Penuntasan pertukaran sandera Israel dan Hamas.
15 Okt 2025 10:46 WIB · Internasional
Pada hari Senin (13/10/2025), ribuan warga Israel bersukacita merayakan kembalinya 20 sandera yang masih hidup yang ditawan di Gaza. Ini menandai dimulainya tahap pertama gencatan senjata Israel-Hamas.
Sementara itu, ribuan warga Palestina tumpah ke jalanan di kota Gaza yang hancur. Mereka bersukacita atas pembebasan sekitar 2.000 tahanan dan tawanan oleh Israel. Mereka berteriak dan mengacungkan kepalan tangan. Banyak juga yang melambaikan tangan, memberi salam selamat datang.
Sebagian penantian bertahun-tahun keluarga yang ditahan kedua pihak terobati hari itu. Warga memberi tanda sebuah baliho berisi foto-foto warga Irael yang disandera. Mereka yang kembali dalam kondisi hidup ditempel striker berwarna merah bergambar hati. Terdapat 28 sandera yang telah meninggal selama penahanan.
Berselang sehari, kedua pihak kembali saling menukarkan sandera. Sandera yang tewas, yang sebelumnya disimpan dalam peti mati di ruangan pendingin, mereka kembalikan. Tak ada kerumunan. Tak ada pelukan dan teriakan kegirangan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/15/e5b0d603-424c-4144-b02b-725d5e3fc860_jpg.jpg)
Keluarga menyambut dalam hening. Tentara menyambut dengan memberi hormat saat mobil pengangkut peti jenazah lewat di depan mereka. Keluarga berdiri di pinggir jalan, membawa bendera yang tidak lagi berkibar.
Iring-iringan kendaraan dan truk berpendingin yang mengangkut 45 mayat sandera dan tahanan Palestina tiba di Rumah Sakit Nasser di Khan, Jalur Gaza Selatan, Selasa (14/10/2025). Adapun di Israel, empat jenazah sandera tiba di Pusat Kedokteran Forensik Nasional di Tel Aviv, Rabu (15/10/2025), sehari kemudian. Ini adalah pertukaran jenazah sandera pertama.
Nantinya, 24 jenazah sandera lain akan dikirim ke Israel dan sesuai perjanjian, militer Israel akan menukarnya dengan 45 jenazah sandera dan tahanan Palestina untuk setiap jenazah sandera warga Israel.
Dari catatan militer Israel, Hamas dan kelompoknya telah menyandera 251 orang saat serangan 7 Oktober 2023 dan empat sandera yang mereka tangkap sebelum serangan. Ini terdiri dua orang Israel yang memasuki Gaza tahun 2014 da 2015, serta dua jenazah tentara yang tewas dalam perang di tahun 2024.
Kini, keluarga dari kedua pihak masih menunggu anggota keluarganya kembali. (AP)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Iwan SetiyawanPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan