ASIAN GAMES AICHI-NAGOYA 2026

Kombinasi Atlet Muda dan Senior Perkuat Tim Atletik Indonesia

Komposisi tim atletik Indonesia yang dinilai ideal ini akan berjuang memenuhi target minimal tiga medali perunggu di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

06 Sep 2026 17:45 WIB · Olahraga

KOMPAS/REBIYYAH SALASAH

Oleh Rebiyyah Salasah

Tim atletik Indonesia akan diperkuat para atlet muda potensial dan atlet senior berpengalaman untuk menghadapi persaingan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kombinasi yang dinilai ideal ini akan berjuang memenuhi target minimal tiga medali perunggu.

Tim atletik Indonesia berkekuatan total 12 atlet, terdiri dari enam atlet putra dan putri. Mereka bakal bersaing di nomor perlombaan lari maraton, lari 3.000 meter, lari 1.500 meter, lempar lembing, jalan cepat, loncat galah, lari gawang, saptalomba, lompat jauh, dan lompat jangkit.

”Komposisinya pun cukup bagus. Jadi, ada atlet-atlet muda, ada juga atlet-atlet senior. Semua bersama-sama berjuang dan saling mendukung untuk meraih prestasi meskipun nantinya akan turun di nomor-nomor individu,” ujar manajer tim atletik Indonesia, Suryo Agung Wibowo, saat ditemui di Jakarta, pekan lalu.

Para atlet muda dipilih tidak semata-mata karena ada pertimbangan regenerasi. Kata Suryo, mereka merupakan atlet muda potensial. Hal itu terlihat dari raihan prestasi di level Asia Tenggara di SEA Games Thailand 2025.

Atlet loncat galah putri, Diva Renatta Jayadi, berlatih untuk persiapan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di kawasan Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar Provinsi Jakarta, Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026). KOMPAS/REBIYYAH SALASAH

Prestasi di ajang itu jadi patokan dalam pemilihan atlet untuk Asian Games 2026. Para atlet terpilih merupakan peraih emas dan perak di SEA Games Thailand 2025. Atlet senior pun masih ditunjuk untuk memperkuat Indonesia karena prestasi mereka masih belum tertandingi yuniornya.

Di antara atlet muda yang masuk ke dalam skuad tim atlet Indonesia adalah Diva Renatta Jayadi (loncat galah), Dina Aulia (lari gawang), dan Violine Intan Puspita (jalan cepat). Mereka adalah peraih medali emas di SEA Games Thailand. Selain itu, ada Silfanus Ndiken yang meraih perak di nomor lempar lembing.

Ndiken membuntuti seniornya, Abdul Hafiz, yang meraih medali emas. Bersama Ndiken, Hafiz pun dikirim untuk turun di nomor yang sama di Jepang mendatang. Apalagi di Thailand, Hafiz tak cuma meraih emas, tetapi juga memecahkan rekor nasional.

Selain Hafiz, atlet senior yang masih akan berkompetisi adalah Emilia Nova (saptalomba) dan Maria Natalia Londa (lompat jauh dan lompat jangkit). Di SEA Games Thailand 2025, Emilia Nova meraih emas saptalomba dan perak nomor lari gawang, sedangkan Maria Londa meraih emas lompat jangkit dan perak lompat jauh.

Atlet lompat jamgkit putri Indonesia Maria Londa melakukan lompatan pada final nomor lompat jangkit putri dalam ajang Asian Games 2014 di Stadion Utama Incheon Asiad, Korea Selatan, Rabu (1/10). Londa tidak mampu meraih medali dalam nomor ini.Kompas/Totok Wijayanto (TOK)01-10-2014
Quote

Saya terakhir tampil di Asian Games pada 2018 ketika meraih medali perak. Tentu ingin mengulangi atau bahkan melebihi pencapaian sebelumnya meski turun di nomor berbeda.

Tak cuma karena menunjukkan diri masih mampu bersaing dengan berprestasi di SEA Games, Emilia dan Maria juga punya pengalaman tampil dan naik podium di Asian Games. Emilia, misalnya, meraih perak lari gawang di Asian Games Jakarta-Palembang 2018. Adapun Maria meraih emas lompat jauh di Asian Games Incheon 2014.

Menurut Suryo Agung, dengan komposisi demikian, tim atletik optimistis memenuhi target tiga medali perunggu yang ditetapkan pemerintah. Selain target medali, para atlet juga diberi target performa lewat pemecahan rekor personal pribadi ataupun rekor nasional.

Optimisme juga disampaikan Emilia. Atlet berusia 31 tahun ini tak mau sekadar tampil di Asian Games. Ia juga menargetkan podium dan pemecahan rekor nasional.

Kepercayaan diri Emilia meningkat setelah comeback gemilang di Thailand. Setelah menjalani operasi tulang belakang pada 2022, Emilia sempat kesulitan bersaing untuk podium. Di Thailand, atlet yang kerap disapa Emil ini akhirnya berhasil meraih emas lagi sekaligus menajamkan rekor nasional atas namanya sendiri yang diukir pada SEA Games 2017.

Atlet saptalomba, Emilia Nova, berlatih untuk persiapan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di kawasan Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar Provinsi Jakarta, Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026). KOMPAS/REBIYYAH SALASAH

Setelah operasi tulang belakang pada 2022, Emil juga sempat menjalani pemulihan panjang. Dia pun absen di Asian Games Hangzhou 2022 yang digelar pada 2023.

”Saya terakhir tampil di Asian Games pada 2018 ketika meraih medali perak. Tentu ingin mengulangi atau bahkan melebihi pencapaian sebelumnya meski turun di nomor berbeda. Yang pasti berusaha yang terbaik, target memecahkan rekor nasional, tapi insya Allah bisa medali,” ucap Emil.

Tim atletik Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026:

Atlet Putra

  1. Robi Syianturi - Maraton
  2. Abdul Hafiz - Lempar Lembing
  3. Silfanus Ndiken - Lempar Lembing
  4. Pandu Sukarya - Lari 3.000 Meter
  5. Wahyudi Putra - Lari 1.500 Meter
  6. Hendro Yap - Jalan Cepat

Atlet Putri

  1. Diva Renatta Jayadi - Loncat Galah
  2. Dina Aulia - Lari Gawang
  3. Odekta Elvina Naibaho - Maraton
  4. Emilia Nova - Saptalomba
  5. Maria Londa - Lompat Jauh dan Lompat Jangkit
  6. Violine Intan Puspita - Jalan Cepat

Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar