Kini Mereka Bertukar Peti Mati

Penuntasan pertukaran sandera Israel dan Hamas.

15 Okt 2025 10:46 WIB · Internasional

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Pada hari Senin (13/10/2025), ribuan warga Israel bersukacita merayakan kembalinya 20 sandera yang masih hidup yang ditawan di Gaza. Ini menandai dimulainya tahap pertama gencatan senjata Israel-Hamas. 

Sementara itu, ribuan warga Palestina tumpah ke jalanan di kota Gaza yang hancur. Mereka bersukacita atas pembebasan sekitar 2.000 tahanan dan tawanan oleh Israel. Mereka berteriak dan mengacungkan kepalan tangan. Banyak juga yang melambaikan tangan, memberi salam selamat datang.

Sebuah kendaraan Bulan Sabit Merah, bagian dari konvoi yang mengangkut mayat 45 orang Palestina, tiba di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Jalur Gaza selatan, Selasa (14/10/2025).
Suasana di rumah sakit Nasser di Khan Yunis di Jalur Gaza selatan pada Selasa (14/10/2025). Di bawah kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi oleh Presiden AS Donald Trump, Israel akan menyerahkan mayat 15 orang Palestina untuk setiap orang Israel yang sudah meninggal dan dikembalikan.
Kendaraan Bulan Sabit Merah dan truk berpendingin, mengangkut mayat 45 orang Palestina tiba di rumah sakit Nasser di Khan Yunis di Jalur Gaza selatan pada Selasa (14/10/2025). Di bawah kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi oleh Presiden AS Donald Trump, Israel akan menyerahkan mayat 15 orang Palestina untuk setiap orang Israel yang sudah meninggal.
Kendaraan Bulan Sabit Merah dan truk berpendingin, mengangkut mayat 45 orang Palestina yang tewas dalam tahanan Israel, di rumah sakit Nasser di Khan Yunis di Jalur Gaza selatan pada Selasa (14/10/2025).
Seorang pria bersenjata mengenakan seragam Brigade al-Qassam, sayap militer Hamas, berjaga saat kendaraan Palang Merah mengangkut peti mati yang berisi mayat empat sandera yang tewas meninggalkan gudang untuk dikirim ke Israel, di Kota Gaza, Selasa, (14/10/2024).

Sebagian penantian bertahun-tahun keluarga yang ditahan kedua pihak terobati hari itu. Warga memberi tanda sebuah baliho berisi foto-foto warga Irael yang disandera. Mereka yang kembali dalam kondisi hidup ditempel striker berwarna merah bergambar hati. Terdapat 28 sandera yang telah meninggal selama penahanan.

Berselang sehari, kedua pihak kembali saling menukarkan sandera. Sandera yang tewas, yang sebelumnya disimpan dalam peti mati di ruangan pendingin, mereka kembalikan. Tak ada kerumunan. Tak ada pelukan dan teriakan kegirangan. 

Para pengunjuk rasa Israel berkumpul di Lapangan Sandera di Tel Aviv pada Selasa (14/10/2025) untuk menyerukan pembebasan semua mayat sandera Israel yang ditahan di Gaza.

Keluarga menyambut dalam hening. Tentara menyambut dengan memberi hormat saat mobil pengangkut peti jenazah lewat di depan mereka. Keluarga berdiri di pinggir jalan, membawa bendera yang tidak lagi berkibar.

Iring-iringan kendaraan dan truk berpendingin yang mengangkut 45 mayat sandera dan tahanan Palestina tiba di Rumah Sakit Nasser di Khan, Jalur Gaza Selatan, Selasa (14/10/2025). Adapun di Israel, empat jenazah sandera tiba di Pusat Kedokteran Forensik Nasional di Tel Aviv, Rabu (15/10/2025), sehari kemudian. Ini adalah pertukaran jenazah sandera pertama.

Kendaraan yang mengangkut jenazah empat sandera tiba di Pusat Kedokteran Forensik Nasional di Tel Aviv, Israel, Rabu (15/10/2025).
Kendaraan yang mengangkut jenazah empat sandera yang diserahkan setelah gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tahanan antara Israel dan faksi Palestina di Gaza tiba di Pusat Kedokteran Forensik Nasional di Tel Aviv pada Rabu (15/10/2025A).
Tentara Israel memberi hormat saat kendaraan mengangkut jenazah empat sandera yang diserahkan setelah gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tahanan antara Israel dan faksi Palestina di Gaza, tiba di Pusat Kedokteran Forensik Nasional di Tel Aviv pada Senin (13/10/2025).
Seorang pria bersenjata mengenakan seragam Brigade al-Qassam, sayap militer Hamas, berjaga saat kendaraan Palang Merah memasuki gudang yang diduga untuk mengangkut peti mati yang berisi jenazah empat sandera yang telah meninggal, di Kota Gaza, Selasa, (14/10/2025).
Para pengunjuk rasa Israel berkumpul di Lapangan Sandera di Tel Aviv pada Selasa (14/10/2025) untuk menyerukan pembebasan semua jenazah dan sandera Israel yang ditahan di Gaza.

Nantinya, 24 jenazah sandera lain akan dikirim ke Israel dan sesuai perjanjian, militer Israel akan menukarnya dengan 45 jenazah sandera dan tahanan Palestina untuk setiap jenazah sandera warga Israel.

Dari catatan militer Israel, Hamas dan kelompoknya telah menyandera 251 orang saat serangan 7 Oktober 2023 dan empat sandera yang mereka tangkap sebelum serangan. Ini terdiri dua orang Israel yang memasuki Gaza tahun 2014 da 2015, serta dua jenazah tentara yang tewas dalam perang di tahun 2024.

Kini, keluarga dari kedua pihak masih menunggu anggota keluarganya kembali. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Iwan Setiyawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan