SEPAK BOLA

Langkah Pertama Mulus Dilalui John Herdman

Indonesia memulai era John Herdman dengan menumbangkan Saint Kitts dan Nevis, 4-0. Herdman mengakhiri kutukan debut buruk pelatih timnas Indonesia sebelumnya.

27 Mar 2026 22:33 WIB · Olahraga

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

JAKARTA, KOMPAS — John Herdman harus diakui memiliki ambisi besar untuk timnas Indonesia. Dalam satu tahun perjalanan rezimnya, ia bertekad membawa skuad ”Garuda” menembus babak delapan besar Piala Asia 2027 di Arab Saudi. Namun, Herdman menyebut perjalanan itu harus dilalui langkah demi langkah.

Langkah pertama yang dipijak oleh timnas Indonesia bersama Herdman ialah laga FIFA Series 2026 kontra Saint Kitts dan Nevis, Jumat (27/3/2026) malam WIB, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Jejak perdana itu dilalui dengan gemilang berkat kemenangan 4-0 atas duta CONCACAF alias Amerika Utara-Tengah itu.

Penentu kemenangan Indonesia ialah penyerang sayap Persib Bandung, Beckham Putra, yang mencetak dua gol pada menit ke-15 dan ke-25. Beckham akhirnya mampu membuka sumbangan golnya di laga internasional setelah menjalani lima laga bersama skuad Garuda.

Dua gol lain diciptakan oleh penyerang Ole Romeny pada menit ke-53, lalu Mauro Zijlstra pada menit ke-75. Serupa dengan Beckham, Zijlstra bisa mencatatkan gol perdananya bersama timnas Indonesia.

Pemain Indonesia, Beckham Putra, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Saint Kitts dan Nevis dalam laga FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3/2026). Indonesia menang 4-0.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
27-03-2026
Pemain Indonesia, Ole Romeny, melakukan selebrasi bersama pemain lain setelah mencetak gol ke gawan Saint Kitts dan Nevis dalam laga FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3/2026). Indonesia menang 4-0.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
27-03-2026

Tiga pemain itu membantu Herdman lebih baik dari dua pendahulunya, yakni Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert. Herdman mampu menang di gim perdananya, sedangkan Shin dan Kluivert menelan kekalahan.

Keunggulan mutlak itu menegaskan kualitas Indonesia yang masuk dalam jajaran 12 besar dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Adapun Saint Kitts dan Nevis sudah tersisih pada putaran kedua pra-Piala Dunia 2026 zona CONCACAF karena hanya mengemas satu kemenangan dari empat pertandingan.

Setelah bisa bermain tanpa tekanan menghadapi tim berjuluk ”The Sugar Boys” itu, skuad Garuda akan menghadapi tantangan sesungguhnya, yakni Bulgaria yang berasal dari Eropa. Selama kualifikasi Piala Dunia 2026, Bulgaria menghadapi tim-tim raksasa Eropa, seperti Spanyol, Turki, dan Georgia.

Meskipun hanya bertajuk laga ekshibisi, Herdman tetap meminta anak asuhannya meraih poin maksimal pada dua pertandingan FIFA Series 2026. Kemenangan atas Bulgaria akan kian meningkatkan moral Joey Pelupessy dan kawan-kawan untuk mengarungi berbagai laga dan turnamen selama 2026 yang menjadi masa persiapan Piala Asia 2027 pada Januari mendatang.

Setelah FIFA Series, Indonesia akan menjalani laga uji coba pada Juni mendatang, disusul dua turnamen tingkat regional Asia Tenggara. Pertama, Kejuaraan ASEAN AFF pada Juli-Agustus, lalu Piala ASEAN FIFA pada September-Oktober.

Pemain Indonesia, Ole Romeny, berusaha membobol pertahanan Saint Kitts dan Nevis dalam laga FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3/2026). Indonesia menang 4-0.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
27-03-2026

Target menjadi juara ASEAN dicanangkan Herdman pada dua turnamen itu. Meski begitu, ia akan menyiapkan skuad berbeda yang bertujuan sebagai ajang seleksi bagi tim yang akan dibawanya ke Arab Saudi.

Permainan dinamis

Herdman membawa ide taktik dinamis dan hibrida dalam gim debutnya menangani Indonesia. Formasi 3-4-3 diterapkan ketika tim menguasai bola. Trio bek tengah pada awal babak pertama diisi oleh Rizky Ridho, Jay Idzes, dan Elkan Baggott.

Empat pos di lini tengah diisi oleh Kevin Diks, Jordi Amat, Calvin Verdonk, dan Dony Tri Pamungkas. Tiga penyerang diisi oleh Romeny, Ramadhan Sananta, dan Beckham.

Gelandang sayap Persija, Dony, adalah satu-satunya yang tidak pernah tampil pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026. Catatan penampilan di tim senior pemain lulusan Liga Kompas U-14 itu sebelumnya tercipta pada Kejuaraan ASEAN 2024.

Tanpa bola, Indonesia menampilkan pola permainan 4-4-2. Romeny dan Sananta ditinggal di depan. Dony turun ke pos bek sayap kiri untuk menambah pemain bertahan bersama tiga bek tengah.

Pemain Indonesia, Sananta Ramadhan, beberut bola dengan pemain Saint Kitts dan Nevis, Sawyers Romaine, dalam laga FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3/2026). Indonesia menang 4-0.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
27-03-2026

Ridho bermain sebagai bek sayap kanan. Adapun Beckham menjadi gelandang sayap.

Dalam situasi menguasai bola, tiap pemain tidak bertahan di posisi tetap. Mereka bergerak dinamis karena dua penyerang bisa bergantian melebar ke sayap. Misalnya, Romeny bergerak ke posisi sayap kanan, lalu posisinya diisi oleh Diks yang masuk ke zona half-space untuk berdiri dekat Sananta.

Peran hibrida itu yang membantu Beckham mampu mencetak dua gol. Pada gol pertama, ia bergerak di sisi tengah di antara Sananta dan Romeny. Lolos dari jebakan offside, Beckham tanpa kesulitan memaksimalkan umpan terobosan Romeny untuk mencetak gol dalam situasi satu lawan satu dengan kiper Saint Kitts dan Nevis, Julani Archibald.

Untuk gol kedua, kolaborasi operan Sananta dan Romeny membuat Beckham tak terkawal di sisi buta pertahanan The Sugar Boys, tepatnya di sisi kiri lini serang Indonesia.

Sementara itu, pada babak kedua, gol Romeny tercipta melalui situasi sepak pojok yang dieksekusi Dony. Romeny memenangkan bola dalam kondisi kemelut untuk menaklukkan pertahanan Saint Kitts dan Nevis.

Pelatih Indonesia, John Herdman, memberikan instruksi dari pinggir lapangan saat melawan Saint Kitts dan Nevis dalam laga FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3/2026). Indonesia menang 4-0.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
27-03-2026

Setelah unggul tiga gol, Herdman melakukan sejumlah pergantian pada menit ke-58. Hasilnya, formasi tetap digunakan, yakni 4-4-2, hingga peluit akhir.

Zijlstra mencetak gol hanya berjarak kurang dari tiga menit setelah masuk menggantikan Sananta pada menit ke-75. Ia memanfaatkan longgarnya sisi tengah pertahanan Saint Kitts dan Nevis untuk lolos dari kawalan dan mencetak gol dalam situasi satu lawan satu dengan kiper lawan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul