ASIAN GAMES AICHI-NAGOYA 2026

Performa Menjanjikan Peloncat Galah Diva Renatta Terbaca di Uji Coba

Diva menunjukkan konsistensi pada serangkaian uji coba. Kepercayaan dirinya pun bertambah menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

29 Agt 2026 19:22 WIB · Olahraga

KOMPAS/REBIYYAH SALASAH

Oleh Rebiyyah Salasah

Serangkaian uji coba memperlihatkan performa menjanjikan peloncat galah Diva Renatta Jayadi. Kepercayaan diri semakin tumbuh, persiapan pun kian matang untuk menyambut Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Di lapangan atletik Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar Provinsi DKI Jakarta, Ragunan, Jakarta, Jumat (28/8/2026), Diva melanjutkan persiapan untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Sore itu, Diva melaksanakan sesi meloncat, kemudian melakukan sesi tambahan untuk penguatan fisik.

Kurang dari sebulan jelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026, kata Diva, persiapan sudah berfokus pada penyempurnaan teknik. Penyempurnaan sembari mempertahankan konsistensi performa itu dilakukan berdasarkan evaluasi dari latihan berbulan-bulan sebelumnya dan serangkaian uji coba.

”Jadi, latihannya fokus ke ingat-ingat awalan, jaga loncatan, sambil membenahinya sedikit-sedikit. Kalau sudah mendekati perlombaan, mulai ikut ritme saat lomba, masuk simulasi-simulasi,” ujar Diva.

Atlet loncat galah putri, Diva Renatta Jayadi, berlatih untuk persiapan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di kawasan Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar Provinsi Jakarta, Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026). KOMPAS/REBIYYAH SALASAH

Setelah meraih emas di SEA Games Thailand 2025, Diva mengaku beruntung bisa terus melanjutkan program pemusatan latihan nasional. Artinya, latihan Diva bisa berjalan intensif tanpa pernah terputus.

Beruntungnya lagi, Diva bisa mengikuti sejumlah rangkaian uji coba. Dari serangkaian uji coba itu, anak dari mantan peloncat galah nasional Nunung Jayadi dan atlet lari gawang nasional Dedeh Erawati ini menunjukkan performa menjanjikan dengan konsisten naik podium.

Diva mengawalinya dengan mengikuti Kejuaraan Internasional Taiwan Sun Moon Lake 2026 pada Maret lalu. Diva keluar sebagai juara dengan mencatatkan loncatan setinggi 4,20 meter. Pencapaian serupa diraih Diva di Kejuaraan Internasional Dalam Ruangan Taiwan 2026 tiga hari setelahnya.

Pada Mei, Diva kembali menjalani dua uji coba. Di Kejuaraan Asia, Chongqing, China, Diva naik podium lagi. Pencapaian ini diraih di tengah drama galahnya yang tak bisa dibawa karena keterbatasan kapasitas pesawat.

<p>Dengan dibantu oleh pelatih, Diva melentingkan tubuh menggunakan galah untuk melewati bilah palang dalam latihan persiapan menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.</p><p>Diva Renatta Jayadi menggunakan galahnya untuk mendorong tubuhnya melewati bilah palang saat berlatih guna persiapan berlaga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.</p><p>Diva melepas galah setelah melewati bilah palang saat berlatih untuk persiapan Asian Games Aichi-Nagoya 2026.</p>

Dengan dibantu oleh pelatih, Diva melentingkan tubuh menggunakan galah untuk melewati bilah palang dalam latihan persiapan menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Diva Renatta Jayadi menggunakan galahnya untuk mendorong tubuhnya melewati bilah palang saat berlatih guna persiapan berlaga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Diva melepas galah setelah melewati bilah palang saat berlatih untuk persiapan Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Dengan galah pinjaman, Diva melakukan loncatan setinggi 4,35 meter atau menyamai rekor pribadi yang juga merupakan rekor nasional. Ia menjadi atlet kedua terbaik di ajang level Asia tersebut.

Diva kemudian menutup rangkaian uji coba itu dengan menempati peringkat ketiga di Pertemuan Internasional Busan 2026, Korea Selatan. Diva meloncat setinggi 4,20 meter.

”Uji coba itu, kan, penting karena untuk menguji hasil latihan sebelum ke kompetisi yang utamanya. Melatih mental bertanding juga. Dari hasil itu juga bisa melihat perkembangan, pelatih bisa evaluasi, dan evaluasinya diterapkan di latihan. Misal ada teknik yang kurang sempurna dan sebagainya,” tutur Diva.

Di tengah efisiensi anggaran, Diva bisa mengikuti serangkaian uji coba karena bersifat invitasi. Dengan demikian, ada kebutuhan yang telah ditanggung penyelenggara sehingga federasi tidak perlu mengeluarkan biaya sepenuhnya untuk memberangkatkan Diva.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Singgih Widiyastono mengatakan, federasi mengeluarkan biaya mandiri untuk menalangi pelatnas sejak kembali digelar pada awal tahun. Dana itu, salah satunya, berasal dari sponsor.

Selain itu, PB PASI juga menyiasati problem pendanaan itu dengan meninjau kembali rencana uji coba atlet. Atlet tetap dikirimkan untuk uji coba internasional, tetapi jumlahnya keikutsertaannya dikurangi.

Atlet loncat galah putri, Diva Renatta Jayadi, berlatih untuk persiapan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di kawasan Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar Provinsi Jakarta, Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026). KOMPAS/REBIYYAH SALASAH

Di antara rangkaian uji coba yang diikuti Diva, hanya Kejuaraan Asia yang bukan undangan. Pelatih Diva, Frederick Saputra, mengatakan meminta langsung ke PB PASI untuk memberangkatkan sang atlet. Sebab, menurut dia, ajang itu penting karena hampir semua calon lawan Diva di Asian Games berpartisipasi.

”Kami meminta diberangkatkan, bukan untuk sekadar ikut. Kami mau melihat peta persaingan untuk Asian Games. Diva juga akhirnya menunjukkan bahwa layak diberangkatkan karena mempersembahkan hasil dengan meraih perak,” kata Frederick.

Dari sejumlah uji coba itu, ujar Frederick, Diva memperlihatkan konsistensi loncatan. Dari hasil-hasil itu pula terbaca performa menjanjikan atlet berusia 24 tahun itu untuk Asian Games 2026.

Selain itu, kepercayaan diri Diva pun semakin tumbuh. Diva sering kali tidak yakin dengan kemampuannya sendiri. Dengan terbiasa ikut kompetisi dan naik podium, Diva semakin meyakini bahwa ia bisa bersaing di level lebih tinggi.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra