Debut PSIM Yogyakarta di Liga Super berbuah manis dengan menang tandang 1-0 atas Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo.
08 Agt 2025 21:58 WIB · Olahraga
SURABAYA, KOMPAS — Gol teramung sayap serang PSIM Yogyakarta, Ezequiel Vidal, seolah meruntuhkan Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025) malam. Tim ”Laskar Mataram” menang tandang 1-0 atas Persebaya Surabaya pada laga pembuka BRI Liga Super musim 2025-2026.
Gol itu tercipta lewat tandukan pemain asal Argentina tersebut di waktu tambahan atau menit ke-92. Vidal memanfaatkan umpan silang lambung bek sayap pengganti, Dede Sapari. Vidal lolos dari jebakan offside.
Proses gol ini diawali dari tendangan bebas Ze Valente, eks Persebaya. Kiper Ernando Eri berhasil menepis bola, sedangkan bek Persebaya membuang bola ke sektor kanan pertahanan.
Dede merebut bola itu dan mengumpan silang ke arah tiang kiri ”Green Force”. Vidal yang berdiri di samping bek Dime Dimov tiba-tiba menyusup dan menyambar umpan itu dengan tandukan yang berbuah gol.
Bek Persebaya sempat mengangkat tangan karena menganggap gol itu offside. Namun, ternyata gol itu bersih sekaligus membalas kekalahan delapan tahun silam. Saat itu, PSIM kalah 0-1 di Stadion Gelora Bung Tomo. Catatan pertemuan kedua tim pendiri PSSI pada 1930 ini menjadi setara, yakni sekali menang dan sekali imbang.
Kemenangan di Surabaya, dalam konteks sejarah, seperti serangan Kesultanan Mataram terhadap Kerajaan Surabaya abad ke-17. Saat itu, Mataram membumihanguskan Surabaya dengan strategi membendung Bengawan Brantas dan mengepung Surabaya untuk memutus suplai dan bantuan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/08/e23debc710cae093e43e29ff34c48040-20250808BAH17.jpg)
Lebih dari empat abad kemudian, di kompetisi sepak bola, PSIM yang membawa nomenklatur Mataram menorehkan kemenangan atas Persebaya. Kemenangan ini menjadi catatan penting bagi juara Liga 2 musim 2024-2025 yang akhirnya kembali ke kasta tertinggi kompetisi sepak bola nasional.
Hasil di pekan pembuka Liga Super itu juga menggambarkan perbedaan yang dialami kedua pelatih debutan. Pelatih Persebaya Eduardo Perez patut mengakui keunggulan Pelatih PSIM Jacobus van Gastel.
Kedua tim itu turun dengan formasi serupa, yakni 4-3-3. Eduardo Perez atau Edu mencoba memaksimalkan pemain asing barunya, terutama bek tengah Risto Mitrevski, gelandang Milos Raickovic, dan penyerang Mihailo Perovic.
Di babak pertama, Green Force lebih dominan dengan penguasaan bola 54 persen. Kapten Bruno Moreira dan rekan-rekan membuat enam tembakan dengan dua tembakan di antaranya tepat sasaran.
Laskar Mataram seolah lebih kalem dalam merespons. Mereka kalah dalam penguasaan bola yang 46 persen, membuat tiga tembakan yang cuma satu tepat sasaran. PSIM mencoba membongkar pertahanan lewat serangan balik. Babak pertama tanpa gol.
Di babak kedua, Persebaya dan PSIM meningkatkan intensitas serangan. Edu dan Van Gastel adu taktik dengan pergantian pemain.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/08/05a4019bf47149f98f82afba2c6e822b-20250808BAH12.jpg)
Edu lebih awal merespons dengan menarik gelandang Toni Firmansyah dan memainkan Kadek Raditya pada menit ke-58. Pergantian ini untuk lebih memberi tekanan di sektor kiri pertahanan PSIM.
Van Gastel merespons dengan penyegaran di sektor tengah. Pada menit ke-65, Rahmatsho Rahmatzoda digantikan oleh Savio Sheva. Pada menit ke-74, bek sayap Raka Cahyana cedera sehingga digantikan Rio Hardiawan.
Sampai menit ke-75, permainan kedua tim masih buntu. Tuan rumah terlihat frustrasi karena penyelesaian akhir yang melempem. Edu menyadari dan merespons lewat dua pergantian pemain.
Pada menit ke-76, sayap serang Rizaldi Malik digantikan Gali Freitas. Ujung tombak Mihailo Perovic yang belum berkontribusi lantas digantikan Dwi Rizky. Pergantian dua pemain itu memang sempat mengentak permainan Persebaya. Pergerakan Gali dan Rizky sempat mengancam gawang PSIM.
Van Gastel merespons dengan mengganti bek sayap Reva Adi dan Dede Sapari pada menit ke-86. Selain itu, sayap serang Deri Corfe digantikan Andy Irfan. Taktik ini cespleng karena enam menit kemudian Dede berkontribusi pada gol Vidal.
Susunan pemain:
Persebaya Surabaya (4-3-3)
Ernando Ari; Catur Pamungkas, Risto Mitrevski, Dime Dimov, Dejan Tumbas; Francisco Rivera, Milos Raickovic, Toni Firmansyah (Kadek Raditya); Rizaldi Malik (Gali Freitas), Mihailo Perovic (Dwi Rizky), Bruno Moreira
Pelatih: Eduardo Perez Moran
PSIM Yogyakarta (4-3-3)
Cahya Supriadi; Raka Cahyana (Rio Hardiawan), Ramos Mingo, Yusaku Yamadera, Reva Adi (Dede Sapari); Ze Valente, Rahmatsho Rahmatzoda (Savio Sheva), Ghulam Fatur; Ezequiel Vidal, Nermin Haljeta, Deri Corfe (Andi Irfan)
Pelatih: Jacobus Johannes Martinus Paulus van Gastel
Penulis:
Ambrosius HartoEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar