Fajar/Fikri akan melanjutkan perjalanan pada persaingan level atas. Sebaliknya, Apriyani/Fadia harus bersiap untuk turun level.
06 Agt 2025 20:30 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Pertukaran pasangan terjadi pada sektor ganda putra dan putri pelatnas utama bulu tangkis Indonesia. Di antara mereka, ada yang harus melanjutkan perjalanan pada level tinggi, tetapi ada pula yang harus menurunkan ekspektasi.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadi salah satu pasangan yang akan dipantau hingga akhir 2025 untuk mencari formasi ganda putra terbaik pelatnas bulu tangkis Indonesia. Selain itu, pelatih juga memasangkan Muhammad Rian Ardianto dan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan.
Dengan demikian, dalam persaingan turnamen BWF World Tour sejak September, ganda putra Indonesia akan memiliki kekuatan Fajar/Fikri, Rian/Yeremia, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, dan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani yang merupakan pemain independen.
Sebelum itu, tiga ganda putra Indonesia peringkat 10 besar dunia yang masuk daftar undangan BWF akan mengikuti Kejuaraan Dunia di Perancis, 25-31 Agustus. Mereka adalah Fajar/Rian, Sabar/Reza, dan Leo/Bagas.
Setelah tampil hingga perempat final Jepang Terbuka dan menjuarai China Terbuka, akhir Juli lalu, pelatih memutuskan untuk melanjutkan duet Fajar/Fikri. Berdasarkan program kerja Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), tahun 2025 digunakan untuk mencari formasi terbaik pada sektor ganda.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/05/71056412a8094a75c5bd2f7e73e46a85-BADMINTON_CHN_131510090.jpg)
Semula, Fajar/Fikri diagendakan hanya tampil di Jepang dan China Terbuka karena pasangan masing-masing absen dari turnamen. Rian (pasangan Fajar) tak bisa bertanding karena menanti kelahiran anak pertamanya. Sementara Fajar, sebagai salah satu ganda putra peringkat sepuluh besar dunia pada akhir 2024, memiliki kewajiban bertanding pada turnamen Super 1000. Dia pun wajib bermain di China Terbuka.
Maka, Fajar dipasangkan dengan Fikri setelah partnernya, Daniel Marthin, masih menjalani pemulihan karena cedera lutut kiri. Daniel, yang terakhr kali bertanding pada kejuaraan Piala Sudirman, Mei lalu, diperkirakan baru bisa bertanding pada Januari 2026.
Berdasarkan performa di China, ketika Fajar/Fikri bisa mengalahkan pasangan top dunia, Antonius Budi Ariantho, pelatih ganda putra pelatnas utama Indonesia, memutuskan tetap memasangkan mereka hingga akhir tahun. Mantan atlet ganda putra yang meraih medali perunggu Olimpiade Atlanta 1996 (bersama Denny Kantono) itu ingin melihat konsistensi Fajar/Fikri bersaing pada level atas.
PBSI ingin melihat lebih banyak dari kami. Saya juga harus berpikir untuk kepentingan ganda putra Indonesia. - Fajar Alfian -
Dua turnamen berikutnya yang akan menjadi penilaian mereka adalah China Masters Super 750, 16-21 September, dan Korea Terbuka Super 500 pada pekan berikutnya.
Di China Terbuka, Fajar/Fikri mengalahkan tiga ganda putra peringkat lima besar dunia (saat turnamen berlangsung) pada perempat final hingga final. Mereka adalah Seo Seung-Jae/Kim Won-ho (peringkat pertama), Liang Wei Keng/Wang Chang (5), dan Aaron Chia/Soh Wooi Yik (2).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/05/882d3c19c4e42c0faccd1fc7f7ba16cd-BADMINTON_CHN_131510081.jpg)
”Rotasi dimungkinkan terjadi pada pemain-pemain ganda putra hingga akhir tahun ini. Targetnya untuk mendapat pasangan tetap mulai 2026 dan siap menghadapi kualifikasi Olimpiade pada 2027,” kata Antonius usai melatih Fajar dan kawan-kawan di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Sebelum duet Fajar/Fikri dipastikan berlanjut, Fajar bercerita bahwa Antonius mengajaknya berdiskusi sehari sebelum final China terbuka. ”Diskusi tentang rencana partner saya berikutnya. Saya dan Rian sebenarnya sudah punya rencana dan target ke depan. Apalagi, kami masih menempati ranking keempat dunia. Jadi, saat itu, saya tidak segera memberi kepastian pada Koh Anton,” tutur Fajar.
Fajar akhirnya memilih opsi melanjutkan kerja sama dengan Fikri. ”PBSI ingin melihat lebih banyak dari kami. Saya juga harus berpikir untuk kepentingan ganda putra Indonesia. Fikri adalah pemain muda potensial yang saat ini tidak ada partner. Selain itu, Rian juga mendukung karena melihat hasil kami di China Terbuka,” tutur Fajar.
Fikri, yang diberi tahu pelatih akan berpasangan dengan Fajar pada Selasa (5/8/2025), yaitu saat tenggat pendaftaran turnamen China Masters, senang karena mendapat kepastian partner dengan cepat. “Jadi, saya pun bisa tetap bertanding, tidak hanya latihan,” katanya.
fajarUntuk persiapan tampil bersama partner baru di China Masters dan Korea Terbuka, Fajar/Rian batal tampil dalam turnamen Hong Kong Terbuka, 9-14 September, meski nama mereka sudah ada dalam daftar peserta. Di Jepang dan China Terbuka, Fajar/Fikri bisa bermain tanpa beban karena merupakan pasangan dadakan. Situasi ini berbeda dengan tantangan berikutnya yang akan dihadapi. Mereka harus mengantisipasi tantangan lebih berat karena pasangan-pasangan lainnya akan lebih waspada.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/04/09/144f2ec9-ec35-4785-82ca-d7abec16ea99.jpg)
Salah satu yang akan dilakukan, kata Fajar, adalah memperkuat daya tahan fisik untuk menghadapi serangan pasangan lain yang lebih kuat. Faktor tersebut harus ditingkatkan karena Fajar dan Fikri memiliki peran yang sama, yaitu sebagai playmaker yang lebih sering bermain di bagian depan.
Antonius juga mengatakan pola bermain dan rotasi Fajar/Fikri di lapangan akan lebih diperhatikan mengingat mereka sama-sama berperan sebagai pemain depan dengan pasangan sebelumnya.
Sebelum ganda putra menetapkan formasi Fajar/Fikri dan Rian/Yeremia, ganda putri melakukan perombakan lebih dulu pada empat pasangan. Salah satu di antara mereka adalah Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang sebenarnya bukan formasi baru.
Sebelum berpisah pada Agustus 2024 (saat Apriyani absen dari turnamen selama tujuh bulan karena cedera) Apriyani/Fadia berduet sejak pertengahan Juni 2022, yaitu setelah Greysia Polii pensiun. Selama dua tahun, mereka meraih tiga gelar juara BWF World Tour level Super 500 dan 750 serta menjadi finalis Kejuaraan Dunia di Denmark pada 2023.
Namun, menghadapi ”reuni” dengan Apriyani, pada September, Fadia menurunkan ekspektasi. Dia bahkan mengatakan harus memulai lagi dari nol.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2023/03/01/aa88c379-5a66-4161-9deb-b80c14b74491.jpg)
Dalam daftar peserta Hong Kong Terbuka misalnya, Apriyani/Fadia berada dalam kategori pemain babak kualifikasi. Hal ini karena mereka hanya berada pada peringkat ke-110 dunia pada 29 Juli, daftar peringkat yang digunakan saat pendaftaran turnamen.
“Mungkin bisa saja, kami harus bermain pada level Super 100 karena ranking. Kami juga harus mencari lagi hawa kompetisi bersama-sama karena bermain di turnamen rendah, tantangannya belum tentu mudah,” ujar Fadia.
Fadia/Lanny, yang saat ini menempati posisi ke-16 dunia, menjalani proses membangun kemampuan untuk masuk dalam persaingan level elite. Mereka memiliki target lebih tinggi setelah menjuarai Thailand Masters Super 300 pada Januari. Fadia/Lanny juga bisa memberi perlawanan ketat tiga gim pada beberapa ganda top dunia walaupun masih kalah. Tantangan terdekat mereka adalah Kejuaraan Dunia.
Namun, seperti dikatakan Fadia dan Lanny usai berlatih pada Rabu, mereka mempercayakan pertukaran pasangan pada pelatih. ”Pelatih mengajak kami berdiskusi, satu per satu. Saya ditanya, jika harus berganti pasangan, cocoknya sama siapa. Saya mengajukan pendapat, tetapi keputusan tetap di tangan pelatih,” tutur Lanny
Fadia pun memercayakan pertukaran pasangan pada pelatih. ”Semoga pertukaran ini bisa membawa ganda putri Indonesia naik lagi,” katanya.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase