetap perlu persiapan walaupun tidak selama seperti persiapan lari maraton. Pemulihan setelah lari 10K juga jauh lebih cepat.

Apakah lari 10K selevel dengan lari maraton?

copy title

Lari 10 kilometer atau 10K sering disalahartikan sebagai lari yang levelnya di bawah lari maraton (42 kilometer) dan lari setengah maraton (21 kilometer). Lari 10K juga dianggap kurang memiliki gengsi sebesar lari maraton atau setengah maraton. Padahal, setiap jarak berlari memiliki kesulitan tersendiri. Persiapannya pun berbeda.

Dalam maraton, pelari dihadapkan pada tantangan ketahanan fisik dan mental. Namun, lari 10K menuntut kecepatan yang jauh lebih tinggi daripada maraton. Pelari 10K sering kali berusaha mencapai garis finis dalam waktu kurang dari satu jam. Pelari harus menjaga pace yang cepat sejak start sampai finis. Tantangan menjaga pace di lari 10K tidak kalah sulit dibandingkan dengan maraton.

Lari 10K cocok untuk pelari rekreasional atau pelari kantoran karena rata-rata hanya perlu waktu 1 jam. Istilah pelari kantoran melekat pada warga kota yang bekerja di kantor dan memiliki hobi lari. Mereka berlari pada akhir pekan dan sebelum atau sesudah jam kerja di kantor.

Pelari mengawali langkah mereka setelah bendera start dikibarkan pada ajang Semarang 10K di depan Balai Kota Semarang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2024). Sebanyak 2.500 pelari dari berbagai daerah memeriahkan ajang Semarang 10K yang bertema "Step Up Your Limit" dengan melintasi rute jalanan Kota Semarang. Semarang 10K merupakan ajang lari tahunan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Semarang, Harian Kompas dan sejumlah pihak sponsor. Lari tidak hanya sebatas olahraga melainkan di antaranya sudah sebagai gaya hidup, tren, dan rekreasi. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 15-12-2024

Berlari 10K tidak menyebabkan rasa lelah yang berlebihan seperti lari maraton yang membutuhkan waktu 5-7 jam. Lari 10K hanya membutuhkan waktu singkat untuk pemulihan. Dengan demikian, setelah berlari 10K, pelari siap kembali bekerja atau melakukan aktivitas lainnya.

Contoh perbedaan tantangan 10K dan maraton dapat dilihat dari catatan waktu pelari elite seperti Rikki Marthin Simbolon. Di Borobudur Marathon 2023, pace rata-rata Rikki adalah 3 menit 37 detik per kilometer. Namun, di Semarang 10K 2023, pace-nya meningkat menjadi 3 menit 3 detik per kilometer.

Jika pace yang sama diterapkan dalam maraton, ia bisa finis 25 menit lebih cepat. Catatan waktu ini menunjukkan bahwa nomor 10K membutuhkan pace yang tidak bisa disamakan begitu saja oleh pelari jarak jauh.

Apa pendapat para pelari tentang lari 10K?

copy title

Johan Permana, anggota komunitas Hoka Run Club, menilai lari 10K sebagai tantangan yang spesifik dan tidak sekadar persiapan menuju maraton. Pada Semarang 10K 2023, Johan mencatat waktu 39 menit 46 detik dan berambisi memperbaikinya menjadi 38 menit pada Semarang 10K 2024.

Menurut Ayu Fatimah, pelari asal Semarang yang bertugas sebagai pacer di Semarang 10K, lari 10K ideal untuk pelari pemula. Pelari menggunakan 10K sebagai pengalaman pertama untuk berlari jarak jauh.

Tantangan terbesar dihadapi pelari setelah jarak 5 kilometer, ketika pelari mulai merasakan perubahan energi. Lari 10K bukan hanya ”batu loncatan”, melainkan juga sebuah kesempatan untuk menilai kapasitas setiap pelari.

Kostum unik yang selalu menjadi bagian dari kemeriahan pada ajang lari Semarang 10K di Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2024). Sebanyak 2.500 pelari dari berbagai daerah memeriahkan ajang Semarang 10K yang bertema "Step Up Your Limit" dengan melintasi rute jalanan Kota Semarang. Semarang 10K merupakan ajang lari tahunan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Semarang, Harian Kompas dan sejumlah pihak sponsor. Lari tidak hanya sebatas olahraga melainkan di antaranya sudah sebagai gaya hidup, tren, dan rekreasi. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 15-12-2024

Menurut Thomas Aquino (48) pelari asal Surabaya, ajang Semarang 10K adalah lomba lari terakhir yang diikutinya tahun 2024. Sebelumnya, ia mengikuti Bank Jateng Borobudur Marathon 2024 kategori maraton.

Thomas tidak mengurangi intensitas latihan meskipun masih dalam tahap pemulihan. Tahun lalu pada ajang Semarang 10K, catatan waktunya adalah 1 jam 20 menit dan tahun ini targetnya 1 jam 15 menit.

Pelari asal Semarang, Arkanaya (17), mengatakan, dirinya mampu berlari 10 kilometer dalam waktu 52 menit. Pada Semarang 10K 2024, dia ingin mempertajam rekornya, yaitu 47 menit. Dalam tiga bulan terakhir, Arkanaya melakukan latihan beragam, yaitu lari santai, lari interval, dan lari fartlek atau lari dengan variasi kecepatan. Menjelang lomba, dia menjaga istirahat dan asupan nutrisi.

Siapa saja pelari elite di lomba lari Semarang 10K 2024?

copy title

Lomba lari Semarang 10K 2024 diikuti sejumlah pelari elite level nasional. Dengan demikian, lari 10K tidak hanya untuk pelari rekreasional, tetapi juga bisa menarik minat pelari elite.

Salah satunya adalah pelari asal Bangka Belitung, Robi Syianturi, pemegang rekor nasional nomor maraton dan setengah maraton. Kedua rekornas itu dipecahkan Robi setelah kedua rekor tersebut dimiliki Eduardus Nobunome selama 27 tahun.

Atlet nasional Robi Syianturi melewati garis finis dalam lomba lari Semarang 10K, Minggu (15/12/2024), di Kota Semarang, Jawa Tengah. Robi menjadi pelari putra tercepat dalam lomba tersebut.

Pelari elite lainnya adalah Rikki Marthin Simbolon, Irmansah, Elisar Gamashi, Narman, dan Hamdan Sayuti di kategori putra. Adapun di kategori putri ada nama besar, seperti Odekta Naibaho, Irma Handayani, dan Pretty Sihite.

Menurut Robi, Semarang 10K memiliki nuansa kompetisi yang kuat karena hanya terdapat satu kategori nasional. Pelari elite ataupun pelari rekreasional dimasukkan dalam satu kategori. Dengan demikian, pelari elite ataupun non-elite dapat saling bersaing.

Para pelari elite ataupun rekreasional berpeluang meraih catatan waktu terbaik di Semarang 10K 2024 karena rute lari yang relatif datar. Kondisi rute yang relatif datar dan steril sangat mendukung terciptanya catatan waktu pribadi terbaik.


Kerabat Kerja

Penulis:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji