Musk menilai RUU baru justru meningkatkan pengeluaran Washington. Padahal, DOGE susah payah memotong anggaran.
30 Mei 2025 14:21 WIB · Internasional
WASHINGTON, JUMAT — Setelah mengkritik rancangan undang-undang Presiden Amerika Serikat Donald Trump, miliarder Elon Musk mengundurkan diri dari Gedung Putih. Ia mengatakan kembali mengurus perusahaannya sembari siap dipanggil lagi oleh Trump apabila dibutuhkan.
Musk mengumumkan pengunduran dirinya melalui pelantar X pada Kamis (29/5/2025) waktu setempat atau Jumat (30/5/2025) dini hari waktu Indonesia. Musk adalah pemilik media sosial X, perusahaan mobil listrik Tesla, dan perusahaan antariksa SpaceX.
”Waktu saya sebagai pegawai khusus pemerintahan telah usai. Saya ingin berterima kasih kepada Presiden Donald Trump atas kesempatan yang diberikan untuk memotong pengeluaran mubazir,” cuit Musk.
Trump balas mencuit, akan mengadakan jumpa pers khusus bersama Musk pada Jumat petang waktu Washington DC. ”Elon pergi, tapi hubungannya tetap dekat dengan Gedung Putih karena saya suka dia,” katanya.
Musk dekat dengan Trump sejak kampanye pemilihan presiden 2024. Musk menyumbang dana 250 juta dollar AS untuk kampanye Trump. Jumlah itu membuat Musk menjadi donatur terbesar untuk Trump.
Sejak itu, Trump selalu membawa Musk berkampanye. Ia juga memberi ruang kepada Musk membuat berbagai usulan untuk pembenahan pemerintah. Salah satunya dengan memotong anggaran dan jumlah pegawai lembaga-lembaga pemerintah.
Sejatinya, sejak kampanye, Musk sudah melontarkan lelucon bahwa Washington memerlukan lembaga baru, yaitu Departemen Efisiensi Pemerintah. Di dalam bahasa Inggris, namanya disebut Department of Government Efficiency yang disingkat menjadi DOGE.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/13/bbdb3b86c2bdf36b7368a63e2cbeaf74-000_36MB3TD.jpg)
”Padahal, nama DOGE itu diambil dari pelesetan Dogecoin, aset kripto saya dengan maskot seekor anjing berwajah kebingungan,” kata Musk.
Musk juga pandai mencuri perhatian. Ia ikut rapat-rapat para petinggi Trump. Salah satunya dengan mengenakan kaus bertuliskan ”Tech Support” yang mengindikasikan keterlibatannya di dalam pemerintahan. Setelah dilantik pada Januari 2025, Trump pun meresmikan DOGE dan menunjuk Musk sebagai kepalanya.
Kala pengumuman itu, Musk datang ke Gedung Putih dengan membawa gergaji mesin. ”Saya akan memotong semua pemborosan!” serunya.
Trump dan Musk menuduh lembaga-lembaga pemerintahan menghambur-hamburkan uang. Mereka juga tidak menyukai Badan untuk Pembangunan Internasional AS (USAID) yang memberi beasiswa kepada mahasiswa asing ataupun santunan kepada berbagai proyek lingkungan dan kesehatan berskala global.
Musk mengatakan, dari 7 triliun dollar AS pengeluaran pemerintah, DOGE bisa menghemat 2 triliun dollar. Caranya dengan memecat semua pegawai honorer di lembaga pemerintah. Bahkan, mereka yang berstatus pegawai negeri sipil pun ada yang diputus hubungan kerjanya pada gelombang kedua.
Besarnya pengaruh Musk di pemerintahan ini menuai kritik dari dalam dan luar pemerintahan. Beredar anekdot di kalangan warganet AS yang menyebutkan Trump memenangi pemilu, tetapi Musk yang menjadi presiden.
Musk juga diberi perlakuan istimewa. Di Gedung Putih, ia menginap di kamar Lincoln. Padahal, selama ini, kamar itu tidak boleh ditempati karena merupakan bagian dari Museum Gedung Putih.
Keistimewaan lain adalah Musk boleh berjualan Tesla dari Gedung Putih. Bahkan, Trump yang turun tangan sebagai pramuniaga. Mereka menyulap pekarangan Gedung Putih menjadi tempat pameran mobil.
Pemecatan berskala besar ini menjadi senjata makan tuan bagi Musk. Banyak lembaga yang lumpuh, antara lain Departemen Pertanian dan Komisi Pengaturan Nuklir (NRC). Wabah flu burung yang mematikan ayam petelur dan ayam potong di AS menjadi tidak terkendali.
DOGE pun meminta para pegawai yang dipecat kembali bekerja. Akan tetapi, banyak yang sudah telanjur sakit hati sehingga tidak mau. Demikian pula dengan para jagawana taman nasional yang diputus hubungan kerjanya. Berbagai wilayah di AS kini dilanda kecemasan karena musim panas segera datang dan mereka kekurangan tenaga untuk mencegah kebakaran hutan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/10/f77fe75f1f2ecfbf7dce25b76d0d21c6-063_2204010981.jpg)
Publik pun membandingkan metode yang dipakai DOGE dengan REGO, program penghematan dana yang dilakukan pada masa Presiden Bill Clinton pada 1993-2021. Di bawah Wapres Al Gore, Gedung Putih bersinergi dengan semua kementerian/lembaga untuk menghitung rencana penghematan masing-masing.
REGO memecat 250.000 pegawai lembaga pemerintah setelah melalui evaluasi kinerja selama satu tahun. Keputusan mengenai individu yang dipecat ataupun unit yang dibubarkan diserahkan kepada tiap-tiap lembaga mengingat mereka yang paling paham kebutuhan kinerja masing-masing. Sosialisasi pemutusan hubungan kerja dilakukan beberapa bulan sebelum eksekusi.
Melalui cara itu, apabila dikonversikan ke kurs sekarang, REGO menghemat 240 miliar dollar AS. Sementara itu, DOGE belum memenuhi target menghemat 2 triliun dollar AS sesuai yang mereka janjikan. Mereka baru menghemat 150 miliar dollar AS, tetapi dengan efek samping kekacauan kinerja di lembaga-lembaga pemerintah.
Hubungan Trump-Musk mulai tampak goyang ketika Trump secara sepihak menjatuhkan tarif impor untuk negara-negara mitra dagang AS. Dilaporkan oleh CBS edisi 8 April 2025, Musk bertengkar dengan Penasihat Ekonomi Gedung Putih Peter Navarro. Sebagai pengusaha, Musk menentang segala bentuk proteksionisme, termasuk tarif.
Pekan lalu, Trump mengumumkan sedang menggodok RUU baru. ”Ini RUU yang besar dan cantik,” kata Trump.
Besar karena RUU itu membahas banyak hal sekaligus, mulai dari pengurangan pajak sampai dengan peningkatan perburuan dan deportasi terhadap para imigran ilegal. Hal pasti dari RUU ini adalah pengeluaran pemerintah bertambah. Ini bertentangan dengan prinsip dan langkah yang telah diambil DOGE.
Musk melakukan wawancara eksklusif dengan CBS yang akan ditayangkan pada Minggu (1/6/2025). Dari pemberitaan awal, ia mengutarakan ketidaksetujuannya dengan RUU cantik dan besar ini.
Ia melihat muncul yang RUU tersebut sebagai pertanda sudah waktunya meninggalkan politik dan kembali fokus ke perusahaan-perusahaannya. Apalagi, saham Tesla anjlok sejak ia memimpin DOGE.
Ia mengatakan, DOGE akan tetap beroperasi sepeninggalnya. Direktur Kantor Pengelolaan dan Pendanaan Russ Vought mengatakan kepada Fox News, DOGE sudah memasukkan usulan pemotongan anggaran terbaru ke DPR. Tinggal melihat DPR menyetujui atau tidak. (AP)
Penulis:
Laraswati Ariadne AnwarEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari