Tesla ditinggal penggemarnya. Mereka tidak mau dianggap mendukung Trump dan Musk.
13 Mar 2025 12:07 WIB · Internasional
Ada yang berbeda dengan halaman Gedung Putih, Washington DC, Selasa (11/3/2025) waktu setempat atau Rabu (12/3/2025) waktu Jakarta. Apabila biasanya kantor kepresidenan Amerika Serikat itu halamannya dipakai untuk memyambut tamu kenegaraan, kali ini dipakai untuk tempat memamerkan mobil.
Ada empat mobil Tesla berbagai model diparkir memanjang. Mobil-mobil itu berwarna merah, perak, abu-abu, dan biru. Presiden AS Donald Trump terlihat komat-kamit berbicara kepada para wartawan. Di tangannya ada secarik kertas. Seorang pewarta foto mengabadikan tulisan di atas kertas itu:
”Harga Tesla. Sistem swakemudi penuh: model X, 112.490 dollar AS (perak). Model CT (Cybertruck), 114.000 dollar AS (abu-abu). Model S, 108.990 dollar AS (biru). Model Y, 59.990 dollar AS (merah). Tesla bisa dicicil paling rendah 299 dollar AS per bulan atau bisa juga 35.000 dollar per bulan”.
”Nah, saya suka model yang ini,” kata Trump menunjuk ke arah Tesla Model S setelah membaca daftar tersebut.
Miliarder pemilik Tesla, Elon Musk, yang dari tadi berdiri dekat Trump kemudian mengajak Trump masuk ke mobil listrik berwarna merah itu. Trump duduk di kursi pengemudi dan Musk di sebelahnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/13/2039e286-1d28-4db2-9b75-830c426e327c_jpg.jpg)
”Tesla ini seperti mobil golf yang bisa ngebut,” kata Musk.
”Oh, bagus sekali. Coba lihat panelnya, ya, berbeda. Semuanya komputer,” timpal Trump.
Trump mengatakan, dirinya membeli Tesla itu. Akan tetapi, setelah itu, Trump mengungkapkan bahwa dirinya tidak menyetir mobil. Alasannya, hukum di AS melarang presiden dan mantan presiden mengemudikan kendaraan di jalanan umum. ”Nanti biar staf saya yang menyetir mobil ini,” kata Trump.
Ketika berita diterbitkan, warganet AS mengutarakan kebingungan mereka akan peristiwa itu. Tidak lama kemudian, mereka mengomel di berbagai media sosial. Mereka mengkritik, perbuatan Trump dan Musk itu norak.
Beberapa politikus Partai Demokrat mengkritik acara itu sarat dengan kolusi dan nepotisme. Seorang kepala negara tidak hanya mempromosikan produk buatan temannya, tetapi benar-benar berjualan di depan umum.
Bahkan, sekelompok warganet yang cuitannya dikompilasikan oleh tabloid daring Buzzfeed menyamakan perbuatan Trump dengan Nazi Jerman. Pada 1938, Adolf Hitler melakukan acara serupa untuk mempromosikan mobil VW Kodok sebagai ”mobil rakyat”.
Kenapa Trump melakukan ini? Jawabannya untuk membantu Musk. Pemilik Tesla, Starlink, dan X ini adalah penyumbang biaya kampanye terbesar untuk Trump pada pemilihan umum 2024. Menurut catatan Pemerintah AS, Musk memberikan sumbangan sebesar 290 juta dollar AS.
Ketika dilantik menjadi presiden, Trump menunjuk Musk mengepalai Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE). Atas dalih merampingkan birokrasi dan efisiensi, DOGE memecat pegawai-pegawai federal AS, termasuk para pendukung Trump.
Per Februari 2025, DOGE sudah memecat 30.000 pegawai federal. Melansir laman Military.com, DOGE pada tahun ini mengincar 83.000 pegawai Asosiasi Veteran, termasuk mereka yang menjadi penyandang disabilitas akibat terluka ketika mengabdi di medan perang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/10/f77fe75f1f2ecfbf7dce25b76d0d21c6-063_2204010981.jpg)
Walhasil, bisa dibilang Musk dalam waktu singkat menjadi orang yang paling dibenci di AS. Imbasnya ke produk-produk yang dibuat oleh perusahaannya. Kanada membatalkan kontrak dengan Starlink untuk 2025. Produk Musk yang paling populer, Tesla, menjadi bulan-bulanan.
”Tesla menjadi simbol Musk, Trump, dan DOGE. Ini amat buruk bagi Tesla sebagai jenama otomotif,” kata Dan Ives, analis firma keuangan Wedbush Securities. Firma ini awalnya penyokong Tesla.
Para pembenci Musk dan Trump juga berulah. Setiap kali ada mobil Tesla lewat, mereka lempari dengan sayuran dan buah-buahan busuk. Pengemudinya mereka caci maki. Sejumlah gerai Tesla juga mengalami kebakaran kecil yang diduga kuat disengaja.
Pada saat yang sama, para pemilik Tesla juga gerah dengan perundungan yang mereka alami serta asosiasi mobil mereka dengan Musk. Penyanyi Sheryl Crow, misalnya, mengunggah di Instagram ia menjual mobil Tesla miliknya.
”Uangnya dipakai menyumbang untuk program-program radio NPR,” tulis Crow. NPR adalah radio milik Pemerintah AS, tetapi independen di dalam bekerja. Mereka dipangkas anggarannya karena menerapkan kaidah jurnalisme kritik terhadap pemerintahan Trump.
Media daring otomotif khusus kendaraan listrik, Electrifying, melakukan jajak pendapat terhadap para pembeli potensial. Sebanyak 59 persen responden mengaku kehilangan gairah membeli Tesla. Selain itu, 61 persen responden mengaku mereka memilih mempertimbangkan membeli mobil listrik buatan China.
Gara-gara fenomena ini, Bloomberg mencatat saham Tesla terjun bebas, yaitu 50 persen. Para penanam modal beberapa melakukan divestasi. Bahkan, dalam dua hari terakhir, Musk kehilangan 148 miliar dollar AS. Nilai kekayaan Musk kini adalah 333,1 miliar dollar AS.
Oleh sebab itu, Trump turun tangan membantu temannya. Meskipun, menurut laporan harian The Independent dan New York Times, Musk berjanji memberikan sumbangan 100 juta dollar AS kepada komite aksi politik Partai Republik yang mendukung Trump.
”Elon ini orang baik, patriot. Para penjahat yang menyerang gerai-gerai Tesla adalah teroris domestik,” kata Trump ketika berjualan.
Media Salon mengatakan, Musk menggunakan trik ”bom cinta” (love-bombing) terhadap Trump. Hal ini sesuai dengan pola yang dikemukakan para mantan pasangan Musk. Justine Wilson, istri pertama Musk, menulis buku otobiografi pada 2010.
Menurut Wilson, semasa kuliah, Musk selalu mendekati dia dan mengiriminya berbagai hadiah sampai mereka berpacaran. Ketika mereka akhirnya menikah, sikap Musk berubah 180 derajat. Ia menjadi pengatur dan pemarah. Hal ini berujung kepada perceraian mereka.
Pemain film Amber Heard juga mengaku memiliki pengalaman serupa. Musk ketika mendekatinya memberi banyak hadiah mahal, bahkan menghadiahi Heard beberapa model Tesla.
Sama seperti Wilson, ketika ia akhirnya berpacaran dengan Musk, sikap Musk berubah. Ia mengendalikan hidup Heard. Sampai-sampai, Heard tidak mau mengendarai mobil Tesla dari Musk karena takut disadap.
Walaupun niat Trump ingin membantu Musk, susah bagi Tesla untuk bangkit. Majalah bisnis Fortune melaporkan, harga Tesla Model X dan Y bekas pada 2022 minimal masih 70.000 dollar AS. Sekarang, harganya cuma 26.000 dollar AS dan diperkirakan turun lagi. Ini keanjlokan harga terburuk dari semua jenis mobil listrik di dunia.
Selain itu, juga muncul pertanyaan: siapa yang akan memborong Tesla? Selama ini, para pemilik Tesla adalah orang-orang yang peduli lingkungan. Mereka mayoritas adalah orang-orang liberal, bukan pendukung Trump.
Hal ini bisa dilihat dari data Departemen Energi AS 2024 yang dikutip oleh media otomotif Split Volt. Mereka mendata jumlah mobil listrik per 100.000 penduduk di 50 negara bagian AS. Sepuluh besarnya ialah California, Hawaii, Washington, Oregon, Colorado, Arizona, Nevada, Vermont, Utah, dan Washington DC.
Kecuali Arizona dan Utah, semua negara bagian itu secara sejarah adalah ”biru”. Artinya, mereka kandang pendukung Partai Demokrat. Memang, pada pemilu 2024, Nevada berubah mendukung Trump karena alasan perbaikan ekonomi.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/13/1a11606e-434f-4857-9a17-9a127aa2e197_jpg.jpg)
Negara bagian ”merah” alias pro Partai Republik umumnya tidak menyukai kendaraan listrik. Mereka memilih mobil reguler karena bodinya besar, gagah, dan bisa dibawa mengebut.
Bahkan, pada 2024, Trump mengejek petahana Presiden Joe Biden yang ingin memensiunkan mobil berbahan bakar fosil dan menggantinya dengan mobil listrik. Terlapor di Politico edisi 14 Februari 2024, Trump dan Partai Republik mengolok-olok mobil listrik tidak berguna karena tidak bisa berjalan jauh dan rentan rusak jika terkena cuaca ekstrem.
Pada saat yang sama dengan Trump menjajakan Tesla, Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) mengumumkan mencabut 31 larangan perambahan lingkungan. Aturan-aturan yang dibatalkan ialah mengenai larangan pencemaran akibat pembangkit listrik bertenaga uap, mitigasi krisis iklim, dan peralihan ke kendaraan listrik.
”Kebangkitan AS adalah dominasi energi. Kita cabut semua aturan yang menghalangi industri manufaktur,” kata Direktur EPA Lee Zeldin di kolom opini Wall Street Journal. Ia menjanjikan aturan baru mengenai inovasi. Intinya, PLTU dan kendaraan reguler harus bertransformasi untuk mengurangi polusi.
Para ilmuwan mengkritik perbuatan pemerintah benar-benar menyangkal berbagai kerugian akibat krisis iklim. Jason Rylander, Direktur Pusat Hukum Iklim dan Keberagaman Biologis, menganggap pernyataan Zeldin langkah mundur.
”AS baru mengalami kebakaran lahan hebat, sekarang kita didera badai salju. Semua terbukti karena kerusakan alam dan pemerintah masih mengutamakan keuntungan materiil,” ujarnya. (AP/REUTERS)
Penulis:
Laraswati Ariadne AnwarEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Nur Adji