Feyenoord berpeluang menambah panjang tren hasil negatif Manchester City. Demi menang, City sangat butuh daya magis Kevin De Bruyne yang sudah pulih cedera.
25 Nov 2024 17:23 WIB · Olahraga
MANCHESTER, SENIN — Meskipun setiap lawan masih mengagumi Manchester City sebagai salah satu tim terbaik di dunia saat ini, kekalahan beruntun ”The Citizens” menumbuhkan kepercayaan diri sang lawan, termasuk Feyenoord. Kondisi mental ”The Citizens” yang tidak ideal bisa menguntungkan tamunya dari Belanda.
Duel kelima babak awal Liga Champions Eropa musim 2024-2025 antara City melawan Feyenoord akan tersaji di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, Rabu (27/11/2024) pukul 03.00 WIB. Setelah menderita lima kekalahan berturut-turut, termasuk tumbang 0-4 dari Tottenham Hotspur di kandang, Minggu (24/11/2024) WIB, City tidak lagi terlalu menakutkan.
Spurs, Bournemouth, Sporting Lisbon, dan Brighton & Hove Albion, sudah menunjukkan City di musim ini bukan lagi tim bak ”monster” yang tanpa cela seperti beberapa tahun terakhir. City memang masih terus tampil superior dalam penguasaan bola dengan catatan di atas 55 persen, tetapi mereka sangat ringkih dalam meredam transisi positif lawan.
Selain itu, Erling Haaland dan kawan-kawan juga amat rapuh dalam mempertahankan fokus bermain. Hal itu membuat mereka gagal menjaga keunggulan, bahkan kehilangan poin, dari Sporting dan Brighton. Intinya, empat tim itu sudah membuktikan City sedang tidak baik-baik saja.
Namun, Pelatih Feyenoord Brian Priske mengatakan, timnya tidak terpengaruh dengan lima kekalahan berturut-turut City. Menurut Priske, City tetap tim papan atas, meskipun tengah menjalani periode terpuruk.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/09/9efe2119-f741-4bb3-885b-6115942cf94a_jpg.jpg)
”Kami harus mengulangi permainan sempurna ketika mengalahkan Benfica (pada laga ketiga). Jika bisa menghadapi City dengan performa itu, kami punya peluang meraih poin,” ujar Priske kepada ESPN Belanda, Senin (25/11/2024).
Feyenoord memiliki bekal baik menuju Etihad. Mereka meraih dua kemenangan di Liga Champions yang dihasilkan di luar kandang. Sebelum mengalahkan Benfica, raksasa Liga Portugal, 3-1, Feyenoord juga menumbangkan debutan Liga Champions, Girona, 3-2, di Spanyol.
Tak ayal, Feyenoord memiliki enam poin yang setara dengan para pemilik gelar Liga Champions, misalnya Real Madrid, Bayern Muenchen, AC Milan, dan Benfica. Apabila mampu konsisten membawa pulang poin dari kandang City, peluang Feyenoord minimal lolos ke babak playoff babak 16 besar terbuka lebar.
Saya berusaha membantu setiap pemain karena saya pernah merasakan situasi terpuruk ini ketika masih aktif bermain. (Pep Guardiola)
”Sebagai sebuah tim, kami harus berada dalam kondisi terbaik dan secara individu semua orang harus mencapai performa puncak,” ungkap Priske, yang merupakan pelatih Feyenoord pertama asal Denmark, tentang hal yang harus dilakukan timnya untuk mengejutkan City.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/25/854893cd-d898-43cc-9670-195cf04adcb7_png.png)
Selain tengah dalam tren positif dengan dua kemenangan beruntun di Liga Belanda, Feyenoord bakal mendapatkan suntikan kekuatan seiring pulihnya penyerang tengah, Santiago Gimenez.
Sebelum absen sejak September lalu akibat cedera paha, pemain tim nasional Meksiko itu sudah mencetak empat gol dan dua asis untuk Feyenoord. Produktivitas itu membuat Gimenez menjadi pemain Feyenoord dengan rasio gol terbaik.
Ia menghasilkan kontribusi gol setiap 83 menit. Gelandang serang Antoni Milambo adalah satu-satunya pemain Feyenoord yang melebihi catatan gol Gimenez dengan enam gol.
Sementara Manajer City Pep Guardiola tidak memiliki sekecil pun keraguan bahwa anak asuhannya bisa keluar dari krisis terburuk dalam delapan tahun rezimnya di Etihad. Guardiola mengakui rentetan hasil buruk itu menyebabkan para pemainnya mengalami kendala mental.
Kondisi itu terlihat pada laga melawan Sporting dan Spurs. Pemain City seakan tersambar petir ketika dua tim itu bisa mencetak gol, walaupun terus-menerus mereka tekan. Kondisi itu membuat The Citizens gagal memberikan respons sehingga kebobolan lebih banyak gol.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/06/8c544b04-35c3-42ee-9746-abc7703930f6_jpg.jpg)
”Saya memiliki skuad yang luar biasa, tetapi kami belum siap berada dalam posisi saat ini. Kami mengalami sedikit masalah dalam periode ini. Tetapi, saya lebih percaya kepada para pemain untuk keluar dari situasi sulit,” ujar Guardiola dilansir laman resmi City.
Di Liga Champions musim ini, City belum pernah mengalahkan tim dengan kualitas setara dengan mereka. Inter Milan menahan City tanpa gol di Etihad. Lalu, Sporting asuhan Ruben Amorim (kini Manajer MU) mengalahkan City, 4-1.
Adapun enam poin diraih The Citizens dari dua tim semenjana. Mereka menaklukkan Slovan Bratislaba 4-0 serta membenamkan Sparta Praha, mantan tim asuhan Priske, 5-0.
Guardiola menuturkan dirinya tidak membahas perihal taktik kepada para pemainnya setelah menderita lima kekalahan beruntun. Ia lebih fokus melakukan pendekatan individu kepada setiap pemainnya demi menyalakan kembali semangat membara untuk kembali ke jalur kemenangan.
”Mereka ingin menang dan mereka amat putus asa ketika gagal mendapatkan itu. Saya merasakan ambisi itu dalam sesi latihan, pemanasan, dan setelah pertandingan,” kata Guardiola.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/06/b36ab7bb-9caf-427d-9436-33cf7fe195d1_jpg.jpg)
”Mereka selalu ingin melakukan segalanya dengan baik, tetapi terkadang Anda harus menerima situasi buruk dan tidak sesuai harapan terjadi. Saya berusaha membantu setiap pemain karena saya pernah merasakan situasi terpuruk ini ketika masih aktif bermain,” ujar manajer yang telah persembahkan 18 trofi untuk City itu, kemudian.
Laga melawan Feyenoord berpeluang menjadi momen kembalinya Kevin De Bruyne ke dalam susunan pemain inti City. Setelah menderita cedera hamstring sejak September, De Bruyne hanya bermain selama 38 menit dalam tiga gim terakhir City.
Kehadiran De Bruyne amat krusial untuk menghadirkan peluang dari lapangan tengah. Gaya menyerang City yang terpaku dari kedua sisi sayap dengan mengandalkan Phil Foden, Savinho, dan Jack Grealish sudah mudah diantisipasi lawan-lawan.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase