SOLIDARITAS PALESTINA

Suara Lamine Yamal untuk Palestina

Dalam dunia yang semakin terhubung, seorang pemain muda tidak lagi hanya membawa nama klubnya, tetapi juga nilai dan suara yang ia pilih untuk wakili.

17 Mei 2026 08:00 WIB · Olahraga

AFP/OMAR AL-QATTAA

Oleh Hendra Agus Setyawan

Mural bintang muda klub bola Spanyol Barcelona, Lamine Yamal, tergambar di reruntuhan bangunan di Gaza, Palestina, Rabu (13/5/2026). Para seniman Gaza menggambar pesepak bola berdarah Maroko itu sebagai penghormatan atas aksi Yamal yang mengibarkan bendera Palestina saat parade perayaan Barcelona menjadi kampiun Liga Spanyol untuk ke-29 kalinya.

Bagi rakyat Palestina, aksi Yamal merupakan bentuk dukungan kemanusiaan seorang figur global atas penderitaan yang diderita rakyat Gaza atas aksi genosida yang dilakukan Israel.

Mural Lamine Yamal sangat kontras dengan lingkungan sekitarnya yang hancur oleh pengeboman Israel selama berbulan-bulan.

<p>Seniman Palestina melukis mural yang menggambarkan pemain sepak bola Lamine Yamal mengibarkan bendera Palestina saat parade juara Barcelona. (AFP/OMAR AL-QATTAA)</p><p>Mural Lamine Yamal digambar di reruntuhan gedung yang dihancurkan Israel. (AFP/OMAR AL-QATTAA)</p><p>Pembuatan mural itu sebagai penghormatan warga Gaza kepada Lamine Yamal yang telah menyuarakan penderitaan rakyat Palestina atas aksi genosida Israel. (AFP/OMAR AL-QATTAA)</p>

Seniman Palestina melukis mural yang menggambarkan pemain sepak bola Lamine Yamal mengibarkan bendera Palestina saat parade juara Barcelona. (AFP/OMAR AL-QATTAA)

Mural Lamine Yamal digambar di reruntuhan gedung yang dihancurkan Israel. (AFP/OMAR AL-QATTAA)

Pembuatan mural itu sebagai penghormatan warga Gaza kepada Lamine Yamal yang telah menyuarakan penderitaan rakyat Palestina atas aksi genosida Israel. (AFP/OMAR AL-QATTAA)

Seperti dilaporkan kantor berita Associated Press, bintang sepak bola klub Spanyol FC Barcelona, ​​Lamine Yamal, mengibarkan bendera Palestina selama parade bus terbuka saat tim merayakan kemenangan gelar Liga Spanyol pada 10 Mei 2026.

Pemain sayap berusia 18 tahun itu memegang bendera Palestina saat bus tim melaju di jalanan Barcelona. Selain itu, salah satu pemain muda terbaik di dunia ini juga memposting foto dirinya memegang bendera Palestina di akun Instagram-nya yang mempunyai 42,7 juta pengikut.

Diperkirakan, hampir 750.000 orang turun ke jalan untuk merayakan parade gelar Barcelona menjuarai La Liga. Aksi Yamal itu menuai reaksi beragam, baik yang mendukung maupun mengecam.

APTOPIX Spain Yamal Soccer
Spain Yamal Soccer

Spanyol adalah salah satu dari lima negara yang memboikot kontes lagu Eurovision tahun ini untuk memprotes keikutsertaan Israel.

Pelatih Barcelona ​​Hansi Flick mengatakan, Yamal sudah cukup umur untuk mengambil keputusan sendiri. ”Saya biasanya tidak suka hal ini. Saya sudah berbicara dengannya. Saya mengatakan jika dia menginginkan ini, itu adalah keputusannya. Dia sudah cukup umur. Dia berusia 18 tahun,” jelas Flick mengomentasi aksi Yamal.

Pemain tim nasional Spanyol itu adalah salah satu kandidat utama untuk menggantikan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sebagai bintang sepak bola terbesar di dunia. Ia diharapkan menjadi salah satu bintang di Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada bulan Juni dan Juli mendatang.

Ratusan ribu seporter berkumpul saat pemain Barcelona merayakan kemenangan di atas bus setelah memenangi gelar liga Spanyol ke-29 mereka di Barcelona, Spanyol, Senin (11/6/2026).
Pemain FC Barcelona, ​​Lamine Yamal, memegang bendera Palestina saat merayakan kemenangan bersama timnya di atas bus setelah memenangi gelar La Liga Spanyol di Barcelona, ​​Spanyol, Senin (11/6/2026).
Para pemain FC Barcelona merayakan kemenangan di atas bus setelah memenangi gelar La Liga Spanyol di Barcelona, ​​Spanyol, Senin (11/6/2026).
Pemain FC Barcelona, ​​Lamine Yamal (kiri) dan Raphinha, merayakan kemenangan di atas bus setelah memenangi gelar La Liga Spanyol di Barcelona, ​​Spanyol, Senin (11/6/2026).

Aksi Lamine Yamal mendapat reaksi keras dari Pemerintah Israel. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengkritik bintang muda Barcelona sebagai tindakan yang menghasut kebencian.

”Lamine Yamal memilih untuk menghasut kebencian terhadap Israel, sementara tentara kita memerangi organisasi teroris Hamas, sebuah organisasi yang membantai, memperkosa, dan membakar anak-anak, perempuan, dan orang tua Yahudi pada 7 Oktober (2023),” tulis Israel Katz di X pada hari Kamis (14/5/2026).

Tenda-tenda, yang menampung keluarga-keluarga Palestina yang mengungsi, didirikan di antara reruntuhan rumah dan tempat bisnis yang dihancurkan oleh militer Israel, di lingkungan Sheikh Radwan, Kota Gaza, 20 Februari 2026.
Warga Palestina berjalan di jalan tanah yang dipenuhi reruntuhan bangunan yang hancur di lingkungan Shujaiya, Kota Gaza, pada 7 Oktober 2024.
Muslim Palestina shalat berjemaah di dekat reruntuhan masjid yang hancur di Beit Lahia, di Jalur Gaza utara, pada 27 Mei 2021.
Hamada Shaqoura, seorang pria Palestina yang dulunya seorang blogger makanan, membagikan makanan kepada anak-anak setelah memasak makanan untuk para pengungsi, di Khan Yunis di Jalur Gaza selatan pada 16 Januari 2025. Perang di Jalur Gaza antara Israel dan Hamas yang menewaskan puluhan ribu orang telah menciptakan bencana kemanusiaan.

Lamine Yamal, pemain berusia 18 tahun yang kini dipandang sebagai wajah baru sepak bola dunia, bukan sekadar talenta muda biasa. Ia telah menjelma menjadi simbol generasi baru atlet yang tumbuh di era media sosial. Dalam konteks konflik Palestina–Israel yang terus menyita perhatian dunia, aksi Lamine Yamal dipahami sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan. Latar belakang keluarganya yang berasal dari Maroko serta identitas Muslim yang melekat dalam kehidupannya turut memberi dimensi personal terhadap aksinya.

Pelatih Manchester City Pep Guardiola, yang dikenal vokal mendukung isu kemanusiaan Palestina, seperti dikutip AJN Agencia de Noticias, menyatakan dukungannya untuk aksi yang dilakukan Yamal. ”Pesepak bola adalah panutan bagi jutaan orang dan pendapatnya berpengaruh. Karena itu, ia harus menyampaikannya ketika memang diperlukan. Lamine Yamal seharusnya bangga,” kata Pep.

comparison left
comparison right
before-after-arrow

Sepak bola kini tidak lagi dipandang steril dari persoalan sosial, tetapi bagian dari ruang publik global yang ikut merefleksikan keresahan dunia. Satu tindakan sederhana di atas bus saat parade juara dapat berubah menjadi percakapan internasional tentang kemanusiaan, identitas, dan keberanian moral. Dalam dunia yang semakin terhubung, seorang pemain muda tidak lagi hanya membawa nama klubnya, tetapi juga nilai dan suara yang ia pilih untuk diwakili.


Kerabat Kerja

Penulis:

Hendra Agus Setyawan
 | 

Editor:

Heru Sri Kumoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul