KPK Tangkap Wamenaker Immanuel Ebenezer, Gerindra: Prabowo Tak Akan Melindungi Pejabat Korupsi

Dasco enggan berspekulasi apakah penangkapan Ebenezer akan berimplikasi pada perombakan kabinet. Hal itu merupakan kewenangan pemerintah dan hak prerogatif Presiden.

21 Agt 2025 17:39 WIB · Politik & Hukum

Oleh Nikolaus Harbowo

JAKARTA, KOMPAS — Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menegaskan Presiden Prabowo Subianto tidak akan tebang pilih dalam penegakan hukum kasus korupsi. Ia memastikan, Presiden tidak akan melindungi pejabat negara yang terbukti melakukan perbuatan koruptif.

Pernyataan Dasco itu disampaikan merespons operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer. Menurut dia, KPK memang belum mengumumkan secara resmi status hukum yang bersangkutan.

”Namun, perlu ditegaskan di sini bahwa berkali-kali Presiden Prabowo menekankan bahwa Presiden tidak pandang bulu terhadap penegakan kasus-kasus korupsi,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (21/8/2025).

Sebelumnya, KPK menangkap Wamenaker Immanuel Ebenezer dalam OTT, Rabu (20/8/2025) malam. Penangkapan ini diduga berkaitan dengan dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Selain Ebenezer, KPK juga mengamankan 10 orang lainnya. Namun, KPK belum merinci siapa saja dan dari unsur mana kesepuluh orang tersebut berasal. Barang bukti yang disita tak hanya berupa uang, tetapi juga puluhan mobil dan sebuah sepeda motor mewah merek Ducati.

Quote

Presiden tidak akan melindungi bila ada memang terbukti pembantu-pembantunya melakukan hal-hal perbuatan yang tidak terpuji.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer berjalan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Presiden Prabowo Subianto, untuk pertama kalinya menyampaikan pidato kenegaraan serta Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 pada Sidang Tahunan MPR.



KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)

15-08-2025

Dasco menegaskan, Presiden Prabowo tidak akan memberi perlindungan kepada pejabat tinggi negara yang terjerat kasus korupsi. ”Karena itu, yang pasti Presiden tidak akan melindungi bila ada memang terbukti pembantu-pembantunya melakukan hal-hal perbuatan yang tidak terpuji,” ucapnya.

Saat ditanya soal kinerja Ebenezer, Dasco mengaku tidak mengetahui karena minim interaksi. Ia lebih sering berhubungan dengan Menteri Ketenagakerjaan.

”Kebetulan memang selama ini kita banyak bersentuhan dengan Menteri Ketenagakerjaan. Memang yang berhubungan dengan lembaga itu adalah menterinya,” tutur Dasco.

Sufmi Dasco AhmadWakil Ketua DPR 2019-2024Kompas/Heru Sri Kumoro08-10-2019

Ia juga menyebut bakal mengecek terlebih dahulu status kepartaian Ebenezer di Gerindra. ”Saya akan cek lagi, saya belum tahu,” ucapnya.

Untuk diketahui, pada Pemilu Legislatif 2024, Ebenezer mencalonkan diri sebagai anggota DPR dari Partai Gerindra untuk daerah pemilihan Kalimantan Utara (meliputi Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung, dan Kota Tarakan). Namun, ia gagal meraih kursi meskipun mendapatkan 29.786 suara.

Sebelumnya, ia sempat dikaitkan dengan kemungkinan pencalonan diri dalam Pemilihan Gubernur Kalimantan Utara tahun 2024. Namun, partai belum memberikan rekomendasi dan belum ada keputusan resmi mengenai pencalonannya.

Dasco pun enggan berspekulasi apakah penangkapan Ebenezer akan berimplikasi pada perombakan kabinet (reshuffle). Menurut dia, hal itu merupakan kewenangan pemerintah dan hak prerogatif Presiden. ”Kalau (soal reshuffle) ini, lebih baik ditanya kepada Mensesneg mungkin lebih tepat. Demikian,” katanya.

Gol bunuh diri

Sementara itu, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasir Djamil, mengibaratkan OTT terhadap Ebenezer sebagai gol bunuh diri. Ia mengaku prihatin, apalagi kasus itu terjadi di tengah komitmen Presiden Prabowo dalam pemberantasan korupsi.

”Presiden, kan, sangat, sangat gencar untuk soal ini. Dan tentu seperti memasukkan bola ke gawang sendiri. Jadi apa yang dialami oleh Wamenaker itu seperti memasukkan bola ke gawang sendiri, atau gol bunuh diri,” kata Nasir.

Nasir Djamil

Meski demikian, Nasir menangkap pesan dari penangkapan Ebenezer. Ia menilai, penangkapan itu menunjukkan Presiden tidak mencampuri urusan penegakan hukum, sekaligus menegaskan KPK bekerja independen.

”Kita mendapatkan pesan bahwa presiden tidak mencampuri urusan-urusan seperti ini. Kedua, kita juga mendapatkan pesan bahwa KPK bekerja secara independen, tidak diintervensi oleh kekuasaan,” ujar Nasir.

Nasir pun memuji sikap Presiden yang tidak melakukan cawe-cawe untuk mencegah upaya hukum dari KPK. ”Karena itu, kita salut kepada Presiden Prabowo, karena tentu saja dia tidak berusaha untuk melakukan upaya-upaya dengan kewenangan yang dia miliki untuk mencegah terjadinya peristiwa itu. Ya, jadi sangat mengejutkan sebenarnya,” kata Nasir.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nikolaus Harbowo
 | 

Editor:

Cyprianus Anto Saptowalyono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar