Kudus dan Gibbs-White, Bukti Ambisi Tottenham dalam 24 Jam

Profil pemain seperti Mohammed Kudus dan Morgan Gibbs-White tidak dimiliki Tottenham Hotspur. Mereka bisa menjadi senjata ampuh di dalam tim asuhan Thomas Frank.

11 Jul 2025 07:30 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

Tottenham Hotspur akhirnya mulai bergerak di jendela transfer musim panas. Setelah sepi rumor transfer selama sebulan terakhir, mereka dikabarkan akan segera kedatangan dua pemain sekaligus dengan nilai total lebih dari 100 juta poundsterling. Pembelian itu akan menjadi penanda era baru klub bersama Pelatih Thomas Frank.

”Si Lili Putih”, julukan Tottenham, membuat gebrakan hanya dalam 24 jam. Menurut The Athletic, mereka menebus klausul pelepasan gelandang serang Nottingham Forest, Morgan Gibbs-White, senilai 60 juta poundsterling (Rp 1,32 triliun) pada Kamis (10/7/2025) malam WIB. Sang pemain segera menjalani tes medis pada Jumat ini.

Kabar baik itu muncul sehari setelah kesepakatan antara Tottenham dan West Ham United untuk mendatangkan penyerang sayap tim nasional Ghana, Mohammed Kudus. Pemain yang bisa bermain di banyak posisi itu didatangkan dengan mahar sekitar 55 juta poundsterling (Rp 1,21 triliun).

Pembelian Tottenham sukses mencuri perhatian. Di tengah perebutan pemain, mereka mendapatkan dua bintang sekaligus yang sedang naik daun. Terlebih lagi, transfer tersebut sangat tepat sasaran. Profil seperti Kudus dan Gibbs-White tidak ada di skuad Tottenham saat ini. Kelebihan mereka dibutuhkan dalam sistem ala Frank.

Kudus, misalnya, yang bisa menyelesaikan masalah kekurangan sosok pembawa bola ulung di Tottenham. Berbicara nyali soal duel satu lawan satu dengan lawan, mungkin tidak ada yang lebih nekat dari Kudus. Menurut data FBref, dia tercatat sebagai pemain dengan percobaan terbanyak melewati lawan di Liga Inggris musim lalu (208 kali).

West Ham's Mohammed Kudus, right, fights for the ball with TSC's Aleksandar Cirkovic, during the UEFA Europa League group A soccer match between West Ham United and FK TSC Backa Topola at London stadium in London, Thursday, Sept. 21, 2023. (AP Photo/Kin Cheung)

Sebanyak 92 kali percobaan dari Kudus berujung sukses. Hanya pemain sayap Manchester City, Jeremy Doku, yang mencatatkan jumlah percobaan sukses lebih banyak (107 kali). Sebagai pembanding, pemain Tottenham dengan catatan terbanyak di aspek tersebut adalah Dejan Kulusevski (38 kali).

Kemampuan dribel Kudus terbilang memukau. Pemain kidal itu tidak hanya lincah dan cepat, tetapi juga memiliki kekuatan tubuh bagian bawah yang prima. ”(Dribel) adalah kelebihan utama saya. Saya suka mengambil risiko untuk mengubah hal dari yang semula tidak ada jadi sesuatu peluang,” katanya (The Athletic, 9 Juli 2024).

Istimewanya, pemain 24 tahun tersebut akan memberikan fleksibilitas untuk Tottenham. Kudus bisa bermain di tiga posisi lini depan, bahkan gelandang serang. Dia memainkan seluruh posisi itu di West Ham pada musim lalu dengan peran terbanyak sebagai sayap kiri (sembilan kali).

Insting Gibbs-White

Gibbs-White tidak kalah memukau. Penampilan pemain 25 tahun itu terus menanjak dalam setahun terakhir sehingga dilirik oleh tim nasional Inggris. Tidak seperti Kudus yang versatile, dia lebih nyaman bermain sebagai gelandang serang atau berada di belakang striker. Meskipun demikian, pengaruhnya sangat nyata di lini serang.

Keistimewaan Gibbs-White berhubungan dengan produk akhir. Dia menyumbang 7 gol dan 8 asis untuk Forest di Liga Inggris pada musim lalu. Kontribusi gol dan asis itu masuk dalam daftar delapan besar terbanyak di posisi gelandang. Dia seperti bisa mencium peluang dalam penguasaan bola, terutama saat situasi transisi.

Penyerang Nottingham Forest Morgan Gibbs-White (tengah) berusaha melewati kepungan para pemain Tottenham Hotspurs Morgan Gibbs-White dalam pekan keempat Liga Inggris di Stadion City Ground, Nottingham, Inggris, Senin (29/8/2022) dini hari WIB. Statistik menunjukkan tuan rumah unggul dalam penguasaan bola yang mencapai 55 persen.

Gibbs-White juga piawai dalam mendribel bola. Bedanya, dia lebih mampu mengubah dribel jadi peluang. Lima asis darinya dihasilkan lewat aksi dribel. Hanya tiga pemain di Liga Inggris yang mampu melebihi Gibbs-White dalam catatan tersebut. Dia tidak fokus melewati lawan, tetapi lebih ke menghasilkan peluang.

Kehadiran Kudus dan Gibbs-White pun akan mendukung visi bermain ofensif dari sang pelatih baru, yaitu Frank. Visi itu disampaikan Frank dalam wawancara pertama sebagai pelatih Tottenham.

”Saya selalu suka dengan ucapan ini: jika Anda tidak mengambil risiko, itu akan menjadi risiko tersendiri,” katanya.

”Jadi, saya pikir penting untuk berani mengambil risiko. Jika Anda tidak bertaruh dengan risiko kehilangan bola, Anda tidak akan menciptakan apa pun. Kami harus berani dan saling percaya. Saya akan melakukan yang terbaik untuk menanamkan hal tersebut. Tanpa itu, kami tidak akan mencapai sesuatu yang besar,” lanjut Frank.

Sebelum ke Tottenham, Frank memang hanya melatih Brentfod yang berstatus tim medioker. Namun, Brentford dikenal sebagai salah satu tim paling agresif dalam menyerang. Terbukti, mereka menjadi tim kelima paling produktif di liga musim lalu dengan catatan 66 gol walaupun hanya finis di peringkat ke-10.

Reaksi pelatih Brentford Thomas Frank (kanan) saat bicara dengan pemain Brentford Christian Norgaard pada akhir laga saat melawan Manchester City di Stadion Etihad, Manchester, Rabu (21/2/2024) dini hari WIB. City menang 1-0 pada laga itu.

Bersama Kudus dan Gibbs-White, Frank akan memiliki lebih banyak opsi di lini depan Tottenham, termasuk dalam penentuan taktik dan formasi. Tottenham juga sekaligus melakukan peremajaan skuad. Mereka tidak perlu lagi hanya bergantung kepada penyerang andalan 32 tahun, Son Heung-min.

Masalahnya, lini serang bukan merupakan problem utama Tottenham pada musim lalu. Mereka terpuruk akibat performa buruk pertahanan yang kemasukan 65 gol atau terbanyak kelima.

Itu adalah penyebab ”Si Lili Putih” hanya berselisih satu peringkat dari zona degradasi. Problem tersebut belum disoroti di jendela transfer kali ini.

(AP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto