Korban Tewas akibat Banjir Bandang dan Longsor di Sumbar Bertambah Jadi 25 Orang

Upaya evakuasi korban banjir bandang dan longsor di Sumbar menghadapi sejumlah kendala. Jumlah korban tewas bertambah menjadi 25 orang.

28 Nov 2025 17:23 WIB · Lingkungan

KOMPAS/YOLA SASTRA

Oleh Yola Sastra

PADANG, KOMPAS — Jumlah korban tewas dalam bencana banjir bandang dan longsor di sejumlah daerah di Sumatera Barat bertambah menjadi 25 orang. Cuaca buruk, akses jalan putus, dan ketiadaan listrik serta sinyal komunikasi menjadi kendala tim SAR gabungan melakukan evakuasi di lapangan.

”Hingga kini, posko mencatat ada 25 korban meninggal dan 11 korban hilang dalam bencana banjir bandang dan longsor di Sumbar,” kata Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Ilham Wahab, Jumat (28/11/2025).

Ilham menjelaskan, rincian 25 korban meninggal itu adalah 13 orang di Kabupaten Agam, 5 orang di Kota Padang, 6 orang di Kota Padang Panjang, dan 1 orang di Pasaman Barat. Sementara 11 korban hilang terdiri atas 10 orang di Agam dan 1 orang di Pasaman Barat.

Kondisi mobil di blok A perumahan Luminpark Cluster usai dihantam banjir bandang dari Sungai Lubuk Minturun di Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). Sedikitnya lima orang meninggal akibat banjir bandang di Kecamatan Koto Tangah.

Cuaca ekstrem yang melanda Sumbar sejak 21 November telah menyebabkan berbagai bencana hidrometeorologi basah, dari banjir, banjir bandang, longsor, hingga angin kencang di 14 kabupaten/kota di Sumbar.

”Kejadian kali ini memang luar biasa. Ada wilayah yang kena banjir, kemudian selesai dibersihkan, kena lagi dan titiknya juga bertambah di sejumlah kecamatan,” kata Ilham.

Pada 26-27 November, cuaca ekstrem memicu banjir bandang dan tanah longsor di Sumbar. Di Agam, banjir bandang dan longsor melanda Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak dan Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya, masing-masing pada 26 dan 27 November. Di Pasaman Barat, longsor melanda Nagari Batahan Tengah, Kecamatan Ranah Batahan, 26 November.

Sementara itu, di Padang, banjir bandang melanda kawasan permukiman di sempadan Sungai Lubuk Minturun di Kecamatan Koto Tangah, 27 November. Di Padang Panjang, banjir bandang melanda kawasan sekitar Lembah Anai di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, 27 November.

Kondisi salah satu rumah warga yang rusak dihantam banjir bandang dari Sungai Lubuk Minturun di Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025).
Kondisi setelah banjir bandang di sekitar jembatan kembar jalan nasional Padang-Bukittinggi di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025).
Petugas berjibaku membersihkan material banjir bandang di sekitar jembatan kembar jalan nasional Padang-Bukittinggi di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). Sedikitnya enam orang tewas dalam bencana ini.

Secara terpisah, Kepala Kantor SAR Kelas A Padang Abdul Malik mengatakan, tim SAR gabungan masih berupaya melakukan evakuasi korban hilang di sejumlah titik bencana, termasuk di Kecamatan Malalak. Walakin, cuaca ekstrem, akses jalan terputus akibat banjir dan longsor, serta tidak ada sinyal akibat listrik padam jadi kendala.

”Banyak akses jalan menuju lokasi terdampak yang tertutup longsor atau terendam banjir. Jadi, kendaraan dan peralatan tidak bisa masuk. Ada pula di suatu lokasi bisa masuk, tetapi kemudian tidak bisa keluar karena akses jalan kemudian terputus,” kata Abdul Malik.

Quote

Kejadian kali ini memang luar biasa. Ada wilayah yang kena banjir, kemudian selesai dibersihkan, kena lagi dan titiknya juga bertambah di sejumlah kecamatan.

Terkait operasi SAR banjir bandang di Padang Panjang, Abdul Malik mengatakan, tim SAR dari Jambi sudah masuk ke lokasi karena tim dari Padang tidak bisa masuk jalan di Lembah Anai yang terputus. Selain itu, tim SAR juga didatangkan dari Sijunjung.

”Saat ini (tim SAR gabungan) masih melakukan evakuasi, tetapi data korban yang dicari belum pasti. Keluarga korban diharapkan datang ke posko setempat untuk memastikan data korban,” ujarnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yola Sastra
 | 

Editor:

Haris Firdaus
 | 

Penyelaras Bahasa:

Retma Wati