Kisah Bayi Adopsi Perang Vietnam Menemukan Orangtua Kandungnya

Setelah 50 tahun, para bayi yang selamat dalam Operasi Babylift selama Perang Vietnam itu kini mencari orangtuanya.

02 Mei 2025 11:45 WIB · Foto

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Foto enam bayi yang duduk berjajar di tiga deret kursi pesawat angkut C-5A Galaxy yang digunakan sebagai pesawat pertama Operasi Babylift itu sangat menyentuh hati. Beberapa bayi terlihat tidur dengan botol susu di mulut, beberapa yang lain menatap Peter O’Loughlin yang memotret mereka.

Operasi Babylift adalah operasi untuk mengevakuasi anak-anak yatim piatu korban perang di Vietnam.

Foto yang diambil beberapa jam sebelum pesawat jatuh dan menewaskan 78 bayi ini menjadi saksi betapa perang tidak hanya diderita oleh orang dewasa, tetapi juga oleh mereka, bayi-bayi tak berdosa. 

Di frame lain, terlihat anak-anak yang berdiri melihat keluar jendela dari pesawat yang sama. Pesawat tersebut telah dimodifikasi dengan mencopot kursi agar bisa memuat lebih banyak korban perang. Para korban perang ini akan diselamatkan keluar dari Saigon menjelang kekalahan Vietnam Selatan. Anak-anak itu seakan mengumpulkan ingatan visual akan Saigon, ibu kota Vietnam Selatan, yang sebentar lagi akan mereka tinggalkan. 

Anak yatim di atas penerbangan babylift pertama pada akhir Perang Vietnam memenuhi jendela jet World Airways DC 8 saat menerbangkan mereka ke Amerika Serikat pada bulan April 1975.

Perang panjang ini berlangsung lebih dari 20 tahun dan membuat Amerika kehilangan lebih dari 58.000 tentaranya selama membantu Vietnam Selatan. Pada tahun 1973 Amerika akhirnya mengumumkan mengakhiri perang dan segera menarik pasukannya. Ini juga menjadi kekalahan pertama Amerika di medan pertempuran. 

Pertempuran masih berlanjut antara tentara Vietnam Selatan yang tanpa dukungan Amerika melawan Vietnam Utara. Selama hampir dua tahun, Amerika sibuk menarik dan memindahkan pasukan keluar dari Vietnam. 

Menjelang kekalahan Vietnam Selatan dalam perang saudara melawan Vietnam Utara, pada  April 1975, terjadi eksodus massal dari kota Saigon. Kota ini benteng pertahanan terakhir Vietnam Selatan yang didukung penuh Amerika Serikat. Ribuan warga Amerika dan staf lokal yang membantu program dan kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat di Saigon mulai dipulangkan.

Seorang ibu menangis saat bersama ketiga anaknya di dek kapal komando amfibi di Saigon, Vietnam Selatan, 29 April 1975.
Pengungsi melarikan diri dari pasukan komunis ke Saigon pada 28 April 1975. Mereka datang dengan kendaraan, sepeda, bahkan banyak yang berjalan kaki dari wilayah pedesaan di utara Saigon.
Sebuah Helikopter Amerika lepas landas dari helipad di atas Kedutaan Besar Amerika di Saigon, Vietnam, 30 April 1975.
Marinir Amerika turun dari helikopter CH-53 untuk memulihkan ketertiban dan menahan kerumunan di gerbang Kedutaan Besar Amerika di Saigon selama evakuasi pada 29 April 1975.
Tentara dan warga sipil Vietnam Selatan mundur di sepanjang Rute 15 sebelah timur Saigon pada hari Senin, 28 April 1975, melewati kawat berduri yang mereka bangun untuk melindungi daerah tersebut.
Pasukan Vietnam Utara, sebagai pihak yang menang, mengendari tank dan truk pasukan, sedangkan pasukan Vietnam Selatan, pihak yang kalah, membuang seragam mereka di Saigon, 30 April 1975. Hari itu, Saigon, Ibu Kota Vietnam Selatan, jatuh ke tangan pasukan komunis sekaligus menandai berakhirnya Perang Vietnam.
Helikopter Amerika lepas landas dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Saigon, saat evakuasi, Rabu, 30 April 1975.

Pemulangan itu juga disertai Operasi Babylift. Beberapa di antaranya bayi tentara Amerika, yang lainnya diambil dari panti asuhan dan rumah sakit.

Operasi itu disahkan Presiden Amerika saat itu Gerald Ford. Operasi ini menimbulkan pertanyaan tentang apakah semua anak itu benar-benar yatim piatu atau apakah mereka telah dipisahkan dari keluarga mereka atau diserahkan dalam upaya putus asa untuk mengeluarkan mereka dari negara yang dilanda perang itu. 

Penerbangan pertama dilakukan pada 4 April 1975. Sebanyak 328 penumpang dibawa. Mereka terdiri dari 250 anak yatim, awak pesawat, tim medis, serta tentara yang mengalami luka-luka akibat perang.

Pesawat Galaxy dengan nomor seri 68-0218 lepas landas pada pukul 16.00 waktu setempat. Pesawat dengan cepat naik ke ketinggian 7.010 meter, tetapi hanya dalam hitungan menit setelah lepas landas, pintu akses belakang pesawat atau ramp pemuatan gagal menutup. Pesawat C5-A Galaxy itu mendarat darurat, dan mengakibatkan 138 korban tewas, dengan 78 korban di antaranya anak-anak.

Odile Dussart, saat wawancara dengan AFP di rumah sewaannya yang baru di Hoi An, 12 April 2025.
Mantan teknisi medis Angkatan Udara Amerika, Phillip Wise, saat diwawancara di sebuah kedai kopi di Kota Ho Chi Minh, 3 April 2025. Philip Wise menjadi salah satu penumpang selamat dalam penerbangan Operation Babylift pertama, yang mendarat darurat pada 4 April 1975,
Suasana di monumen peringatan untuk memperingati kematian 138 orang di atas penerbangan pertama misi yang jatuh pada 4 April 1975 di Kota Ho Chi Minh, 4 April 2025.
Anggota Operasi Babylift berkumpul di monumen peringatan kematian 138 orang di atas penerbangan pertama misi yang jatuh pada 4 April 1975 di Kota Ho Chi Minh, 4 April 2025.
Odile Dussart, yang dievakuasi saat berusia 11 bulan, beberapa minggu sebelum Perang Vietnam berakhir 50 tahun yang lalu, menunjukkan sertifikat kewarganegaraan Vietnamnya di rumahnya yang baru disewa di Hoi An, 12 April 2025.

Kisah Odile Dussart

Seorang bayi berusia 11 bulan, Odile Dussart, adalah salah satu korban selamat dalam kejadian pesawat pertama Operasi Babylift yang jatuh ini.  Ia dirawat karena luka-lukanya di Saigon. Setelahnya, Odile Dussart dikirim ke San Francisco, dan akhirnya diterbangkan ke Perancis. Dussart lantas diadopsi sepasang suami istri di Perancis.

”Saya mengalami memar di punggung, leher, dan kepala. Pada usia 11 bulan, saya hanya seukuran bayi berusia enam bulan,” kata Dussart, seperti ditulis AFP.

Sekarang Dussart telah berusia 51 tahun dan berkeinginan kembali tinggal di tanah kelahirannya di Vietnam dengan harapan dapat menemukan ibu kandungnya. Saat berkunjung ke kota Ho Chi Minh bulan ini untuk memperingati ulang tahun ke-50 bencana tersebut, Dussart yang nama Vietnamnya adalah Bui Thi Thanh Khiet bersyukur bisa melihat tanah kelahirannya. 

”Saya orang Perancis secara mental. Namun, saya rasa jiwa dan perilaku saya adalah orang Vietnam,” tambahnya, dengan bangga memamerkan sertifikat kewarganegaraan Vietnam yang diperolehnya tahun lalu.

Kini Dussart memulai hidup baru di Vietnam. 

Foto yang diambil pada 12 April 2025 ini menunjukkan Odile Dussart, yang dievakuasi saat berusia 11 bulan beberapa minggu sebelum Perang Vietnam berakhir 50 tahun yang lalu. Ia menunjukkan foto keluarga di rumahnya yang baru disewa di Hoi An. Anak-anak dari Operasi Babylift beberapa di antaranya adalah bayi tentara AS, atau diambil dari panti asuhan dan rumah sakit, adalah bagian dari eksodus massal dari Vietnam Selatan menjelang jatuhnya.

Kisah James Ross Tung Dudas

James Ross Tung Dudas berusia tiga tahun ketika ia diterbangkan dari Saigon dengan penerbangan kedua Operation Babylift. Sama seperti Dussart, ia juga telah  mencari keluarga kandungnya selama 10 tahun belakangan.

Dudas yang menetap di Amerika Serikat saat ini sedang berkunjung ke Vung Tau, dekat Kota Ho Chi Minh, untuk mencari informasi lebih lanjut tentang seorang wanita yang ia yakini sebagai ibunya. Ia memastikannya dengan melakukan tes DNA. Saat ini ia menunggu hasil tes itu.

”Akan menyenangkan untuk mengetahui siapa mereka, dari mana tepatnya saya berasal,” kata Dudas yang kini berusia 53 tahun, dan lahir dengan nama Hoang Thanh Tung saat diwawancara AFP.

”Sebagian besar diri saya orang Amerika, tetapi hati saya mengatakan saya tetap orang Vietnam,” katanya. Kedua pengungsi itu tumbuh di komunitas yang mayoritas penduduknya berkulit putih.

Edna Deichl, kiri, istri pilot Free Flight, tidur siang sementara Linda Reid, tengah, istri co-pilot, dan Lillian Bradshaw, seorang pekerja panti asuhan, memberi makan bayi dalam penerbangan dari Seattle ke Chicago, membawa anak yatim Vietnam ke rumah baru mereka.
Petugas penyelamat mencari puing-puing pesawat angkut C-5A Galaxy pada tanggal 5 April 1975, satu hari setelah pesawat yang membawa anak yatim Vietnam jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Tan Son Nhut Saigon selama penerbangan awal Operasi Babylift. Tujuh puluh delapan anak-anak dan sekitar 50 orang dewasa tewas dalam kecelakaan itu; sekitar 170 orang selamat. Penerbangan selanjutnya dari Operasi Babylift mengevakuasi lebih dari 2.500 anak ke Amerika Serikat dan negara-negara lain untuk diadopsi.

Dussart dan Dudas adalah dua dari lebih dari 3.000 anak yang menjadi bagian dari Operasi Babylift, dipindahkan oleh Amerika Serikat pada akhir Perang Vietnam. Mereka akhirnya diadopsi keluarga-keluarga di seluruh Amerika Utara, Eropa, dan Australia. Kini mereka kembali ke Vietnam bukan sekedar bernostalgia, melainkan untuk mencari keluarganya. 


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Heru Sri Kumoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari