LIGA CHAMPIONS EROPA

Ketika Atletico Madrid Mengirim Tottenham Hotspur ke Titik Nadir

Bagaimana rasanya kemenangan yang bermakna kekalahan? Atletico Madrid membuat Tottenham Hotspur merasakannya.

19 Mar 2026 15:27 WIB · Olahraga

AP

Oleh Rebiyyah Salasah

Meskipun kalah 2-3 dari Tottenham Hotspur, Atletico Madrid menjadi salah satu dari delapan tim terbaik di Liga Champions Eropa 2025-2026. Mereka lolos ke perempat final setelah mengukir kemenangan agregat 7-5 sekaligus mengirim Spurs ke titik nadir, yakni tersingkir dari Eropa yang menjadi harapan mereka di tengah kondisi babak belur di dalam negeri.

Pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions pada Kamis (19/3/2026) itu menyimpulkan musim traumatis Tottenham Hotspur. Di Stadion Tottenham Hotspur, tuan rumah menang. Namun, kemenangan saja tidak cukup.

Atletico Madrid punya bekal lebih berharga dengan skor 5-2 saat bermain di markas mereka. Tak cuma itu, tim tamu mampu meredam Spurs yang sebenarnya mulai menemukan jalan kebangkitan.

”Ini saatnya untuk berbahagia. Sebagai klub, tim, dengan kegembiraan kami lolos ke perempat final. Kami harus berjuang seperti yang telah kami lakukan,” kata Pelatih Atletico Madrid Diego Simeone kepada AS.

Atletico's team players celebrate after the Champions League round of 16, second leg soccer match between Tottenham and Atletico Madrid in London, England, Wednesday, March 18, 2026. (AP Photo/Kin Cheung)

Atletico Madrid sebenarnya tertekan dengan gempuran Spurs. Meskipun sama-sama melepaskan upaya tembakan sebanyak 18 kali, serangan Spurs lebih efektif. Sebanyak 11 tembakan mengarah tepat sasaran, berbanding dengan hanya 6 milik Atletico.

Atletico memberi Spurs kesempatan menciptakan peluang hingga Kolo Muani dan Xavi Simons bisa mencetak gol. Namun, Atletico akhirnya tetap menjaga produktivitas gol mereka.

Dengan mencetak gol balasan lewat Julian Alvarez dan David Hancko, Antoine Griezmann dan kawan-kawan telah mengoleksi 31 gol dalam 12 laga di Liga Champions. Jumlah ini, menurut Opta, tertinggi dalam satu edisi kompetisi sepanjang sejarah klub tersebut.

Tak hanya itu, Spurs juga patut berterima kasih pada aksi kiper Juan Musso. Pelapis kiper utama Jan Oblak yang cedera ini setidaknya melakukan delapan penyelematan krusial untuk mencegah Spurs mencetak gol lebih banyak.

Tottenham's Xavi Simons, right, scores his side's third goal past Atletico Madrid's goalkeeper Juan Musso by a penalty during the Champions League round of 16, second leg soccer match between Tottenham and Atletico Madrid in London, England, Wednesday, March 18, 2026. (AP Photo/Kin Cheung)

Bagi Atletico, kemenangan ini akan membawa mereka bertemu sesama tim Spanyol di perempat final. ”Los Rojiblancos” akan menghadapi Barcelona yang melaju mulus ke babak delapan besar dengan menang agregat 7-2 atas wakil Inggris lainnya, Newcastle United.

Antiklimaks

Adapun bagi Spurs, hasil tersebut seperti antiklimaks dari upaya kebangkitan mereka. Di Liga Inggris, Spurs perlahan bangkit dengan meraih hasil imbang 1-1 melawan Liverpool setelah enam kekalahan beruntun.

Atletico mengirim Spurs ke titik nadir mereka, yakni tersingkir dari Liga Champions. Kini, satu-satunya harapan mereka adalah berjuang dari tubir degragasi di Liga Inggris.

”Perasaannya campur aduk. Anda tidak suka kalah, tetapi itu adalah penampilan yang sangat bagus. Itu adalah sensasi yang indah di lapangan bersama para penggemar yang benar-benar ada bersama skuad dan tim sejak saat pertama,” kata Manajer Spurs Igor Tudor kepada BBC.

Tottenham Hotspur manager Igor Tudor reacts on the touchline during the English Premier League soccer match between Tottenham Hotspur and Crystal Palace in London, Thursday March 5, 2026. (John Walton/PA via AP)

Peningkatan performa akan kembali dibutuhkan Spurs agar tidak mengalami nasib serupa di Liga Inggris. Mereka akan menghadapi sesama tim yang berjuang di zona degradasi, Nottingham Forest, pada Minggu (22/3/2026).

Spurs, menempati peringkat ke-16, hanya terpaut satu poin di klasemen dengan Nottingham Forest yang tepat ada di bawahnya. Perolehan poin Spurs (30) juga hanya terpaut satu poin dari West Ham yang menempati peringkat ketiga dari bawah.

Sudah hampir tiga bulan berlalu sejak Spurs meraih kemenangan terakhirnya. Dalam 12 laga Liga Inggris, mereka hanya bisa meraih enam kekalahan dan enam hasil imbang.

Meski begitu, Tudor meyakini penampilan melawan Atletico melanjutkan tren positif timnya yang tengah mengupayakan kebangkitan. Bagi Tudor, kemenangan atas Atletico jadi bekal berjuang untuk tidak terdegradasi dari Liga Inggris.

”Para pemain percaya dan Anda bisa melihat performa saat ini sangat penting. Dalam dua pertandingan terakhir, kami telah meningkat,” ucap Tudor.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul