Ethan Nwaneri bukan lagi remaja akademi yang akan dibanjiri pujian berkat satu penampilan hebat. Standarnya akan lebih tinggi di musim depan setelah kontrak baru.
09 Agt 2025 06:51 WIB · Olahraga
LONDON, JUMAT — Perpanjangan kontrak selama lima tahun memperlihatkan kepercayaan besar Arsenal terhadap gelandang 18 tahun Ethan Nwaneri. Kepercayaan itu disertai tantangan besar untuk sang remaja yang akan menantang posisi milik Martin Odegaard di musim baru.
Nwaneri telah menandatangani perpanjangan kontrak jangka panjang sampai musim panas 2030 pada Jumat (8/8/2025) malam WIB. Dia mengikuti jejak rekannya sekaligus lulusan akademi Arsenal lain, Myles Lewis-Skelly, yang sudah meneken kontrak baru pada akhir Juni lalu.
”Ini sangat berarti bagi saya, sangat senang semua sudah selesai. Di tempat inilah saya merasa seperti di rumah dan akan mengembangkan kemampuan terbaik. Saya sudah siap. Ini akan menjadi musim pertama saya sebenarnya, menjadi bagian skuad utama dan ruang ganti,” kata Nwaneri.
Pemain tim nasional Inggris U-21 itu genap berusia 18 tahun pada 21 Maret lalu. Artinya, dia baru sempat berbagi ruang ganti dengan para pemain senior Arsenal selama dua bulan terakhir musim lalu. Aturan Liga Inggris mewajibkan pemain di bawah 18 tahun untuk bersiap di ruang terpisah.
Bagi Nwaneri, perbedaan pada musim depan bukan hanya dari situasi ruang ganti. Dia juga akan mendapatkan peran lebih besar sekaligus jelas. Musim lalu, sang pemain memang tampil sebanyak 37 kali di semua kompetisi. Namun, itu karena pengaruh cedera panjang Odegaard dan Bukayo Saka.
Nwaneri tidak memiliki posisi yang jelas. Dia bermain sebagai gelandang serang saat Odegaard cedera dan berganti menjadi penjadi pemain sayap kanan ketika Saka absen. Adapun setelah Odegaard dan Saka bisa bermain bersamaan, Nwaneri hanya tampil 116 menit dalam enam laga terakhir.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/24/96ab6ae3ff31dd2934ad992c95240cf8-AFP_36N76XT.jpg)
Saya harus beradaptasi dengan tuntutan di Liga Inggris. Jadi, saya berpikir harus berubah dari sisi fisik. Selain itu, mentalitas juga tidak kalah penting, terutama dalam berdamai dengan cedera.
Rencana untuk Nwaneri tecermin dalam tur pramusim. Manajer Arsenal Mikel Arteta selalu memainkannya di posisi gelandang serang, bergantian dengan Odegaard. Pemain kidal itu bahkan dipercaya menjadi starter dalam tiga dari empat laga pramusim sejauh ini.
Menariknya, Nwaneri berhasil menjadi satu pemain dengan performa paling positif dalam rentetan laga persahabatan. Dia banyak menghasilkan peluang dengan aksi dribel individu dan tembakan jarak jauh. Tipenya berbeda dengan Odegaard yang lebih sabar saat mengorkestrasi serangan.
Arteta selalu mengutamakan permainan kolektif. Namun, dia terkadang butuh pemain seperti Nwaneri yang bisa memecah kebuntuan dengan aksi individu. ”Hal paling mengejutkan darinya adalah kepercayaan diri dan pengambilan keputusan. Dia berani mengambil risiko,” kata Arteta pada Februari 2025.
Nwaneri berhasil menyumbang sembilan gol di seluruh kompetisi pada musim lalu. Itu melampaui Odegaard (6 gol) yang mencatat jumlah menit bermain hampir tiga kali lipat lebih banyak. Adapun Nwaneri menghasilkan seluruh gol tersebut hanya dengan nilai peluang 1,9 xG (expected goals).
Untuk bermain di posisi yang lebih sentral, Nwaneri mengerjakan tugas dengan sangat baik selama jeda musim. Dia kembali dari liburan dengan tubuh yang terlihat jauh lebih kekar. Penambahan massa otot itu sangat penting untuk bersaing di lini tengah yang biasanya lebih banyak duel fisik.
”Saya harus beradaptasi dengan tuntutan di Liga Inggris. Jadi, saya berpikir harus berubah dari sisi fisik. Selain itu, mentalitas juga tidak kalah penting, terutama dalam berdamai dengan cedera. Saya merasa lebih baik,” kata debutan termuda dalam sejarah Liga Inggris tersebut (15 tahun 181 hari).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/11/11/aa5536ab-6015-46f0-8d7d-485103542e9d_jpg.jpg)
Tentu, sebagai pemain muda, Nwaneri masih jauh dari sempurna. Dia memperlihatkan beberapa titik lemah yang harus segera diperbaiki. Pengambilan keputusan menjadi sorotan utama. Nwaneri sering kali mendribel atau menembak saat pemain lain terbuka di sisi lain.
Nwaneri memang ditugaskan untuk lebih lugas saat mendapatkan bola. Namun, jika ingin menggantikan peran Odegaard sebagai pengatur serangan, dia harus memahami permainan dengan lebih baik. Pergerakannya akan mudah terbaca kalau hanya fokus mengandalkan aksi individu.
Pekerjaan rumah lain bagi Nwaneri adalah kontribusi bertahan. Penempatan posisi saat tanpa penguasaan bola sempat terekspos dalam laga pramusim versus Villarreal, Rabu lalu. Dia hanya menonton saat ada pergerakan pemain lawan di lini tengah. Momentum itu berujung gol untuk tim lawan.
Berbanding terbalik dengan Odegaard. Salah satu keistimewaan kapten Arsenal tersebut adalah ketika menekan pemain lawan setelah kehilangan bola. Odegaard tidak pernah berhenti berlari untuk menutup ruang kosong, terutama saat tim sedang menerapkan pertahanan blok tinggi. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan