Gerald Vanenburg mengejar penebusan gagal juara Piala AFF U-23 lalu pada kualifikasi Piala Asia U-23 2026. Tantangan ”Garuda Muda” adalah menjaga permainan ofensif.
02 Sep 2025 14:46 WIB · Olahraga
Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 merupakan ujian sesungguhnya bagi Pelatih Tim U-23 Indonesia Gerald Vanenburg. PSSI menargetkan Vanenburg mampu mengulang capaian edisi 2024 dengan lolos ke babak utama Piala Asia U-23 di Arab Saudi, Januari tahun depan.
Dua tahun silam, Indonesia menggoreskan catatan bersejarah dengan menembus hingga babak semifinal Piala Asia U-23 dengan status debutan. Australia dan Korea Selatan adalah tim-tim raksasa Asia yang merasakan ketangguhan tim asuhan Shin Tae-yong.
Piala Asia U-23 2026 memang tidak menyediakan tiket lolos ke Olimpiade, tetapi hal itu tidak mengurangi sedikit pun ambisi tim ”Garuda Muda”. Indonesia bertekad mengulang capaian menjadi empat tim terbaik di turnamen kelompok umur tertinggi di Asia.
Demi menuju Saudi, Indonesia harus terlebih dahulu memenangi persaingan di Grup J pada babak kualifikasi. Korea Selatan, Laos, dan Makau akan menantang Rafael Struick dan kawan-kawan di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur.
Perjalanan ”Garuda Muda” akan dimulai dengan menantang sesama tim Asia Tenggara, Laos, Rabu (3/9/2025). Kemudian, Makau (6 September) dan Korsel (9 September) akan menentukan nasib Indonesia yang berambisi menembus babak utama Piala Asia U-23.
Jika melihat peta kekuatan merujuk pembagian grup babak kualifikasi, lawan terberat Indonesia tentu Korsel. Juara edisi 2020 itu menduduki peringkat keempat dalam poin akumulasi berdasarkan performa pada tiga edisi Piala Asia U-23 terakhir. Adapun Indonesia berada di peringkat ke-12.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/15/27702826b4d07f6f4e4507ab2032ae98-YGA_2552.jpg)
Lalu, Laos berada di posisi ke-29, sementara Makau di peringkat ke-39, dari 44 negara yang berpartisipasi di kualifikasi Piala Asia U-23 2026.
Demi lolos ke babak utama, Indonesia tidak boleh hanya berfokus pada laga penentu dan pamungkas kontra Korsel. Indonesia sudah harus tancap gas ketika melawan Laos dan Makau.
Mencetak kemenangan besar atas Laos dan Makau akan sangat bermanfaat bagi ambisi ”Garuda Muda” menuju babak utama. Selain tim-tim juara dari 11 grup kualifikasi, empat tim peringkat kedua terbaik akan menuju Saudi.
Kami akan berusaha untuk membantu pemain memberikan segalanya. Turnamen ini harus lebih baik dari ajang sebelumnya. - Gerald Vanenburg -
Seandainya gagal mengalahkan Korsel pada laga terakhir, tabungan kemenangan dan gol besar bakal menentukan nasib Indonesia menuju babak utama. Perhitungan untuk peringkat kedua terbaik ditentukan melalui poin, lalu disusul selisih gol dan gol yang dicetak.
Tak heran, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir mengingatkan anak-anak asuhan Vanenburg untuk bermain sungguh-sungguh sejak laga pertama. Kata Erick, Indonesia tidak boleh hanya fokus untuk menghadapi Korsel.
”Tim harus serius dan tidak boleh memandang remeh lawan ketika menghadapi Laos dan Makau. Segalanya bisa terjadi di sepak bola,” ujar Erick di Jakarta, pekan lalu.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/26/9ddd934319ace0a8dcfc3af3fe614bba-YGA_2936_1.jpg)
Vanenburg telah menentukan 23 pemain di babak kualifikasi. Hanya bek Dion Markx yang berstatus pemain di luar klub BRI Liga Super Indonesia 2025-2026. Dion tepatnya membela TOP Oss di Divisi Dua Liga Belanda.
Pilar utama Indonesia pada Kejuaraan ASEAN U-23 2025 lalu masih menjadi andalan Vanenburg. Sebanyak enam pemain tercatat belum memiliki cap (penampilan) di tim U-23 Indonesia. Mereka adalah Daffa Fasya (kiper/Borneo Samarinda), Dion (bek tengah/TOP Oss), Mikael Tata (bek sayap/Persebaya Surabaya), Zanadin Fariz (gelandang/Persis Solo), Salim Tuharea (penyerang sayap/Arema), dan Ricky Pratama (penyerang sayap/PSM Makassar).
Selain itu, Vanenburg juga membekali skuadnya dengan lima pemain yang mencatatkan menit bermain di Piala Asia U-23 2024 di Qatar. Muhammad Ferrari bakal menjadi pilihan utama di posisi bek tengah. Selanjutnya, Dony Tri Pamungkas, Arkhan Fikri, dan M Rayhan Hannan adalah opsi di lini tengah.
Dua penyerang juga sudah berpengalaman tampil di ajang Piala Asia U-23, yakni Hokky Caraka dan Rafael Struick. Khusus Struick, ia memiliki memori indah ketika menghadapi Korsel. Ia mencetak brace atau dua gol yang membantu Indonesia menyingkirkan Korsel di babak perempat final Piala Asia U-23 2024.
Vanenburg memastikan kualifikasi Piala Asia U-23 2026 adalah ajang penebusan bagi skuadnya setelah gagal juara di Piala AFF U-23 2025 lalu. Indonesia tumbang 0-1 dari Vietnam pada final Piala AFF U-23, Juli lalu.
”Kami akan berusaha membantu pemain memberikan segalanya. Turnamen ini harus lebih baik dari ajang sebelumnya,” ucap Vanenburg yang merupakan anggota skuad utama tim nasional Belanda ketika menjadi juara Piala Eropa 1988.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/21/aee062a55c7faa26e4734abb4cfa447b-cropped_image.jpg)
Gaya menyerang khas sepak bola Belanda tentu patut dinanti oleh publik sepak bola nasional. Vanenburg telah menghadirkan cetak biru permainan menyerang untuk ”Garuda Muda” pada Kejuaraan ASEAN U-23 2025.
Indonesia mencatatkan rerata 69 persen penguasaan bola pada lima pertandingan di kancah kawasan Asia Tenggara itu. Bahkan, kontra Vietnam dan Thailand yang kerap menjadi momok Indonesia, Vanenburg membantu timnya bermain menyerang dan mendominasi penguasaan bola.
Superioritas penguasaan bola itu tentu bakal terlihat kontra Laos dan Makau. Tantangan dari gaya menyerang khas Vanenburg itu bakal hadir ketika Indonesia berjumpa Korsel. Tujuan utama Indonesia adalah lolos ke Piala Asia U-23. Maka, permainan menyerang harus dibarengi efektivitas memanfaatkan peluang.
Pelatih Tim U-23 Korsel Lee Min-sung menyiratkan hasil akhir lebih diutamakan timnya saat tampil di Sidoarjo. Ia akan mempersiapkan timnya untuk mengejar kemenangan di setiap pertandingan.
”Kami akan berusaha untuk bermain demi meraih hasil positif,” ucap Lee seperti dikutip media Korsel, Nate Sports.
Selamat berjuang, Garuda Muda!
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji