Rekor Bertaburan di SEA Games, Persembahan Debutan sampai Veteran

SEA Games Thailand 2025 jadi panggung atlet Indonesia, baik debutan maupun veteran, mengukir prestasi. Tidak hanya medali, tetapi juga rekornas sampai rekor dunia.

19 Des 2025 15:16 WIB · Olahraga

KOMPAS/REBIYYAH SALASAH

Oleh Rebiyyah Salasah dari Bangkok, Thailand

Di usia yang sudah mencapai 30 tahun, Emilia Nova kembali naik podium nomor saptalomba di SEA Games. Saat usianya masih 22 tahun di SEA Games Kuala Lumpur 2017, Emilia pernah naik podium nomor itu juga. Namun, podiumnya bukan yang tertinggi karena dia meraih perak.

Justru di SEA Games Thailand 2025, ketika usianya semakin bertambah dan setelah mengalami serangkaian cedera, Emil, panggilan Emilia Nova, menaiki podium tertinggi. Di Supachalasai Stadium, Bangkok, Thailand, Selasa, (16/12/2025), Emil menorehkan poin 5.497 dari total tujuh nomor perlombaan yang terdiri dari lari gawang 100 meter, lompat tinggi, tolak peluru, lari 200 meter, lompat jauh, lempar lembing, dan lari 800 meter.

Tak hanya mengantarkannya meraih medali emas, raihan poin Emil di saptalomba juga membawanya menajamkan rekor nasional atas namanya sendiri yang diukir di SEA Games 2017. Sebelumnya, Emil memiliki rekornas 5.386 poin.

”Setelah operasi tulang belakang tiga tahun lalu, banyak orang yang bilang, ’Wah, Emil sudah selesai’ atau ’Susah buat balik, apalagi tulang belakang penyangga kehidupan’. Tapi, aku masih penasaran sama diri sendiri karena di beberapa kesempatan juga bisa menunjukkan bisa berprestasi meski dalam kondisi cedera,” ucap Emil yang memang menargetkan medali emas dari saptalomba, tetapi tidak menyangka akan menajamkan rekornya sendiri.

Pelari Indonesia Emilia Nova berlari pada nomor sapta lomba 200 meter SEA Games 2025 di Stadion Suphachalasai, Bangkok, Thailand, Senin (15/12/2025). Emilia Nova mencatatkan waktu 25.14 pada sapta lomba 200 meter dan meraih poin 874KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)15-12-2025

Masih dari arena perlombaan atletik, rekor nasional juga terpecahkan dari nomor loncat galah. Peloncat galah putri Diva Renatta Jayadi melengkapi medali emas pertamanya di SEA Games dengan menajamkan rekor nasional atas namanya sendiri, Kamis (11/12/2025).

Dengan loncatan setinggi 4,35 meter, Diva menajamkan rekornas sebelumnya setinggi 4,30 meter di Kejuaraan Internasional Loncat Galah Taiwan, di Sun Moon Lake, Maret 2025. Tak cuma rekornas, loncatan Diva juga memecahkan rekor SEA Games.

Selain Diva dan Emil, Dina Aulia juga sebenarnya memecahkan rekornas dan bahkan memecahkan rekor SEA Games di nomor 100 meter lari gawang, Jumat (12/12/2025). Pada babak kualifikasi, Dina finis dalam waktu 12,72 detik. Catatan ini jauh melampaui rekornas miliknya yang diukir di Kejuaraan Asia Atletik di Korea Selatan dengan 13,11 detik.

Catatan waktu Dina juga memecahkan rekor SEA Games milik atlet Thailand, Trecia Roberts (12,85 detik), yang diukir pada edisi Brunei Darussalam 1999. Namun, lewat pernyataan yang dikirim ke Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), Delegasi Teknis SEA Games menyatakan, hanya peringkat atlet yang valid.

Pelari Indonesia Dina Aulia (tengah) tampil di babak kualifikasi nomor 100 meter lari gawang SEA Games 2025 di Stadion Nasional Suphachalasai, Bangkok, Thailand, Jumat (12/12/2025).
Peloncat galah putri Indonesia, Diva Renatta Jayadi, saat perlombaan SEA Games Thailand 2025 di Stadion Supachalasai, Bangkok, pada Kamis (11/12/2025) malam WIB. Diva meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor nasional dan rekor SEA Games dengan loncatan setinggi 4,35 meter.

Adapun catatan waktu tidak bisa diperhitungkan untuk salah satunya rekor karena ada masalah di penghitung waktu. ”Untuk sesi malam tanggal 12 Desember 2025 selama SEA Games terdapat masalah teknis dengan sistem pengaturan waktu. Hasil uji nol tidak memuaskan sesuai dengan Peraturan Atletik Dunia. Perusahaan pengaturan waktu yang bertanggung jawab tidak dapat sepenuhnya memperbaiki masalah tersebut,” tulis pernyataan tersebut.

PB PASI pun sampai harus mengirim surat keberatan ke Delegasi Teknis perkara ini. Menurut PB PASI, hasil lomba telah secara resmi ditampilkan, diumumkan, dan dirilis dalam hasil harian serta dapat dilihat semua pemangku kepentingan dan khalayak lebih luas. PB PASI pun berpendirian bahwa hasil tersebut harus diakui sebagai hasil kompetisi yang sah.

PB PASI lantas meminta klarifikasi tertulis yang formal dan transparan dari Delegasi Teknis tentang dasar teknis dan peraturan untuk keputusan tidak mengakui hasil tersebut. Selain itu, PB PASI juga meminta proses verifikasi dan persetujuan sistem pencatatan waktu sebelum dimulainya acara dan pertimbangan yang diterapkan dalam menerbitkan hasil resmi jika kemudian dianggap tidak memenuhi syarat untuk diakui.

Perkara rekor, para perenang muda Indonesia juga tak mau kalah. Pada perlombaan nomor 50 meter gaya bebas putri di Kolam Renang Sport Authority Thailand, Minggu (14/12/2025), perenang debutan Nadia Aisha Nurazmi sukses memecahkan rekor nasional dua kali.

Perenang Indonesia Jason Donovan Yusuf tampil di nomor 100 meter gaya kupu-kupu SEA Games 2025 di Stadion SAT, Bangkok, Thailand, Jumat (13/12/2025). Perenang Indonesia Joe Aditya Wijaya Kurniawan meraih medali perak di nomor 100 meter gaya kupu-kupu dengan waktu 53,14. Sementara itu di nomor 100 meter gaya punggung, perenang Indonesia, Flairene Candrea mendapatkan perunggu dengan torehan waktu 1:02.60.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
13-12-2025

Pada babak kualifikasi, Nadia memecahkan rekornas dengan 26,08 detik, melampaui rekornas lama milik Adelia Chantika Aulia dengan 26,15 detik yang dicetak pertengahan 2025. Saat sesi sore atau babak final, Nadia menajamkan rekornas atas namanya sendiri dengan catatan waktu 25,68 detik.

Rekor nasional juga pecah di nomor 4 x 100 m gaya bebas estafet putra. Indonesia menurunkan 4 perenang terbaiknya, yaitu Jason Donovan Yusuf, Jeremy Elyon, Kevin Erlangga Prayitno, dan Joe Aditya. Mereka berhasil mencatatkan waktu 3 jam 21,92 detik untuk memecahkan rekor nasional lama, 3 jam 23,65 detik, yang dicetak tahun di SEA Games Kuala Lumpur, Malaysia 2017.

”Nadia hebat, pecah rekornas dan menjadi perempuan pertama yang bisa berenang di bawah 26 detik. Dia perenang muda yang masih panjang masa depannya. Jadi ini awal yang bagus,” ucap pelatih timnas renang Indonesia, Albert C Sutanto.

Rekor dunia dari Rizki

Dari cabang angkat besi, peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, Rizki Juniansyah, memecahkan rekor SEA Games sekaligus rekor dunia saat turun pada perlombaan kelas 79 kg di Gedung Chonburi Sport School, Senin (15/12/2025). Rizki mengangkat beban clean and jerk 205 kg, untuk memecahkan rekor dunia.

Lifter Indonesia, Rizki Juniansyah, meraih medali emas angkat besi kelas 79 kg putra di Gedung Chonburi Sport School, Chonburi, Thailand, Senin (15/12/2025). Rizki mempersembahkan medali emas kedua tim angkat besi Indonesia sekaligus memecahkan rekor dunia atas namanya sendiri dengan clean and jerk 205 kg. Adapun total angkatannya 365 kg.

Angkatan itu sebenarnya sama dengan empat bulan lalu di seleksi nasional untuk SEA Games 2025. Saat itu, Rizki mengatakan, angkatannya di latihan sebenarnya lebih berat dari 205 kg.

Adapun di Kejuaraan Dunia 2025 di Norwegia, Oktober lalu, Rizki mencatatkan angkatan 204 kg untuk memecahkan rekor dunia. Artinya, angkatan 205 kg di Thailand itu memecahkan rekor SEA Games untuk pertama kali di kelas tersebut sekaligus menajamkan rekor dunia atas namanya sendiri.

”Persiapan Rizki sebenarnya tidak terlalu maksimal karena berbentrokan dengan banyak agenda lain, termasuk pendidikan untuk jadi tentara dan pelantikan. Maka dari itu, saya juga tidak langsung memberi angkatan tinggi. Waktu Rizki sukses mengamankan emas dengan clean and jerk 195 kg, baru saya kasih dia angkat 205 kg buat pecah rekor dunia,” ucap pelatih sekaligus kakak ipar Rizki, Triyatno.

Sampaikan dukungan Anda untuk atlet Indonesia

Pembaca yang budiman, Harian Kompas membuka rubrik Surat untuk Atlet, yang berisi pendapat, penyemangat, atau komentar terkait dengan penampilan atlet Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Kirimkan komentar singkat Anda, minimal dua kalimat dan maksimal enam kalimat, dengan mengisi kolom di bawah ini. Komentar yang terpilih akan kami muat di Harian Kompas saat pelaksanaan SEA Games 2025.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah dari Bangkok, Thailand
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji