Laba Bersih Dua Bank BUMN Menyusut pada Semester I-2025

Laba bersih BRI dan BNI di semester I-2025 tumbuh negatif. setelah tahun lalu tumbuh melambat.

04 Agt 2025 17:20 WIB · Ekonomi & Bisnis

Oleh Agustinus Yoga Primantoro

JAKARTA, KOMPAS — Laba bersih BRI dan BNI di semester I-2025 tumbuh negatif alias menyusut nilainya. Ini terjadi setelah kedua bank mengalami perlambatan pertumbuhan laba bersih pada 2024.

Dua dari empat bank yang termasuk dalam Himbara telah melaporkan kinerja keuangannya pada semester I-2025, yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Keduanya membukukan laba bersih yang tumbuh negatif.

Pada semester I-2025, BNI mencatatkan laba bersih senilai Rp 10,1 triliun atau turun 5,6 persen secara tahunan. Di periode yang sama pada 2024, laba bersih mencapai Rp 10,69 triliun atau tumbuh 3,8 persen secara tahunan.

Kondisi serupa dialami oleh BRI yang membukukan laba bersih senilai Rp 26,27 triliun atau turun 11,5 persen secara tahunan. Di semester I-2024. labar bersih mencapai Rp 29,7 triliun atau tumbuh 0,9 persen secara tahunan.

Sementara itu, dua bank pelat merah lainnya, yakni PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, menunda penyampaian laporan keuangan posisi 30 Juli 2025. Keduanya saat ini tengah dalam audit keuangan, sehubungan dengan aksi korporasi yang akan ditempuh.

Infografik Kinerja Himbara Triwulan I-2025

Pengamat perbankan, Paul Sutaryono, Senin (4/8/2025), berpendapat, kinerja bank badan milik usaha negara (BUMN) dipengaruhi oleh disrupsi rantai pasok global akibat ketidakpastian dan konflik geopolitik. Kondisi tersebut membuat pemulihan sektor riil terhambat.

Perlambatan sektor riil itu didorong oleh daya beli masyarakat yang tidak kunjung menguat atau malah kian melemah. Meski Bank Indonesia (BI) sudah menurunkan suku bunga acuannya untuk mendorong penyaluran kredit, langkah tersebut masih belum cukup.

”Itu dari sisi penawaran (supply). Namun, bagaimana dari sisi permintaan (demand)? Permintaan kredit masih belum lancar. Hal itu tampak dari kredit yang sudah disetujui, tetapi belum dicairkan (undisbursed loan) yang makin meningkat,” katanya saat dihubungi dari Jakarta.

Quote

Bank perlu menggeber kredit ke sektor yang bukan hanya padat modal, melainkan juga padat kerja. Sebaliknya, bank perlu mengerem kredit ke sektor dengan NPL (kredit macet) tinggi.

Merujuk data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Mei 2025, nilai kredit menganggur (undisbursed loan) di Himbara mencapai Rp 470,39 triliun. Angka ini meningkat hingga 15,64 persen dibandingkan April 2024 yang mencapai Rp 406,75 triliun.

Sejalan dengan itu, penyaluran kredit oleh Himbara pada April 2025 mencapai Rp 3.694,36 triliun atau tumbuh 8,26 persen secara tahunan. Capaian ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan kredit rata-rata industri yang mencapai 8,43 persen secara tahunan.

Di sisi lain, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, yang kini turut mengelola Himbara, wajib memperkokoh bisnis perbankan Himbara dan bukan hanya sebagai penerima dividen. Namun, kini langkah tersebut masih belum tampak nyata.

CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Rosan Perkasa Roeslani (kedua dari kiri) berpose beserta jajaran Danantara (kiri ke kanan) Chief Investment Officer (CIO) Pandu Patria Sjahrir, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara Muliaman Hadad dan Chief Operating Officer (COO) Dony Oskaria di Gedung Graha CIMB Niaga, Jakarta, Senin (24/3/2025). Danantara Indonesia (Senin 24/3) resmi menunjuk sejumlah managing directors sebagai garda terdepan kepemimpinan badan, dewan komite, dan sejumlah tokoh internasional sebagai dewan penasihat. Setelah dipilih, para managing director langsung bergerak menyusun program kerja dan rencana eksekusi guna mencapai target dan tujuan Danantara Indonesia. Dengan struktur kepemimpinan dan organisasi yang diisi dengan sosok-sosok profesional dengan rekam jejak global, Danantara Indonesia akan memainkan peran signifikan dalam memaksimalkan investasi dan mengakselerasi transformasi ekonomi. Menurut Roslan Roesani, tim yang telah terpilih tidak hanya memiliki pengalaman, profesionalisme, dan kompetensi tinggi, tetapi juga kesiapan untuk menghadapi tantangan dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. Menurut COO Danantara Dony Oskaria, proses penunjukkan ini dilakukan dengan prinsip tata kelola yang baik dan tanpa intervensi kepentingan tertentu. Pemilihan para eksekutif dilakukan secara objektif, sesuai dengan kualifikasi dan kebutuhan perusahaan. Pada 2025, investasi strategis akan dialokasikan ke sejumlah proyek strategis antara lain sektor prioritas yang meliputi hilirisasi industri, digitalisasi ekonomi, energi baru terbarukan (EBT), layanan kesehatan, serta ketahanan pangan yang meliputi pertanian, peternakan, dan perikanan. Bersamaan dengan pengumuman para pimpinan, Danantara Indonesia juga mengumumkan bahwa kepemilikan dan pengelolaan seluruh BUMN hari ini telah resmi pindah ke Danantara Indonesia, menggunakan mekanisme inbreng. Hal ini di

Menurut Paul, bank-bank Himbara tidak boleh kehilangan arah angin dalam menyalurkan kredit. Oleh sebab itu, perbankan BUMN perlu menggenjot sektor-sektor yang mampu menyerap tenaga kerja, seperti manufaktur, pertanian, dan listrik.

”Bank perlu menggeber kredit ke sektor yang bukan hanya padat modal, melainkan juga padat kerja. Sebaliknya, bank perlu mengerem kredit ke sektor dengan NPL (kredit macet) tinggi,” ujarnya.

Gejala perlambatan

Apabila berkaca dari kinerja sebelumnya, laba bersih Himbara secara konsolidasi pada 2024 mencapai Rp 142,92 triliun atau tumbuh 2,08 persen secara tahunan. Artinya, perolehan laba bersih tumbuh melambat dibandingkan dengan periode 2023 yang tumbuh 22,86 persen secara tahunan.

Gejala melambatnya pertumbuhan laba tersebut sudah tampak sejak Mei 2024, yang tumbuh sebesar 6,38 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini lebih lambat dibandingkan Mei 2023 yang tumbuh 11,92 persen secara tahunan.

infografik Kinerja Himbara Secara Konsolidasi 2024

Kepala Riset Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan berpendapat, dengan melihat kondisi terkini dan pengalaman sebelumnya, kinerja Himbara memang akan mengalami tekanan. Ini salah satunya tergantung seberapa besar pencadangan atau Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) yang dibentuk.

”Proyeksi kinerja Himbara pada 2025 sejalan dengan kondisi ekonomi yang juga sepertinya masih tertekan dengan daya beli. Di sisi lain, bank juga perlu tetap menjaga likuiditas yang baik,” katanya.

Adapun tekanan pada kinerja tersebut bergantung juga pada besaran CKPN yang dibentuk. Apalagi, dengan kondisi risiko kredit yang semakin tinggi, beban CKPN pun kian besar dan memperlambat pertumbuhan laba.

Trioksa menambahkan, proyeksi kinerja Himbara pada semester II-2025 turut dipengaruhi oleh seberapa besar langkah efisiensi operasional. Sekalipun efisiensi operasional dan penurunan CKPN bisa dilakukan, akan sulit bagi bank untuk memperbaiki seluruh kinerja keuangannya.

Warga melintasi baliho ajakan untuk mengunduh aplikasi digital BRI di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (6/2/2022). PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI membukukan laba bersih Rp 32,22 triliun pada 2021 atau tumbuh 75,53 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penyaluran kredit mikro tumbuh 12,98 persen secara tahunan dan menjadi penopang kinerja keuangan dan bisnis bank dengan aset terbesar di Indonesia tersebut. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 6-2-2022

Sebelumnya, Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyampaikan, perolehan laba BRI pada semester I-2025 sejatinya lebih tinggi ketimbang periode yang sama pada 2024. Pada semester I-2024, terdapat penurunan CKPN senilai Rp 4 triliun.

”Ada catatan kaki bahwa tahun lalu ada reverse CKPN Rp 4 triliun. Jadi, kalau misal Rp 29 triliun dikurangi Rp 4 triliun, kan Rp 25 triliun. Sekarang, ini kan (laba) kita Rp 26 lebih. Sebenarnya, tahun ini kita lebih besar,” katanya saat ditemui di Jakarta, Jumat (1/8/2025).

Selain itu, Hery turut menyoroti kenaikan Pendapatan Operasional Sebelum Pencadangan atau Pre-Provisioning Operating Profit (PPOP) BRI sebesar 2,2 persen secara tahunan menjadi Rp 58,3 triliun pada semester I-2025.

Quote

Kita baru tiga bulan. Nanti kalau sudah setahun dirapikan lagi. Memang penting di bank itu tidak bisa ’short term’, kita rapikan, ’repair’ bisnis prosesnya, ’underwritting’ prosesnya, ’risk management’-nya.

Hingga semester I-2025, rasio kredit macet atau non-performing loan (NPL) BRI tercatat 3,04 persen, turun tipis dibandingkan semester I-2024 yang mencapai 3,05 persen. Sebaliknya, NPL segmen mikro justru cenderung meningkat, dari 2,95 persen pada semester I-2024 menjadi 3,86 persen pada semester I-2025.

Secara keseluruhan, BRI tercatat menyalurkan kredit sebesar Rp 1.416,6 triliun atau tumbuh 6 persen secara tahunan. Dari total kredit yang telah disalurkan itu, segmen usaha mikro, kecil, dan menengah memiliki porsi 80,32 persen.

”Kita baru tiga bulan (sejak Hery didapuk menjadi direktur utama). Nanti kalau sudah setahun dirapikan lagi (akan tampak). Memang penting di bank itu tidak bisa short term, kita rapikan, repair bisnis prosesnya, underwritting prosesnya, risk management-nya,” ujar Hery.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar (keempat kanan) meluncurkan aplikasi wondr by BNI bersama Influencer Rafi Ahmad dan Enzy Storia, Sekretaris Jenderal PP PBSI Fadil Imran, Komisaris Utama BNI Pradjoto, Deputi Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN Tedi Bharata, Pebulu tangkis Jonatan Christie dan Anthony Ginting di Menara BNI, Jakarta, Jumat (5/7/2024). PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk merilis aplikasi banking wondr by BNI. Aplikasi ini menjadi solusi bagi masyarakat Indonesia untuk dapat melakukan pengelolaan keuangan dengan lebih terencana sesuai dengan kebutuhan finansial. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 05-07-2024

Sementara itu, Wakil Direktur Utama BNI Alexandra Askandar menyampaikan, perseroan telah memperkuat posisi fundamental di tengah stabilitas ekonomi makro dan transisi pemerintahan yang berjalan baik. Ini tampak dari kinerja perseroan yang tetap terjaga sepanjang semester I-2025.

Penguatan fundamental tersebut ditunjukkan dari momentum pertumbuhan dana murah (CASA) dan penguatan transformasi digital, sebagai strategi penguatan likuiditas dan pengelolaan kualitas aset. Langkah ini pun memperbesar kapasitas ekspansi kredit dan pertumbuhan bisnis perseroan.

”Kami melihat penguatan CASA dan kualitas aset sebagai pilar utama untuk memperkuat kapasitas ekspansi kredit pada semester kedua. Fokus kami tetap pada sektor produktif seperti pertanian, industri makanan dan minuman, telekomunikasi, infrastruktur, perumahan, hilirisasi energi, dan UMKM,” ujar Alexandra dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/7/2025).

Per semester I-2025, BNI menyalurkan kredit sebesar Rp 778,7 triliun atau tumbuh 7,1 persen secara tahunan pada semester I-2025 ditopang oleh kredit korporasi. Di sisi lain, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 16,5 persen secara tahunan menjadi Rp 900 triliun, ditopang oleh CASA.

Kinerja Bank Himbara Triwulan I 2024

Rombak direksi

Di tengah musim pelaporan kinerja keuangan semester I-2025, Bank Mandiri menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), di Jakarta, Senin (4/8/2025). Agenda utamanya ialah perubahan susunan pengurus perseroan guna memperkuat tata kelola, mendukung transformasi, serta mendorong pertumbuhan bisnis.

Dalam RUPSLB tersebut, Bank Mandiri memberhentikan dengan hormat Darmawan Junaidi selaku Direktur utama yang akan digantikan oleh Riduan yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama. Adapun pergantian efektif menjabat setelah mendapat persetujuan dari OJK atas penilaian uji kelayakan dan kepatutan.

Bank Mandiri juga menetapkan jajaran direksi sebagai berikut. Henry Panjaitan sebagai Wakil Direktur Utama, Timothy Utama sebagai ⁠Direktur Operation, Sunarto Xie sebagai Direktur Information Technology, M Rizaldi sebagai Direktur Corporate Banking, dan Saptari sebagai Direktur Consumer Banking.

Jan Winston Tambunan ditunjuk sebagai Direktur Network & Retail Funding, Ari Rizaldi sebagai Direktur Treasury & International Banking, dan Novita Widya Anggraini sebagai Direktur Finance & Strategy. Nama-nama tersebut juga efektif menjabat setelah mendapat persetujuan dari OJK.

Corporate Secretary Bank Mandiri M Ashidiq Iswara menjelaskan, penyesuaian susunan pengurus merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk menjaga organisasi tetap adaptif terhadap dinamika industri dan tantangan ke depan, sejalan dengan arah kebijakan pembangunan ekonomi nasional.

”Perubahan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Bank Mandiri untuk memperkuat struktur organisasi, meningkatkan sinergi antarfungsi, serta mempercepat pengambilan keputusan strategis guna mendukung transformasi bisnis dan berkontribusi pada penguatan ekonomi berbasis kerakyatan,” ujarnya dalam keterangan resminya.

Nasabah menarik uang melalui mesin anjungan tunai mandiri di kantor cabang PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Jakarta, Senin (25/4/2022). Bank Mandiri menyiapkan kebutuhan uang tunai sekitar Rp 28,28 triliun untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan uang tunai di masyarakat selama periode Ramadan dan Idul Fitri.

Kerabat Kerja

Penulis:

Agustinus Yoga Primantoro
 | 

Editor:

FX Laksana Agung Saputra
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra