Kuartet Timnas Indonesia Memukau di Liga Top Eropa, Modal Penting Menantang Arab Saudi dan Irak

Pelatih Indonesia Patrick Kluivert patut tersenyum dengan kiprah kuartet pemain bertahan di tiga liga terbaik Eropa. Mereka, antara lain, Jay Idzes dan Emil Audero.

22 Sep 2025 10:24 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Sekitar dua pekan jelang putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026, empat pilar utama tim nasional Indonesia kian menegaskan kualitas mereka di dua liga top Eropa. Jay Idzes dan Emil Audero menampilkan kemampuan apik untuk lini pertahanan tim masing-masing di Liga Italia, sedangkan Calvin Verdonk memulai debut di Liga Perancis. Sementara, Kevin Diks tak tergantikan di Liga Jerman.

Jay menjalani pertandingan ketiga beruntun sebagai pemain utama dan tampil penuh bersama Sassuolo. Namun, catatan apik itu berbuah kekalahan 1-2 dari Inter Milan di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Senin (22/9/2025) dini hari WIB.

Sassuolo gagal mempertahankan capaian kemenangan pada pekan lalu setelah menumbangkan Lazio 1-0. Gol dari Federico Dimarco (menit ke-14) dan bunuh diri tandem Jay, Tarik Muharemovic (menit ke-81), hanya bisa dibalas penyerang pengganti, Walid Cheddira, pada menit ke-84.

Permainan bek berusia 25 tahun itu cukup baik dengan catatan 89 persen operan akurat yang kian menegaskannya memiliki atribut bek tengah modern. Dalam peran bertahan, penampilan Jay tidak bisa disaingi rekan setimnya. Ia antara lain membuat sembilan sapuan, enam pemulihan bola, empat kemenangan duel, dan satu tekel pemain terakhir.

Dalam tiga penampilan bersama ”Si Hijau Hitam”, julukan Sassuolo, Jay mengoleksi rerata 93 persen umpan akurat per laga, 30 persen umpan jauh akurat per laga, 70 sentuhan per laga, 67 persen kemenangan tekel per laga, lima pemulihan bola per laga, dan dua kemenangan duel per laga.

Bek Sassuolo berpaspor Indonesia, Jay Idzes (kiri), berupaya menghadang pemain Inter Milan, Carlos Augusto, pada laga Liga Italia di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Minggu (21/92025) waktu setempat. Sassuolo kalah, 1-2.

Sebelum bergabung dengan timnas Indonesia di Arab Saudi, Jay masih akan mengawal pertahanan Sassuolo menghadapi Udinese dan Hellas Verona. Dua pertandingan itu membuka kesempatan bagi tim asuhan Fabio Grosso itu untuk mengumpulkan poin-poin tambahan.

Grosso menuturkan, Inter memberikan tantangan yang berat bagi timnya Setelah menjalani empat laga, Sassuolo bertahan di peringkat ke-14 dengan tiga poin.

”Kami berada di kompetisi yang sulit dengan banyak pemain baru. Semua pemain menunjukkan kami memiliki banyak ruang untuk meningkat. Laga berikutnya akan mempertemukan kami dengan tim yang setara. Jadi, itu harus kami maksimalkan untuk menegaskan kualitas kami untuk bersaing di liga,” tutur Grosso dilansir La Gazzetta dello Sport.

Rekan Jay di sisi defensif Indonesia, kiper Emil Audero, juga tidak ketinggalan menunjukkan penampilan konsisten bersama Cremonese. Untuk dua laga beruntun, Emil menjaga gawang ”Si Kuda Laut” nirbobol.

Setelah menghalau serangan Hellas Verona, pekan lalu, giliran Parma yang dibuat frustrasi dengan aksi-aksi Emil di bawah mistar. Tiga tembakan tepat sasaran Parma di Stadion Giovanni Zini, Cremona, Minggu (21/9/2025), mampu diantisipasi oleh kiper pinjaman dari Como itu.

Bek Sassuolo berpaspor Indonesia, Jay Idzes (kiri), menghalau bola saat melawan Inter Milan pada laga Liga Italia di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Minggu (21/92025) waktu setempat. Sassuolo kalah, 1-2.

Laman statistik, Fotmob, memberikan Emil rating terbaik pada laga Cremonese kontra Parma, yaitu 8. Dalam dua laga beruntun, Emil selalu mendapat nilai tertinggi. Kiper berumur 28 tahun itu adalah pemain Cremonese dengan nilai terbesar, 7,86.

”Pelatih selalu meminta kami untuk tampil menentukan. Sangat jelas untuk tim seperti Cremonese, daya juang adalah hal utama. Kami harus berusaha dengan spirit tepat, rasa lapar, dan hasrat untuk meraih hasil positif,” kata Emil dilansir laman Cremonese.

Bagi Emil, dua laga beruntun nirbobol adalah catatan terbaiknya di Liga Italia Serie A. Sudah tiga kali ia mencatatkan tren nirbobol itu.

Terakhir kali sebelumnya Emil menjaga gawangnya tak kemasukan pada dua laga berturut-turut adalah tercipta pada musim 2019-2020. Saat itu, yaitu tepatnya pada November 2019, gawang Sampdoria dibawa Emil tetap ”suci” menghadapi SPAL dan Atalanta.

Ia mengakui performa bersama timnas Indonesia membantunya tampil apik di liga. Pada dua laga ekshibisi September ini, ia juga tak kemasukan menghadapi Taiwan dan Lebanon. Tak ayal, Emil sudah menjalani empat laga beruntun tanpa kebobolan.

Kiper Cremonese, Emil Audero (kanan), berupaya menangkap bola saat melawan Parma pada laga Liga Italia di Stadion Giovanni Zini Stadium, Cremona, Italia, Minggu (21/9/2025) waktu setempat. Laga itu berakhir imbang, 0-0.

”Ketika tampil baik bersama timnas, saya membawa kemampuan itu untuk menjaga situasi yang positif dan secara mental hal itu mampu meluruhkan beban,” ujar pemain lulusan Akademi Juventus itu.

”Di bulan Oktober, fase sangat penting menanti kami. Kami bukan favorit, tetapi akan sangat menarik untuk mencoba lolos ke Piala Dunia yang bakal menjadi sejarah,” ujarnya kemudian.

Debut Calvin Verdonk

Di Perancis, Calvin Verdonk akhirnya mencatatkan laga debut bersama Lille. Ia masuk pada menit ke-18 untuk mengganti Romain Perraud yang cedera. Meskipun gagal menghindari Lille kalah 0-3 dari Lens di Stadion Bollaert-Delelis, Lens, Sabtu (20/9/2025), Fotmob mencatatkan nilai hijau untuk aksi Calvin.

Eks pemain NEC Nijmegen itu diberi nilai 7,2. Bahkan, angka itu adalah nilai tertinggi bagi pemain Lille yang bermain pada laga pekan kelima Liga Perancis 2025-2026 itu.

Calvin menghasilkan 79 persen umpan akurat, sembilan pemulihan penguasaan bola, enam kemenangan duel, satu mengeblok tembakan lawan, dan satu kreasi peluang.

”Pesepak bola pertama asal Indonesia di kasta tertinggi Ligue 1,” tulis takarir unggahan setelah laga di akun Instagram Lille untuk menyambut debut Calvin yang akrab disapa Loopy.

Pemain Borussia Moenchengladbach, berpaspor Indonesia, Kevin Diks (kedua kanan), berupaya menghalau bola saat melawan Bayer Leverkusen pada laga Liga Jerman di Stadion BayArena, Leverkusen, Jerman, Minggu (21/9/2025) waktu setempat.

Adapun Kevin Diks semakin membuktikan peran tak tergantikan untuk Borussia Moenchengladbach di awal musim ini. Serupa Jay, Kevin selalu bermain inti dan tampil penuh dalam tiga laga Liga Jerman terkini.

Kevin membantu Moenchengladbach menahan gempuran tim tuan rumah, Bayer Leverkusen, di Stadion BayArena, Senin WIB. Bermain sebagai bek tengah dalam formasi tiga bek tengah, Kevin juga aktif membantu serangan dengan koleksi tiga operan ke sepertiga akhir pertahanan Leverkusen.

Walaupun sudah mendapat kepercayaan dari Pelatih Moenchengladbach Eugen Polanski, Kevin masih memiliki tekad untuk membantu timnya meraih kemenangan perdana di musim ini. Setelah menjalani empat laga, Moenchengladbach masih nirmenang dan baru meraup dua poin. Mereka tertahan di zona degradasi atau peringkat ke-17 dari 18 tim Bundesliga Jerman.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan