Keracunan MBG di Toba Diduga dari Semangka Berlendir, 47 Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit

Siswa mengalami gejala mual, muntah, pusing, nyeri ulu hati, dan sesak napas. Siswa yang keracunan masih dijemput dari rumah dan terus bertambah hingga Rabu malam.

15 Okt 2025 20:12 WIB · Pendidikan & Kebudayaan

Oleh Nikson Sinaga

TOBA, KOMPAS — Puluhan siswa SMP Negeri 1 Laguboti diduga mengalami keracunan akibat mengonsumsi menu Makanan Bergizi Gratis atau MBG di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Rabu (15/10/2025). Mereka mengalami gejala mual, muntah, pusing, mulas, nyeri ulu hati, dan sesak napas. Sebanyak 47 siswa di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit. Jumlah korban masih terus bertambah hingga malam.

”Sejumlah siswa awalnya datang ke Puskesmas Laguboti. Setelah ditangani dan dilakukan observasi oleh tim kesehatan puskesmas, sudah 47 orang yang dirujuk ke Rumah Sakit HKBP dan Rumah Sakit Umum Daerah Porsea,” kata Freddy Sibarani, Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Toba.

Freddy mengatakan, para siswa mengonsumsi makanan program MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pardomuan Nauli Laguboti. Siswa mendapat menu ikan mujahir asam manis, tempe, sayur pakcoi, dan buah semangka.

Setelah mengonsumsi makanan MBG itu, sejumlah siswa mengalami gejala keracunan. Awalnya mereka dibawa ke Puskesmas Laguboti. Siswa yang mengalami gejala berat langsung dilarikan ke rumah sakit. Dinkes Toba langsung mengerahkan enam ambulans ke Puskesmas Laguboti.

Sebanyak 47 siswa SMP Negeri 1 Laguboti mengalami keracunan makanan diduga akibat mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis, di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Rabu (15/10/2025).

”Kami langsung berkoordinasi dengan Direktur RS HKBP dan RSUD Porsea untuk melakukan penanganan terhadap siswa yang mengalami dugaan keracunan,” kata Freddy.

Tenaga kesehatan yang menangani para siswa yang keracunan yakni 5 dokter, 10 perawat, 3 tenaga surveilans, 1 tenaga analis laboratorium, 1 apoteker, dan 2 kefarmasian.

Freddy menyebut, saat ini penanganan di lapangan masih dilakukan. Tim kesehatan masih tetap melaporkan bertambahnya pasien yang harus dirawat. Pada Rabu siang, sebanyak 34 orang dirawat di rumah sakit dan bertambah menjadi 47 orang pada Rabu malam. ”Tenaga kesehatan dengan ambulans masih melakukan penjemputan ke rumah siswa yang sempat pulang,” kata Freddy.

Sampel makanan juga sudah diambil oleh tenaga analis dari Dinkes Toba didampingi tim Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Toba. ”Dari laporan tim yang mengambil sampel makanan, diduga buah semangka agak berlendir,” kata Freddy.

Hasil koordinasi dengan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) di Kabupaten Toba, untuk sementara SPPG Pardomuan Nauli yang mendistribusikan MBG ke SMP Negeri 1 Laguboti ditutup operasionalisasinnya untuk sementara sampai ada evaluasi dari BGN. 

Peristiwa dugaan keracunan MBG ini terjadi hanya berselang satu hari dari kunjungan pembenahan tata kelola MBG oleh Tim Pemantauan/Peninjauan Lapangan Sekretariat Dukungan Kabinet Kementerian Sekretariat Negara ke sejumlah daerah. 

Sebanyak 47 siswa SMP Negeri 1 Laguboti mengalami keracunan makanan diduga akibat mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis, di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Rabu (15/10/2025).

Elizabeth Simanjuntak dari Tim Pemantauan MBG Kemensetneg mengatakan, setelah terjadi kejadian luar biasa karena muncul sejumlah insiden siswa keracunan menu MBG, pemerintah berupaya memperbaiki tata kelolanya. Untuk memastikan perubahan itu berjalan sesuai standar, diturunkan tim ke semua provinsi terkait (Kompas.id, 14/10/2025).

”Pada dasarnya, kami ingin melihat bagaimana penerapan SOP (prosedur operasi standar) program MBG di setiap daerah, mulai dari standar higienitas dapur, proses pengolahan atau memasak menu, tata cara dan waktu pengiriman menu, tes atau uji kualitas makanan, hingga menu diterima dan disantap oleh siswa. Semua tahapan itu harus berjalan baik, tidak boleh ada satu pun yang luput,” ujar Elizabeth seusai meninjau di SD Negeri 162 Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (14/10/2025).


Kerabat Kerja

Penulis:

Nikson Sinaga
 | 

Editor:

Irma Tambunan
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto